"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Ibu Bhayangkari Menyusui Bayi Korban Longsor yang Terpisah dari Ibunya, Menangis di Pelukan Nenek

Sosok Ibu Bhayangkari yang Menyusui Bayi Korban Longsor

Di tengah situasi krisis akibat bencana longsor, muncul tindakan luar biasa dari seorang ibu Bhayangkari yang memberikan kehangatan dan perlindungan bagi bayi korban bencana. Aksi ini tidak hanya menyentuh hati banyak orang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Bayi mungil tersebut masih terpisah dari ibunya yang masih terjebak di lokasi longsor. Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, ia terus menangis sambil dipeluk oleh neneknya. Tangisan bayi itu menggema di dalam tenda darurat, memicu perasaan empati dan kepedulian dari siapa pun yang mendengarnya.

Tangisan bayi itu tidak hanya menyayat hati, tetapi juga menciptakan suasana penuh kecemasan. Di tengah keadaan seperti itu, Tengku Nova Mulyana Hanafi, anggota Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, tiba-tiba berhenti dan merasa tergerak untuk membantu. Ia melihat bayi itu seperti melihat anaknya sendiri, sehingga tanpa ragu ia langsung bertindak.

Yana, demikian panggilan akrabnya, adalah istri dari Brigadir Hanafi Ramadhan dari Propam Polres Tapanuli Selatan. Dalam wawancaranya, Yana mengungkapkan bahwa saat melihat bayi itu menangis, ia merasa seperti melihat anaknya sendiri. Ia langsung memikirkan bagaimana cara menenangkan bayi tersebut agar bisa minum.

Setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan sang nenek, Yana membawa bayi itu ke mushala kecil di dekat posko. Di tempat sederhana itu, ia menyusui bayi tersebut. Perlahan, tangis yang semula memenuhi tenda berganti dengan keheningan. Bayi itu akhirnya tertidur damai dalam pelukan seorang perempuan yang bahkan bukan keluarganya.

Ketua Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Ny. Kiki Yon Edi, menyampaikan apresiasi penuh atas tindakan Yana. Menurutnya, apa yang dilakukan Yana merupakan wujud kepedulian yang menjadi inti dari Bhayangkari. Ia menegaskan bahwa Bhayangkari hadir bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut meringankan beban sesama.

Nasib Pilu Jehan, Bayi Korban Longsor

Selain kisah Yana, ada juga kisah lain tentang Jehan, seorang balita usia satu tahun yang menjadi korban bencana longsor di Desa Bonan Dolok, Simaninggir, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Jehan harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan ayah dan ibunya sekaligus setelah bencana tersebut.

Orangtua Jehan menjadi korban meninggal dalam bencana longsor yang menimpa rumah tinggal mereka. Bahkan jasad kedua orangtuanya disebut masih terkubur dalam tanah longsor dan belum berhasil ditemukan. Padahal, Jehan masih membutuhkan ASI dari sang mama.

Sudah lima hari Jehan harus bertahan tanpa ASI. Pengunggah video di TikTok @dianhutagalung_ menyebut bahwa Jehan hanya diberikan minum berupa teh manis dan bubur nasi setelah bencana terjadi. Cerita ini langsung memicu empati dari publik, baik di media sosial maupun kalangan masyarakat luas.

Berikut cerita lengkap yang ditulis tentang Jehan:

“Jehan, balita usia 1 tahun ditinggal Ayah dan Ibu untuk selamanya. Korban bencana longsor di Simaninggir, Tapanuli Tengah pada 26 November 2025. Begitu damai cinta ayah dan ibu Jehan ya nak, sampai maut mereka bersama. Udah 5 hari Jehan nggak minum ASI dari ibunya. Mau ngirim susu instan kesana pun jalur darat nggak bisa, longsor dimana-mana, jalan banyak yang terputus. Tuhan akan selalu melindungimu nak, tunggu semuanya pulih kami akan memelukmu secepatnya nak. Jehan kuat, love u Jehan.”

Cerita ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan dan kepedulian dari masyarakat dalam situasi krisis. Meski jalan terputus dan akses sulit, semangat untuk membantu sesama tetap hidup dan bergerak.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *