Sosok Fahril, Pelaku Pembunuhan ASN Pemkot Manado yang Membuat Tetangga Kaget
Fahril adalah seorang pemuda berusia 17 tahun yang kini menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Jimmy Mamahit (38), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Manado. Kejadian ini membuat para tetangga Fahril kaget karena mereka tidak menyangka bahwa sosok pendiam dan sering bergaul di kompleks perumahan tersebut bisa melakukan tindakan kekerasan yang sangat mengerikan.
Sebelum penangkapan, Fahril tinggal bersama kedua orang tuanya dan saat ini tidak sedang menjalani pendidikan. Dari informasi yang diperoleh, Fahril memiliki tiga saudara. Para tetangga mengungkapkan bahwa meskipun Fahril tergolong pendiam, ia sering berinteraksi dengan warga sekitar. Oleh karena itu, ketika kabar tentang penangkapan Fahril beredar, banyak dari mereka merasa tidak percaya.
“Kami sangat kaget tiba-tiba dapat informasi Fahril ditangkap polisi karena melakukan pembunuhan,” ujar salah satu tetangga yang meminta namanya tidak dipublikasikan. Ia menambahkan bahwa awalnya mereka tidak percaya karena Fahril selalu terlihat ramah dan tidak menunjukkan sifat agresif.
Jejak-jejak yang Ditinggalkan oleh Pelaku
Dari hasil penyelidikan, aparat kepolisian menemukan beberapa jejak yang mengarah pada Fahril sebagai pelaku utama. Salah satu saksi melihat terduga pelaku berada di dalam rumah korban pada hari Sabtu (6/12/2025). Selain itu, terdapat bukti bahwa pelaku sempat mencuci motor korban di depan rumah. Di samping itu, sandal pelaku juga ditemukan di lokasi kejadian.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku terpantau menggunakan sepeda motor milik korban. Untuk menutupi identitasnya, Fahril menggunakan hoodie. Namun, aksi ini tidak berhasil menyembunyikan jejaknya.
Penangkapan Pelaku dan Peristiwa Pengejaran
Penangkapan Fahril dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan penyisiran dan pencarian di sekitar rumahnya. Namun, pelaku tidak ada di tempat tersebut. Dari video yang beredar, terlihat bahwa Fahril mengaku telah memukul korban dengan dodutu, yaitu sebuah alat tradisional dari Minahasa yang biasa digunakan untuk menumbuk padi atau menghaluskan rempah-rempah.
Pada saat pengambilan barang bukti, pelaku mencoba melarikan diri sehingga petugas memberikan tindakan tegas dengan menembak kakinya. Setelah itu, Fahril dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya, ia diamankan di Polresta Manado untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kronologi Penemuan Jasad Jimmy Mamahit
Jenazah Jimmy Mamahit ditemukan pada hari Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 12.05 WITA. Saat ditemukan, kondisi mayat korban berlumuran darah, bahkan darahnya menyebar di lantai ruang tamu. Penemuan ini berawal dari kecurigaan adik korban yang merasa khawatir karena Jimmy tidak memberikan kabar sejak hari Jumat (12/12/2025).
Setelah mendatangi rumah korban, adik Jimmy menemukan bahwa korban sudah tidak bernyawa. Dari olah TKP awal, tim kepolisian menemukan bahwa handphone dan sepeda motor milik korban telah hilang.

Pengakuan Warga dan Proses Hukum
Setelah melakukan penyelidikan termasuk meminta keterangan dari warga sekitar dan teman-teman korban, Tim Resmob Polresta Manado mengantongi satu nama yang dicurigai kuat sebagai pelaku utama. Hasil lidik awal menunjukkan bahwa korban sering didatangi oleh teman-teman yang tidak dikenal oleh warga sekitar.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Muhammad Isral, SIK, MH, ada saksi yang melihat terduga pelaku berada di dalam rumah bersama korban pada hari Sabtu (06/12/2025). Saksi lain juga melihat terduga pelaku mencuci motor korban di depan rumah pada hari Senin (08/12/2025) sekitar pukul 06.00 WITA.
Tim kepolisian akan terus memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Pelaku akan diadili dan diberikan hukuman sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya.











