Ganda putra asal Taiwan, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen, masih menjadi ancaman serius bagi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri setelah berhasil memenangkan babak 32 besar Australian Open 2025. Pertandingan babak pertama yang dijalani oleh Lee/Lee berlangsung melawan wakil tuan rumah Kanki Igawa/Ooi Yi Hern pada Rabu (19/11/2025).
Tampil di Sydney Olympic Park, Sydney, Australia, Lee/Lee berhasil menang dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-8 dalam tempo 28 menit. Kemenangan ini memberikan tiket kepada Lee/Lee untuk melaju ke babak kedua turnamen BWF Super 500 sekaligus memperpanjang persaingan menuju BWF World Tour Finals 2025.
Meski Fajar/Fikri telah mendapatkan bantuan dari wakil Malaysia Choong Hon Jian/Muhammad Haikal dalam mengalahkan salah satu saingannya, Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan yang juga berasal dari Taiwan, mereka masih merasa tidak nyaman.
Murid dari Herry Iman Pierngadi atau Herry IP tersebut berhasil mengalahkan Lee/Yang dan menutup kans mereka untuk tampil di turnamen akhir tahun itu. Fajar/Fikri menang dua gim langsung dengan skor 21-10, 21-13.
Jika Lee/Lee belum tersingkir sebelum semifinal, maka posisi Fajar/Fikri untuk melaju ke BWF World Tour Finals 2025 akan semakin sulit. Mereka setidaknya harus mencapai babak final agar bisa memenuhi syarat.
Setelah saling berbagi angka satu kali pada gim pertama, Lee/Lee langsung menghadapi tekanan dari Igawa/Ooi yang sukses mendapatkan lima poin beruntun. Tertinggal lima poin, Lee/Lee meningkatkan intensitas permainannya untuk mengejar pasangan peringkat ke-547 dunia tersebut.
Pertandingan semakin dramatis ketika Lee/Lee mampu mengambil alih keunggulan dan menutup interval gim pertama dengan skor tipis 11-10. Selepas jeda, pemain peringkat ke-19 dunia itu justru berada dalam tekanan Igawa/Ooi yang membuat mereka kembali tertinggal.
Amunisi tuan rumah itu melejit untuk membuat jarak dengan Lee/Lee usai menorehkan total empat poin beruntun. Keunggulan mereka bertahan hingga masa krusial sebelum permainan saudara kembar Taiwan tersebut membuat Igawa/Ooi lengah.
Dengan bermain lebih tenang, Lee/Lee mulai mengubah keadaan di masa-masa poin tua guna meraih momentum game point terlebih dulu. Di sisi lain, perlawanan Igawa/Ooi belum surut, mereka kembali memaksa Lee/Lee bekerja keras pada masa adu set point.
Melalui pengalaman yang dimiliki, Lee/Lee sukses menutup perlawanan Igawa/Ooi pada gim pertama dengan skor 22-20. Menginjak gim kedua, dominasi tidak terelakkan ditunjukkan Lee/Lee meski Igawa/Ooi sempat unggul terlebih dulu.
Rentetan kesalahan dan pertahanan kurang baik dari Igawa/Ooi membuat Lee/Lee mendapatkan keuntungan untuk unggul 6-1 usai meraih lima poin beruntun. Sempat mendapatkan satu poin untuk memangkas jarak, Igawa/Ooi kembali tenggelam dalam tekanan Lee/Lee yang kian nyaman dalam melancarkan strategi mereka.
Tanpa kesulitan berarti, Lee/Lee merebut interval gim kedua dengan skor cukup mencolok 11-4. Usai jeda, Lee/Lee kian menghempaskan Igawa/Ooi yang masih kesulitan untuk keluar dari tekanan mereka melalui raihan empat poin beruntun.
Ketimpangan kian terasa tatkala grafik permainan Igawa/Ooi kian menurun dengan meninggalkan selisih dengan Lee/Lee hingga 12 poin. Unggul jauh 18-6, Lee/Lee sempat lengah sehingga hal ini dimanfaatkan oleh Igawa/Ooi untuk mendapatkan tiga angka beruntun. Meski demikian, reaksi yang cukup mumpuni ditunjukkan Lee/Lee untuk merebut gim kedua dengan skor 21-8.











