"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Warga Medan Marelan Terpuruk, Empat Hari Tanpa Listrik dan Jaringan, Khawatir Pencurian

Kondisi Wilayah Terdampak Banjir di Medan Marelan

Kondisi di wilayah Kota Medan yang terdampak banjir masih membuat warga kesulitan untuk beraktivitas. Tepatnya di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan yang masih tergenang air hingga Sabtu (29/11/2025) malam pukul 19.45 WIB. Hingga Minggu (30/11/2026) pagi, kondisi di sekitar belum juga pulih.

Selama empat hari terakhir, permukiman warga berubah menjadi lorong-lorong yang terisolasi. Listrik padam total sejak hari pertama banjir Rabu tengah malam, sementara jaringan Telkomsel ikut tumbang, membuat warga benar-benar terputus dari dunia luar.

Di lorong-lorong yang biasanya ramai suara anak bermain, kini hanya terdengar riak air menyapu dinding rumah. Mereka sesekali kembali ke rumah mengambil barang yang bisa dipakai, melindungi dari dingin. Malam menjadi gelap gulita. Tanpa listrik, tanpa sinyal, warga melewati hari demi hari hanya mengandalkan senter seadanya dan lilin yang makin menipis. Kedai-kedai kehabisan stok pangan, lilin.

“Sudah empat hari kami seperti ini. HP mati, sinyal hilang. Kami bahkan tak tahu sampai kapan. Kami gak tahu di luar Marelan, saudara di luar gak tahu,” kata Icha (43), warga setempat yang rumahnya sempat tenggelam seleher orang dewasa. Ia bercerita, suaminya terpaksa mendayung stirofoam agar bisa mencari air bersih dan makanan. Sesekali membawa pakai basah untuk dikeringkan, dipakai esok hari.

Banjir besar yang datang mendadak pada Rabu malam disebut berasal dari intensitas hujan ekstrem sejak awal pekan. Dan meluapnya Sungai Bedera, Sungai Deli, dan banjir kiriman dari Titi Papan. Air naik cepat dalam hitungan jam, memaksa warga menyelamatkan diri hanya dengan pakaian yang melekat di badan. Hingga hari keempat, sebagian besar rumah masih terendam, berselimut gelita pekat.

Tidak hanya logistik yang menipis, ketiadaan listrik membuat kulkas dan pompa air tidak berfungsi. Sementara kebutuhan obat-obatan untuk lansia dan anak-anak turut menjadi keluhan utama.

“Kalau ada listrik setidaknya bisa lebih hangat, dan beraktivitas. Masalah keamanan juga kami khawatir. Ada maling dan pencurian, hingga penjarahan rumah warga yang mengungsi,” kata Madan. Jaringan telekomunikasi Telkomsel yang disebut padam sejak hari kedua semakin memperparah situasi, warga tak bisa menghubungi keluarga maupun layanan darurat.

“Kalau ada orang sakit, kami harus ke ujung jalan besar dulu, itu pun kalau masih bisa lewat. Sinyal hilang total. Kami benar-benar merasa sendirian,” ucap Roni (28), yang setiap malam berjaga demi mengantisipasi pencurian di tengah situasi gelap total.

Beberapa warga mengaku melihat relawan mulai masuk ke wilayah terdekat, namun akses menuju inti permukiman masih sulit ditembus.

Warga hanya bisa berharap debit air segera surut dan listrik kembali menyala agar komunikasi pulih agar suara mereka kembali terdengar. Dalam banjir yang panjang ini, ketahanan warga bertahan dalam gelap dan sunyi menjadi kisah memilukan. Karena di lorong-lorong tergenang itu, ada ratusan keluarga yang menunggu uluran tangan, menunggu terang, menunggu kabar baik.

Di saat bersama, kabar cuaca tak datang membawa cerah. Dikabarkan BMKG diprediksi akan terjadi banjir Rob lagi pada 1-9 Desember. Warga hanya bisa berdoa, rob tidak berdampak luas ke kawasan yang mulai surut.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, lima gardu induk PLN di area Medan Utara dan Medan Marelan rusak. Hal ini terjadi karena banjir yang terjadi selama tiga hari berturut-turut. Akibatnya listrik di area tersebut padam. Dikatakannya, untuk daerah Medan Utara seperti Medan Labuhan, Deli dan Belawan sudah mulai dalam perbaikan. Namun, kata Rico, untuk di Medan Marelan masih belum bisa diperbaiki karena kondisi area masih banjir.

“Tadi kami rapat dengan PLN, ada 5 gardu induk yang terkena atau rusak. Menyebabkan listrik padam di Medan Utara dan Marelan,” jelasnya, Sabtu (29/11/2025). Rico memastikan, pihak PLN mulai melakukan perbaikan hari ini untuk di Medan Utara. “Kalau Medan Marelan kita mulai perbaiki apabila air sudah surut segera diperbaiki,” Katanya. Saat ini, pihaknya pun fokus untuk mengevakuai dan memberikan bantuan logistik ke Medan Marelan. “Tadi malam hingga saat ini kami juga memberikan instruksi bagian wilayah terdampak banjir untuk fokus evakuasi dan logistik di Medan Marelan hari ini,” ucapnya.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *