jenepontoinfo.com – VIETNAM – Nvidia telah menandatangani perjanjian dengan pemerintah Vietnam untuk mendirikan pusat penelitian dan pengembangan AI serta pusat data AI di negara tersebut. Perjanjian ini merupakan hasil dari kunjungan CEO Nvidia Jensen Huang ke Hanoi tahun lalu, dimana ia ingin memperluas kemitraan dengan perusahaan teknologi top Vietnam dan mendukung negara tersebut dalam mengembangkan bakat dan infrastruktur AI. Selain itu, Nvidia juga mengakuisisi startup kesehatan VinBrain, unit dari konglomerat Vietnam Vingroup, namun tidak diungkapkan berapa angka kesepakatan tersebut.
Pada bulan April, perusahaan teknologi Vietnam FPT mengumumkan rencananya untuk membangun pabrik kecerdasan buatan senilai UD200 juta dengan menggunakan chip grafis dan perangkat lunak Nvidia. Perjanjian antara Nvidia dan pemerintah Vietnam ditandatangani di Hanoi di hadapan Huang dan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, namun tidak diungkapkan rincian keuangan mengenai pusat R&D dan pusat data yang direncanakan.
Chinh menyatakan bahwa AI akan mendorong pertumbuhan dan Vietnam juga ingin menggunakannya untuk mengembangkan energi bersih. “Kami ingin menaklukkan tidak hanya AI, tetapi juga ruang angkasa dan lautan,” ujarnya. “AI akan mengubah matahari, angin, dan ombak menjadi energi bersih bagi kita.”











