"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Berita Terkini: Pria Tersetrum Listrik di Sampit, Dugaan Penggelapan Dana BUMDes

Penyerapan Anggaran APBD 2025 Masih Rendah

Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati mengungkapkan kekhawatirannya terhadap rendahnya penyerapan anggaran APBD tahun 2025 hingga triwulan keempat atau Oktober 2025. Hanya sebesar 56,06 persen dari total anggaran yang dialokasikan telah terserap. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak dana yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh perangkat daerah.

Irawati menekankan pentingnya mempercepat realisasi anggaran dan memperkuat koordinasi antar-perangkat daerah. Menurutnya, hal ini menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang efektif, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Rapat evaluasi ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga wadah penting untuk mengukur sejauh mana program pembangunan sudah berjalan dan apa saja kendala yang masih perlu kita selesaikan bersama,” ujar Irawati saat memberikan arahan pada pertemuan tersebut.

Tindakan Perangkat Daerah Harus Lebih Cepat

Dari total anggaran sebesar Rp 2,385 triliun, hanya sekitar Rp 1,337 triliun yang telah terserap. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada banyak dana yang belum digunakan sesuai rencana. Oleh karena itu, Irawati meminta seluruh perangkat daerah untuk lebih aktif dan cepat dalam menjalankan program serta proyek yang telah direncanakan.

Dia menegaskan bahwa setiap dinas harus memastikan bahwa anggaran yang diberikan dapat diimplementasikan dengan baik dan tidak terbuang sia-sia. Selain itu, pemerintah daerah juga perlu meningkatkan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran agar tidak terjadi pemborosan atau penyimpangan.

Kasus Penggelapan Dana BUMDes Lampuyang

Selain masalah anggaran, Wabup Irawati juga menyampaikan perhatiannya terhadap kasus dugaan penggelapan dana oleh Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. Dugaan tersebut melibatkan dana hasil penjualan gabah sebesar Rp 800 juta yang diduga digelapkan oleh oknum ketua BUMDes bernama MA. Saat ini, MA dikabarkan menghilang dan belum bisa dihubungi.

Irawati mengaku baru mengetahui informasi ini melalui media. Dia menegaskan bahwa pihak aparat penegak hukum harus segera menindaklanjuti kasus ini dan menemukan keberadaan MA. Pemkab akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Desa untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas.

Insiden Kesetrum Listrik Saat Perbaiki Reklame

Sebuah insiden kesetrum listrik terjadi di Jalan MT Haryono, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Seorang pria tertimpa aliran listrik saat sedang memperbaiki papan reklame. Korban tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan diduga terlalu dekat dengan kabel listrik tegangan tinggi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar serius dan sempat terjebak di atas rangka besi reklame sebelum akhirnya dievakuasi. Saat ini, korban sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit.

Status Kasus Penggelapan Dana Bulog Kotim

Pihak Bulog Kotim mengungkapkan bahwa hingga saat ini mereka belum menganggap kasus dugaan penggelapan dana tersebut sebagai kerugian. Hal ini disebabkan karena perjanjian kerja sama antara Bulog dan BUMDes Lampuyang masih berlaku hingga 30 November 2025.

Menurut Asisten Manager Bulog Kotim, Wanto, pihaknya masih menunggu itikad baik dari pengurus BUMDes maupun ketuanya yang dikabarkan menghilang. “Kami masih menunggu sampai batas waktu perjanjian, yaitu 30 November. Jadi selama itu belum lewat, kami anggap belum ada kerugian,” ujarnya.

Tantangan dan Langkah Ke Depan

Dari berbagai isu yang muncul, terlihat bahwa pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam mengelola anggaran serta menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan penyalahgunaan dana. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah konkret seperti peningkatan transparansi, pengawasan yang lebih ketat, dan koordinasi yang lebih baik antar-instansi.

Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat dan perangkat daerah tentang pentingnya pengelolaan anggaran secara benar dan bertanggung jawab. Dengan demikian, diharapkan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *