"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Ahmed Jalani Lakukan Operasi Usai Amankan Senjata dari Pelaku Penembakan Massal di Pantai Bondi

Ringkasan Berita

Ahmed al Ahmed, seorang pria berusia 43 tahun yang bekerja sebagai penjual buah, menerima dua tembakan setelah menangkap salah satu dari dua pelaku penembakan massal di Pantai Bondi. Saat ini, ia sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan harus menjalani operasi karena luka tembak di tangan dan lengannya.

Aksi heroiknya mendapatkan pujian dari banyak pihak, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam sebuah pidato di resepsi Natal Gedung Putih, Trump menyampaikan apresiasi terhadap keberanian Ahmed. Ia mengatakan bahwa Ahmed adalah orang yang sangat berani yang maju dan menyerang langsung salah satu penembak, sehingga menyelamatkan banyak nyawa.

Sosok Ahmed juga dipuji oleh beberapa pejabat pemerintah Australia. Perdana Menteri New South Wales Chris Minns menyebutnya sebagai pahlawan sejati yang telah menyelamatkan banyak nyawa. Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan rasa hormat atas tindakan warga Australia yang berlari menuju bahaya untuk membantu orang lain.

Aksi Heroik Ahmed

Ahmed al Ahmed mengendap-ngendap di balik mobil yang terparkir di kawasan Pantai Bondi, Kota Sydney, pada hari Minggu (14/12/2025) petang. Ia kemudian mendekati pria yang sedang memegang senjata laras panjang dari arah belakang. Dalam sekejap, Ahmed membekuk pria tersebut dan merebut senjata api dari tangan pelaku. Setelah itu, ia mengarahkan senjata itu kepada pelaku.

Pelaku mundur ke arah jembatan, dan kemudian seorang polisi tiba di tempat kejadian dan menembak pelaku dari belakang. Video yang dirilis Sky News menunjukkan Ahmed berlari ke arah pria bersenjata dan merebut senjata miliknya. Ia berhasil merebut pistol dari penyerang, mendorongnya ke tanah, dan mengarahkan pistol ke arahnya. Penyerang mulai mundur kembali ke jembatan.

Kemudian, Ahmed menurunkan senjatanya dan mengangkat satu tangan ke udara, seolah-olah menunjukkan kepada polisi bahwa dia bukan salah satu penembak. Meskipun tidak disebutkan kapan Ahmed terkena tembakan pasca membekuk dan merebut senjata dari tangan seorang pelaku, aksinya tetap mendapat pujian luas.

Pelaku Penembakan Massal

Polisi menyebutkan bahwa ada dua pelaku penembakan yakni seorang ayah dan anak laki-laki berusia 50 dan 24 tahun. Ayah berusia 50 tahun itu meninggal di tempat kejadian, sementara anaknya masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Enam senjata milik ayah itu disita oleh polisi. Dia dilaporkan punya izin memiliki senjata api selama sekitar 10 tahun.

Sementara itu, sang anak bernama Naveed Akram (24). Berdasarkan data surat izin mengemudi (SIM) miliknya, dia tinggal di Bonnyrigg, pinggiran Kota Sydney. Kepala Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) Mike Burgess berkata salah satu pelaku sempat dipantau oleh intelijen. “Kami mengenali salah satu pelaku, tetapi tidak dalam perspektif ancaman jangka dekat, jadi kami perlu menyelidiki apa yang terjadi di sini,” kata Burgess dikutip dari CNN.

Kronologi Penembakan Massal di Pantai Bondi

Polisi mengatakan mereka mulai menerima laporan tentang tembakan yang dilepaskan di daerah bernama Archer Park di Bondi Beach pada pukul 6:47 sore waktu setempat atau pukul 14:47 siang WIB. Pada waktu yang hampir bersamaan, telepon-telepon seluler di Sydney bagian timur mulai berdering karena teman dan keluarga saling bertanya dengan tergesa-gesa: “Apakah kamu di Bondi?”

Di grup Facebook populer Bondi Local Loop, pesan-pesan putus asa mulai muncul: “Apa yang sebenarnya terjadi di pantai?” Kemudian video-video mulai beredar di kalangan warga setempat. Dalam rekaman yang kini telah diverifikasi secara independen oleh ABC, terlihat dua pria berdiri di jembatan penyeberangan beton di ujung utara pantai, menembak ke arah kerumunan orang.

Di area bawah jembatan penyeberangan terdapat mobil-mobil yang diparkir, di mana menurut informasi ABC, orang-orang berlindung di sana. Sebuah video menunjukkan bahwa sekitar pukul 7.30 malam atau pukul 15.30 sore WIB, salah satu pelaku bersenjata telah berpindah dari jembatan ke trotoar dan dilumpuhkan oleh seorang warga. Dalam rekaman tersebut, seorang pria terlihat mengendap-endap di belakang pelaku penembakan, sebelum merebut senjata api dan mengarahkannya ke penyerang.

Pria ini dipuji sebagai pahlawan, karena seorang diri melucuti senjata salah satu penembak dan mempertaruhkan nyawanya untuk melakukannya. Pada pukul 7.30 malam atau pukul 15.30 sore WIB, sebuah video yang memperlihatkan dua pria berbaring telungkup di jembatan penyeberangan tersebar di kalangan warga setempat. Dalam video tersebut, para pria itu tidak bergerak dan polisi berusaha memborgol mereka sementara warga setempat merekam kejadian tersebut dan berteriak kepada para pelaku penembakan.

Respons yang luar biasa telah terjadi di Bondi, dengan penduduk setempat, wisatawan, dan petugas penyelamat pantai merawat para korban luka. Penduduk setempat menawarkan ruang tamu mereka kepada mereka yang terjebak di daerah tersebut untuk duduk, menunggu, dan mengobrol. Petugas penyelamat pantai Bondi mengunggah di media sosial bahwa sementara serangan teroris sedang berlangsung, mereka masih menyelamatkan orang-orang dari ombak di laut.

Puluhan unit polisi dan ambulans merespons, dengan operasi besar-besaran yang berlangsung selama berjam-jam setelah penembakan berhenti. Pada pukul 9.36 malam atau 17.36 sore WIB, polisi menetapkan peristiwa ini sebagai serangan teroris. Pihak berwenang menutup area luas di sekitar Pantai Bondi, menghentikan mobil-mobil yang memasuki area tersebut. Mereka memperingatkan bahwa meskipun satu pelaku bersenjata telah tewas dan yang lainnya ditahan, mereka meyakini ada ancaman dari alat peledak rakitan di dalam kendaraan pelaku di lokasi kejadian.

Hampir pada waktu yang sama, salah satu pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Naveed Akram. Pada pukul 11 malam atau 19.00 malam WIB, polisi mengkonfirmasi bahwa bahan peledak telah diamankan dan dipindahkan, dan meskipun tidak ada lagi operasi aktif, lokasi tersebut kini secara resmi menjadi tempat kejadian perkara.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *