Persikotas Kota Tasikmalaya Berhasil Lolos ke Babak Delapan Besar Liga 4 Seri 1 Jawa Barat 2025
Persikotas Kota Tasikmalaya terbukti menjadi klub yang semakin berkembang. Tahun pertama di bawah manajemen baru, Laskar Wiradadaha langsung memenuhi target dengan lolos ke Liga 4 Seri 1 Jawa Barat 2025. Mereka menempati peringkat ketiga dalam babak penyisihan. Kini, sebagai tim promosi, Persikotas berada dalam jalur positif setelah berhasil melaju ke babak delapan besar.
Pertandingan babak delapan besar akan digelar di Stadion Purnawarman Kabupaten Purwakarta pada Selasa, 18 November 2025 sore ini. Sebelumnya, tim yang diasuh oleh Pelatih Kepala Ronny Remon dan Ketua Umum Ecep Suwardaniyasa berhasil menjadi juara grup pada babak penyisihan yang berlangsung di Stadion RAA Adiwijaya Kabupaten Garut. Kemudian, mereka menjadi runner up babak 12 besar di Stadion Mashud Wisnusaputra Kabupaten Kuningan.
Bersyukur Lolos ke Babak Delapan Besar
Ecep Suwardaniyasa, Ketua Umum Persikotas, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan timnya melaju ke babak delapan besar. Ia mengatakan bahwa meskipun sejak kemenangan pertama pada babak 12 besar sudah bisa menduga akan lolos, tetapi tetap harus menunggu hasil akhir pertandingan antara Persindra Indramayu dan Bandung United.
“Kami bersyukur karena perjuangan ini tidak mudah. Kami patut menyambutnya dengan rasa syukur,” ujarnya kepada kabar-priangan.com/Surat Kabar Harian “Kabar Priangan”, Ahad, 16 November 2025 malam.
Menurut Ecep, kunci keberhasilan Persikotas adalah kekompakan tim yang semakin hari semakin padu. Faktor-faktor seperti harmonisasi di klub, termasuk antara manajemen, pelatih, dan pemain, juga turut berkontribusi dalam membentuk soliditas tim.
Evaluasi dari Babak 12 Besar
Dari evaluasi dua pertandingan pada babak 12 besar, Persikotas berhasil menang atas Bandung United dengan skor 4-0 dan dikalahkan oleh Persindra dengan skor 0-1. Ecep menyebutkan bahwa saat melawan Bandung United, pemain dalam kondisi bugar lantaran mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Namun, ada beberapa faktor yang sangat menonjol dan dominan ketika melawan Persindra. Pertama, beberapa pemain kunci dan pemain inti terkena akumulasi kartu ketika melawan Bandung United, sehingga tidak bisa bermain melawan Persindra. Kedua, ketika melawan Persindra, sebelumnya tim telah bekerja keras bertanding melawan Bandung United. Di tengah cuaca dan kondisi lapangan yang sangat licin, hal tersebut menguras tenaga dan stamina. Dua hari kemudian, pemain harus melawan tim yang belum main atau punya waktu istirahat cukup panjang.
Semangat Juang Tinggi Pemain Persikotas
Ecep menilai bahwa dua faktor tersebut sangat berpengaruh kuat bagi pemainnya. Meski demikian, saat di lapangan para pemain memperlihatkan semangat juang yang tinggi. “Kami banyak menyerang dan memiliki peluang, tapi penyelesaian akhir tak sempurna sehingga tak dapat mencetak gol ke gawang Persindra,” ujarnya.
Ia juga memuji kokohnya lini pertahanan Persindra pada babak 12 besar. “Namun apapun hasilnya, kami kecolongan satu gol dan mengakui keunggulan Persindra,” tambahnya.











