Drama “Anita Tumbler” Masih Bergulir, Driver Gojek Kena Teror
Meski kasus utama antara Anita dan pihak terkait telah selesai, tekanan terhadap keluarga Anita justru semakin memburuk. Kini, para driver Gojek menjadi korban dari aksi teror yang tak terduga. Mereka diberi order fiktif untuk mengunjungi rumah orang tua Alvin, yang selama ini dikaitkan dengan keluarga Anita.
Teror Baru: Driver Gojek Dihantam Order Fiktif
Dalam sebuah unggahan akun warganet rmf89_04, terungkap kisah miris tentang peningkatan tekanan terhadap keluarga Anita. Pada 05 Desember 2025 pukul 18.30, seorang driver Gojek menerima order fiktif ke rumah orang tua Alvin. Beberapa jam kemudian, pada 06 Desember 2025 pukul 02.05, seorang driver lain juga menerima order serupa. Hal ini menunjukkan adanya pihak yang sengaja menarget alamat tersebut berulang kali.
Curhatan Driver Ojol: Janji Uang untuk “Mencari” Alamat Anita
Salah satu driver ojol bahkan bercerita pengalaman mengejutkan. Ia menerima pesan dari pelaku yang menjanjikan Rp 150 ribu jika berhasil menemukan alamat rumah keluarga Anita Tumbler. Isi pesan tersebut menyatakan:
“Saya mengincar Alvin Haris dan Anita Dewi, untuk memberikan pelajaran soal tumbler yang tertinggal di Gerbong Kereta CommuterLine. Carikan saya alamat Alvin Haris sekarang, saya transfer kamu Rp. 150.000. Tanyakan security dimana alamat Alvin Haris.”
Driver tersebut merasa bingung dan tidak mengerti maksud pesan itu. Ia menjawab, “Maaf pak saya tidak tahu,” menunjukkan penolakannya.
Pesan dalam Orderan Fiktif: Nada Manipulatif dan Tujuan Mengusik
Unggahan tersebut juga menampilkan tangkapan layar pesan yang diduga dikirim oleh pelaku. Narasi di dalamnya tampak dibuat untuk menciptakan kesan urgensi atau simpati, tetapi sebenarnya bertujuan mengarahkan driver ke rumah keluarga Anita. Berikut versi penulisan ulang dari pesan tersebut:
“Saya mengantar Alvin Haris dan Anita Dewi, untuk menenangkan pikiran soal pemberitaan tumbler yang tengah viral. Dimohon ‘berkenan’ membantu kami menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi. Cari Alvin Haris atau orang tuanya di alamat ini. Jika pintu tidak dibuka, harap ketuk beberapa kali. Kami sedang membutuhkan bantuan kalian untuk menjernihkan keadaan.”
Pesan tersebut disertai instruksi tambahan yang memperkuat dugaan bahwa pelaku ingin mengganggu ketenangan keluarga Anita, menggunakan driver ojol sebagai perantara tanpa mereka sadari.
Desakan Publik kepada Gojek: “Lindungi Para Mitra!”
Pengunggah unggahan tersebut menandai akun resmi Gojek Indonesia, meminta perusahaan segera bertindak tegas agar para driver tidak terus menjadi korban. Ia menulis:
“Kasihan driver/mitra kalian yang sedang cari nafkah, semua orang. Tolong PT Gojek Indonesia.”
Sebelumnya, publik sempat mengira drama ini telah mencapai titik damai. Video mediasi Anita dengan pihak Commuter Line sempat memberi harapan bahwa semuanya akan berakhir dengan baik. Namun kejadian terbaru menunjukkan hal sebaliknya. Drama tumbler yang awalnya hanya perkara sepele kini berubah menjadi rangkaian teror yang mengarah ke arah yang tak terduga.
Rumah Orang Tua Alvin Terus Disasar
Rumah orang tua Alvin terus menjadi sasaran order fiktif. Para driver ojol menjadi korban di garis depan orang-orang yang sejatinya tidak terlibat sama sekali dalam drama tersebut. Kini publik mulai bertanya: Apakah ini bentuk balas dendam? Apakah ini luapan emosi netizen yang kebablasan? Atau ada pihak tertentu yang sengaja menambah bensin ke dalam api?
Warganet kompak menyerukan agar aksi-aksi semacam ini segera dihentikan. Teror online yang merembet menjadi tindakan nyata dapat menciptakan risiko besar, terutama bagi mereka yang bekerja keras demi mencari nafkah.
Kasus “Anita Tumbler” Belum Mendekati Titik Akhir
Kasus “Anita Tumbler” tampaknya belum mendekati titik akhir. Efek berantainya terus meluas dan memunculkan persoalan baru, sementara publik berharap aparat dan perusahaan terkait bisa turun tangan agar tidak ada lagi korban berikutnya.











