"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Indonesia Menolak Investasi Apple Senilai Rp1,58 Triliun karena Hanya Memproduksi Produk Receh

Indonesia Menolak Rencana Investasi Apple Rp1,58 Triliun karena Cuma Bikin Barang Murahan

jenepontoinfo.com – JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara resmi menolak usulan investasi senilai USD100 juta dari perusahaan teknologi raksasa, Apple, untuk periode 2024-2026. Menurut Kementerian Perindustrian, usulan tersebut tidak memenuhi aspek keadilan dan tidak memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap pendapatan nasional atau menciptakan lapangan kerja.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa besaran investasi yang diajukan Apple juga tidak adil jika dibandingkan dengan investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan teknologi asing lain yang telah mendirikan pabrik di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian berencana untuk mengundang perwakilan Apple untuk membahas usulan investasi baru dan jumlah investasi yang belum dilaksanakan sebesar USD10 juta untuk periode 2020-2023.

“Kami terbuka untuk negosiasi agar dapat mencapai kesepakatan investasi dengan Apple di Indonesia. Hal ini juga akan memungkinkan produk Apple, termasuk seri iPhone 16, untuk mendapatkan sertifikasi dan resmi dipasarkan di Indonesia,” ujar Agus.

Febri Hendri Antoni Arif, Juru Bicara Kementerian Perindustrian, juga menambahkan bahwa perusahaan tersebut merencanakan untuk memproduksi aksesoris-aksesoris seperti komponen Mesh Airpod Max dan bantalan headset Airpod Max di Indonesia. Hal ini sejalan dengan keinginan Menteri Perindustrian untuk mengintegrasikan industri dalam negeri dengan Global Value Chain (GVC) Apple.

Meskipun demikian, pemerintah tetap terbuka untuk negosiasi dan berharap dapat mencapai kesepakatan investasi yang adil dengan Apple di masa depan. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *