"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Detik-detik Maut: Kehidupan Keluarga Maman Suherman Berubah Setelah Pesan Anak

Penyelidikan Awal Menunjukkan Kematian MAHM (9) Diduga Akibat Pembunuhan

Kasus kematian MAHM (9), seorang bocah yang ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah mewah di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, masih menyisakan banyak pertanyaan. Hasil penyelidikan dan olah TKP menunjukkan kesimpulan sementara bahwa korban meninggal akibat pembunuhan, bukan perampokan seperti yang sempat beredar.

MAHM diketahui merupakan putra bungsu dari Maman Suherman, anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, yang juga dikenal sebagai pengusaha. Status sosial keluarga korban membuat kasus ini semakin menarik perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi. Tragedi ini juga memantik keprihatinan luas, termasuk dari kalangan politik yang secara terbuka mengecam keras peristiwa tersebut.

Pemeriksaan Saksi dan Pengamatan CCTV

Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Yoga, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian telah memeriksa delapan orang saksi terkait kematian bocah berusia 9 tahun tersebut. Selain pemeriksaan saksi, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Dugaan sementara untuk kasus ini itu dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit,” ujar Yoga. Ia menegaskan bahwa sejak awal, laporan polisi (LP) yang dibuat oleh Polres Cilegon telah mencantumkan dugaan pembunuhan.

Tidak Ada Barang Berharga yang Hilang

Penyelidikan kepolisian semakin menguatkan dugaan pembunuhan setelah dipastikan tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah korban. Kepastian tersebut diperoleh setelah petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh dan meminta keterangan langsung dari pemilik rumah.

“Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang,” ungkap Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan. Fakta ini sekaligus mematahkan dugaan awal yang menyebut peristiwa tersebut sebagai aksi perampokan.

Korban Hanya Bersama Kakaknya di Rumah

Saat tragedi itu terjadi, di dalam rumah mewah tersebut hanya ada korban dan kakaknya. Kedua orang tua mereka tidak berada di rumah karena tengah bekerja. “(Saat kejadian) berdua sama kakaknya, cuma ini kan kamarnya ada delapan, jadi masing-masing. Tinggal sama orang tuanya, karena ibunya bekerja juga, bapaknya juga pengusaha,” jelas Sigit.

Namun, upaya mengungkap peristiwa ini menghadapi kendala. Kamera CCTV yang terpasang di dalam rumah tidak dapat merekam kejadian, karena dalam kondisi rusak.

CCTV Rumah Rusak Dua Pekan Sebelum Kejadian

Menurut keterangan kepolisian, CCTV di rumah yang berada di Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, telah tidak berfungsi selama sekitar dua pekan sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Kondisi ini membuat penyelidikan kehilangan salah satu sumber bukti visual yang sangat krusial.

Telepon Darurat yang Mengawali Terungkapnya Tragedi

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB. Saat itu, Maman Suherman menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D, yang berteriak meminta pertolongan. Mendapat kabar tersebut, Maman langsung meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan dan bergegas pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, Maman mendapati pemandangan yang mengerikan. Anak bungsunya ditemukan tergeletak tengkurap di dalam kamar, dengan tubuh bersimbah darah. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon, untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. MAHM dinyatakan meninggal dunia.

Empat Belas Luka Tusukan di Tubuh Korban

Dari hasil pemeriksaan awal, kepolisian menemukan fakta mengerikan lainnya. Tubuh korban mengalami 14 luka tusukan senjata tajam yang tersebar di sejumlah bagian tubuh. Temuan ini menjadi salah satu dasar terkuat dugaan pembunuhan dalam kasus kematian bocah di Cilegon tersebut.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Hingga kini, kepolisian masih terus mendalami motif dan pelaku pembunuhan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menganalisis seluruh barang bukti yang ada. Sementara itu, misteri kematian MAHM masih menggantung, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga sekaligus kegelisahan publik yang menanti satu jawaban pasti: siapa pelaku di balik tragedi keji ini, dan apa motif sebenarnya?

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *