"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Pengakuan Orangtua Bocah 6 Tahun yang Hilang di Minahasa

Penyelidikan Terhadap Hilangnya Bocah 6 Tahun di Minahasa

Warga Desa Tombuluan, Minahasa, terus melakukan pencarian terhadap bocah berusia 6 tahun bernama Roy Rasdy Rusli. Chriyse Lengkong, ibunda korban, menyampaikan rasa terima kasih kepada warga yang telah secara sukarela melakukan pencarian. Ia juga membuat pengakuan dan menyebutkan tentang rumah tempat tinggal Roy.

Roy hilang sejak Sabtu (8/11/2025) sekira pukul 10.00 Wita. Sampai Rabu (12 November 2025), bocah tersebut belum ditemukan. Ia hilang secara misterius di sekitar rumahnya, yaitu di Desa Tombuluan, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa. Kepergiannya memicu banyak spekulasi, termasuk kaitan dengan hal-hal mistik.

Banyak orang menghubungkan kehilangan Roy dengan keberadaan makhluk tak kasat mata yang suka menyembunyikan orang. Arthur, Kasie Kedaruratan Kabupaten Minahasa, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan logika dalam pencarian. “Kami berupaya menelusuri lokasi kuala hingga tebing,” kata dia. Ia menyatakan bahwa ada banyak kemungkinan soal hilangnya Roy, seperti jatuh atau faktor lain. Meski medan cukup sulit, tim tetap berusaha semaksimal mungkin. “Kami tetap semangat,” ujarnya.

Tim pencarian terdiri dari berbagai unsur, termasuk BPBD, Basarnas, Polisi, TNI, serta masyarakat. Jumlahnya mencapai seratusan orang. Menurut SOP, pencarian akan berlangsung selama 5 hingga 7 hari. Warga terus melakukan pencarian, baik dengan ikut dalam tim gabungan BPBD menuju hutan maupun hanya berdiam di rumah Roy untuk memberi dukungan pada keluarga.

Pada Minggu (9/11/2025), wartawan Arthur Rompis tiba di rumah Roy, Desa Tombuluan. Warga memenuhi sekitar rumah bocah malang ini. Kumpulan warga juga terlihat di pekuburan yang tidak jauh dari rumah tersebut. Ada informasi bahwa Roy menghilang di kuburan. Tim pencarian tengah beristirahat sejenak, dan rencananya pencarian akan kembali dilanjutkan.

Hukum Tua atau Kepala Desa Tombuluan, Minggus Languyu, mengatakan bahwa pencarian hingga Minggu sore masih nihil. “Masih belum ditemukan,” kata Kades. Ia menjelaskan bahwa aparat desa bekerja sama dengan tim gabungan BPBD dan Basarnas melakukan pencarian. Sebelum melakukan pencarian, mereka berdoa pada Tuhan. “Saat mencari kami pun ditemani tokoh agama,” katanya.

Ia menambahkan bahwa warga Desa menunjukkan solidaritas yang tinggi dengan bersama-sama melakukan pencarian. Dirinya berharap upaya ini dapat membuahkan hasil. Arthur, Kasie Kedaruratan Kabupaten Minahasa, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan sejak Sabtu (8/11/2025). “Sabtu kemarin kami dua kali melakukan pencarian,” katanya Minggu (9/11/2025). Ia menyebutkan bahwa tim telah menyusuri sungai serta tebing di seputaran lokasi hilangnya Roy. Hasilnya masih nihil. “Ia belum ditemukan,” ujar dia.

Medan cukup berat, namun tim berupaya semaksimal mungkin. “Kami tetap semangat,” ujarnya. Tim terdiri dari berbagai unsur, termasuk BPBD, Basarnas, Polisi, TNI, hingga masyarakat. Jumlahnya mencapai seratusan orang. Ia mengatakan sesuai SOP, pencarian akan berlangsung selama 5 hingga 7 hari.

Hilangnya adik Roy mengundang simpati. Sejumlah pihak datang untuk membantu pencarian. Tim BPBD Minahasa, Basarnas, polisi, pihak desa, warga, serta berbagai unsur lainnya turut dalam upaya pencarian.

Doa dari Tokoh Agama

Tidak hanya itu, para tokoh agama juga datang untuk melakukan doa. “Ada dari tokoh agama Protestan, Katolik hingga Muslim, mereka semua datang untuk berdoa agar anak saya ditemukan,” kata Chriyse Lengkong, ibunda korban, Minggu (9/11/2025) di rumahnya di Desa Tombuluan, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut.

Saat Tribun tiba di lokasi Minggu (9/11/2025) sore, rumah Roy dipadati warga. Warga juga memenuhi area pekuburan yang berada di samping rumah Roy. Menurut dia, warga datang untuk membantu pencarian. “Ada juga warga luar yang datang untuk membantu pencarian,” katanya.

Kesaksian Orangtua dari Adik Roy

Chriyse Lengkong, ibunda korban, menuturkan bahwa sang anak hilang sejak Sabtu (8/11/2025) sekira pukul 10.00 Wita. Sang ibu tidak begitu mengetahui lokasi dimana dia hilang. “Saya juga tidak tahu, tapi rasa rasanya sebelum itu saya sempat menyuruhnya masuk rumah,” kata dia Minggu (9/11/2025). Ungkap dia, sebelum Roy hilang, ia sempat mendapatkan firasat. Ada dorongan untuk mencari Roy. “Ada dorongan kuat untuk mencarinya, tapi saya cari dimana-mana ia tak ada,” katanya.

Ia menuturkan, pencarian terhadap Roy dilakukan oleh warga, pemerintah, dan SAR. Tim sudah menyusuri hingga ke kuala serta tebing di seputaran tempat itu. “Tapi masih nihil,” katanya. Dikatakannya, sesuai penuturan warga, sempat ada yang melihat sang anak dalam pencarian. Hal ini memicu heboh. Namun si anak lenyap lagi. “Ada pula anak yang melihat Roy berjalan,” katanya.

Isu Hal Mistis Terjadi Dalam Pencarian

Isu mencuat bilamana ada hal mistik terjadi seputaran hilangnya sang anak. Dia mengaku banyak versi seputar hilangnya sang anak. “Masing-masing ada versinya,” kata dia. Di matanya, Roy adalah anak yang pendiam. “Dia sukanya main sendiri,” kata dia. Dirinya mengaku berharap sang anak dapat segera ditemukan.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *