Penolakan Sopir Angkot terhadap Kehadiran Bus BTS di Kota Manado
Kehadiran bus BTS di Kota Manado mendapatkan penolakan dari para sopir angkutan kota (angkot). Namun, sebagian besar warga Manado, khususnya pengguna angkot, setuju dengan kehadiran bus BTS. Warga meminta sopir angkot untuk tidak egois.
Di tengah protes para sopir angkot terkait kehadiran Bus Buy The Service (BTS) di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), warga setempat kini mulai menyuarakan pendapat mereka. BTS adalah program yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penggunaan angkutan umum di perkotaan, dengan operasional yang disubsidi 100 persen oleh pemerintah. Bus ini diluncurkan oleh Pemkot Manado pada Rabu (19/11/2025) dan telah melayani berbagai rute di kota Manado.
Kehadiran bus BTS ini memicu keluhan dari sopir angkot, namun kini warga Manado mulai menyampaikan pendapat mereka tentang layanan transportasi umum di kota mereka, khususnya angkot.
Menurut Tante Nona, warga Malalayang, bus BTS memberikan pilihan baru bagi pengguna angkutan umum. Ia juga meminta agar sopir angkot tidak bersikap egois dan lebih memahami kebutuhan masyarakat. “Kalau sudah ada bus, masyarakat bisa leluasa. Kalau dilihat, tentu fasilitasnya lebih baik dan lebih nyaman,” kata Nona. Ia menilai, semakin banyak pilihan moda transportasi umum semakin bagus. “Mikrolet tidak boleh egois. Ada bus, kami masyatakat kecil yang diuntungkan.”
Eliz, warga lainnya menilai, dengan kehadiran BTS, sopir mikrolet harusnya belajar. Mikrolet harus dibuat lebih nyaman. “Selama ini mikrolet manja karena bertahun-tahun cuma mereka pilihan transportasi umum dalam kota,” katanya. Lebih dari itu, ia berharap sopir mikrolet lebih tertib di jalan raya. Sebab, sudah jadi rahasia umum, banyak perilaku berkendara sopir angkot yang selalu seenaknya di jalan. “Kalau ada pilihan lain, pembanding, tentu sopir mikrolet harus berbenah, buat bagus mobilnya,” ujar warga Karombasan ini.
Aksi Protes Sopir Angkot
Imbas Bus BTS, sopir angkot di Manado Sulut mengeluh: Kalu Bagini Sampe Natal, Bini Lari Akang Torang. Selasa 2 Desember 2025 kemari para sopir menggelar aksi protes dengan mencegat bus BTS yang beroperasi. Aksi ini terpantau di sejumlah titik seperti Malalayang dan Paniki. Selain itu, sedikitnya 200 sopir menggelar aksi mogok. Ratusan angkot tidak beroperasi dan terparkir di salah satu sisi Jalan Sam Ratulangi (Samrat) Manado. Ratusan ‘mikrolet’ ini parkir dua baris. Memanjang di sisi kanan Jalan Sam Ratulangi. Barisan mikrolet memanjang dari Zero Point hingga ke arah RS Siloam.
Elias Pua, Ketua Basis Angkot Malalayang mengungkapkan, mereka protes kehadiran bus BTS yang mulai beroperasi beberapa hari lalu. “Kami menolak kehadiran bus itu. Sedangkan bus tidak ada kami kesulitan, apalagi sudah ada bus,” kata Elias di depan gedung eks Swalayan Multimart Manado. Atos, seorang sopir lainnya mengatakan, kehadiran BTS yang di masa ujicoba ini gratis mengancam pencaharian mereka. “Semua penumpang pasti akan naik bus. Kalau begini, sampai Natal, bini lari akang pa torang (kalau seperti ini sampai natal, kami ditinggalkan istri),” kata Atos, warga Malalayang.
Di balik penolakan, muncul argumen lain di antara sopir. Ada yang berpendapat, sebaiknya bus BTS tidak digratiskan di masa ujicoba ini. “Kami pasti semakin sulit. Harusnya tarifnya lebih tinggi dari angkot atau paling tidak sama, 6000 pera (rupiah),” teriak seorang sopir. Lanjut mereka, kebijakan Pemerintah Kota Manado mengoperasikan bis jelang Natal sangat tidak bijaksana. “Ini menjelang Natal, momen di mana kami bisa mendapatkan pendapatan lebih baik. Kalau sudah ada bisa begini, mau dapat berapa?” ujarnya Elias. Ia mengungkapkan, armada mikrolet di trayek Malalayang ada 500 unit lebih. Belum lagi di trayek Lapangan (arah Bandara) dan Paal Dua yang terdampak. “Ada ribuan jiwa yang kena imbas dari kehadiran bus ini. Kami minta Pemkot bijaksana,” jelas Elias.
Rute Bus BTS di Kota Manado
Bus BTS hadir dengan fasilitas AC, kursi ergonomis, pembayaran digital dan teknologi real-time tracking. Sekretaris Dishub Manado Donald Wilar mengatakan, bus digratiskan saat masa uji coba selama tiga bulan. “Kita gratiskan,” kata dia. Ia memastikan bus itu sangat laik jalan. Sebut dia, Walikota Manado Andrei Angouw dan para anggota DPRD Manado sudah mengecek jalur bus itu Kamis. Dikatakannya ada 16 bus yang beroperasi. Ia menjelaskan bus akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 Wita. Ungkap dia, warga bisa menanti bus di 82 Bus stop di kota Manado. “Ada atau tidak, bus akan tetap berhenti,” katanya. Ia mengimbau warga Manado agar dapat memanfaatkan layanan bus itu. Namun yang harus diperhatikan yakni tujuan bus yang akan Anda tumpangi supaya tidak salah tujuan.
Untuk itu, Anda perlu memperhatikan koridor keberangkatan bus. Rute Bus BTS telah diatur. Ada dua koridor yang dijadikan jalur operasi Bus BTS. Berikut ini dua koridor tersebut:
- Koridor 1: Terminal Malalayang – Terminal Kalimas (Simpang Manibang – Poltekkes – St. Theresia – GMIM Sion – Immanuel Bahu – Star Square – Monginsidi – Taman Berkat – Mantos – MTC – Megamall – Patong Worang – Kalimas)
- Koridor 2: Terminal Kalimas – Bandara Sam Ratulangi (D.I. Panjaitan – Kantor Wali Kota – Dishub Provinsi – PDAM – Lippo – Kayuwatu – Transmart – Freshmart Paniki – Bandara Sam Ratulangi).
Disambut Antusias oleh Warga
Warga Manado menyambut dengan antusias. Amatan, Jumat, warga memadati kawasan Kalimas di Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Kota Manado, tempat bus bus itu menjemput penumpang. Ketika bus tiba, mereka berebutan naik. Kerap kali bus berangkat dalam kondisi kursi penuh dan beberapa orang berdiri untuk berpegangan di pegangan. Di atas bus, para penumpang kegirangan. Banyak yang selfie atau melakukan live Facebook untuk membagi pengalaman di bus. Suasana heboh tatkala ada warga yang hendak naik di lokasi pemberhentian bus. “Ayo naik naik,” teriak seluruh penumpang terhadap seorang remaja yang menanti di Bus stop kawasan jalan DI Pandjaitan. Ada penumpang yang naik bus karena memang butuh angkutan. Namun ada pula yang naik karena penasaran. Mereka ini tahan naik hingga tiga kali bus bolak balik. Umumnya puas dengan hadirnya bus itu.
Kendala Bus BTS Saat Beroperasi
Keberadaan Bus BTS tak membuat aktivitas warga mulus seratus persen. Kendala muncul saat ada kendaraan parkir secara liar di bus stop. Ini membuat bus terhalang. Warga pun terhalang untuk menaiki bus. Kerap pula terjadi warga yang ingin naik Bus, tapi bukan di Bus stop.
Gratis Selama 3 Bulan
Selama tiga bulan ke depan, bus tersebut akan melayani masyarakat dengan gratis. Amatan, bus tersebut muncul sejak pukul 5 pagi. Sekira pukul 6, bus itu tengah berhenti di salah satu bus stop di Kairagi. Seorang penumpang yang berusia lanjut naik ke atas bus. Suasana ramai tampak di Kalimas, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, yang jadi lokasi perhentian bus itu. Bus datang dan pergi silih berganti. Sejumlah personel Dishub mengatur terminal. Tampak pula beberapa personel Sat Pol PP. Bus ke bandara rupanya jadi favorit. Banyak warga yang menaikinya. Salah satunya Angel. Angel mengaku sudah menanti kesempatan menaiki Bus BTS. Ia pun jatuh cinta pada pandangan pertama. “Bus ini sangat bagus sekali,” katanya. Wanita yang sering bepergian keluar daerah ini menyebut Bus itu jadi salah satu solusi bagi warga yang ingin ke bandara dari arah Malalayang atau pusat kota Manado. Angkutannya cepat dan nyaman. “Juga sangat murah, biasanya warga musti rogoh kocek dengan dalam,” kata dia.











