"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Kronologi Perampokan Bank Sparkasse Jerman, Pelaku Gunakan Bor Seperti Adegan Film

Perampokan Bank Sparkasse di Gelsenkirchen: Aksi Kriminal yang Mengejutkan

Perampokan besar-besaran terhadap cabang Bank Sparkasse di kota Gelsenkirchen, Jerman, menjadi perhatian publik setelah aksi tersebut terjadi pada akhir tahun 2025. Kejadian ini disebut sebagai salah satu perampokan bank terbesar dalam sejarah modern Jerman. Berikut adalah kronologi lengkap dari peristiwa yang mengejutkan dunia.

Waktu dan Lokasi Perampokan

Perampokan terjadi saat aktivitas perbankan sedang tutup karena libur Natal dan Tahun Baru. Hal ini membuat lingkungan sekitar bank relatif sepi, sehingga memudahkan para pelaku melakukan aksinya tanpa gangguan. Pada akhir pekan liburan, beberapa saksi mata melaporkan melihat sejumlah pria membawa tas-tas besar di area tangga gedung parkir pada malam Sabtu (27/12/2025) hingga dini hari Minggu (28/12/2025).

Modus Pelaku

Para pelaku diketahui masuk melalui gedung parkir yang terhubung langsung dengan bangunan bank. Dari area tersebut, kelompok perampok bertopeng mulai menembus struktur bangunan menuju ruang brankas bawah tanah. Mereka menggunakan bor berukuran besar serta alat pembuka logam khusus untuk menembus dinding beton tebal. Metode ini menunjukkan bahwa aksi tersebut telah direncanakan secara matang dan terstruktur.

Setelah berhasil mencapai ruang brankas, pelaku membobol lebih dari 3.000 kotak penyimpanan milik nasabah. Isi kotak tersebut meliputi uang tunai, emas batangan, hingga perhiasan bernilai tinggi. Pihak kepolisian menyebut sekitar 95 persen dari total 3.250 kotak penyimpanan telah dibuka paksa. Nilai kerugian baru dapat dipastikan beberapa hari kemudian setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

Penemuan Kerusakan dan Pengungkapan Aksi

Aksi kejahatan ini baru terungkap pada Senin (29/12/2025) dini hari setelah alarm kebakaran di gedung bank berbunyi. Petugas yang melakukan pengecekan menemukan kerusakan besar di area bawah tanah. Rekaman kamera CCTV memperlihatkan para pelaku melarikan diri menggunakan sebuah mobil Audi RS 6 hitam dengan pelat nomor curian dan sebuah van Mercedes-Benz putih. Kendaraan tersebut diduga digunakan untuk mengangkut hasil rampokan dalam jumlah besar.

Polisi menemukan lubang besar menuju ruang brankas bawah tanah saat menyisir gedung. Aksi ini disebut sebagai pekerjaan para profesional. “Perencanaan dan pelaksanaan ini menunjukkan adanya pengetahuan sebelumnya dan energi kriminal yang besar,” ujar juru bicara polisi. Ia menilai perencanaan dan pelaksanaan menunjukkan pengetahuan mendalam tentang struktur bangunan dan sistem keamanan bank. Media internasional bahkan menyamakan metode perampokan ini dengan adegan film Ocean’s Eleven.

Nilai Kerugian dan Tanggapan Nasabah

Nilai kerugian akibat perampokan ini diperkirakan berada di kisaran 11,8 juta hingga 105,7 juta dollar AS atau setara hingga Rp 1,7 triliun. Sementara nilai pertanggungan rata-rata setiap kotak penyimpanan, kata juru bicara Kepolisian Gelsenkirchen, Thomas Nowaczyk, mencapai lebih dari 11.700 dollar AS atau sekitar Rp 195 juta. Sebagian besar korban disebut merupakan warga keturunan Turkiye yang menyimpan emas dan perhiasan sebagai aset berharga. Ratusan nasabah mendatangi gedung bank pada hari kejadian untuk memastikan kondisi simpanan mereka. Situasi sempat memanas hingga polisi harus mengamankan lokasi.

Tanggapan dari Bank

Pihak Bank Sparkasse Gelsenkirchen menyatakan seluruh kotak penyimpanan diasuransikan hingga sekitar 10.300 euro per unit atau sekitar Rp 202 juta. Namun, sejumlah nasabah mengaku nilai isi kotak mereka jauh melampaui nilai pertanggungan asuransi. Manajemen bank menutup sementara cabang tersebut dan membuka layanan hotline khusus bagi nasabah terdampak. Hingga kini, belum ada satu pun pelaku yang ditangkap dan kronologi perampokan bank Sparkasse masih terus didalami aparat penegak hukum.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *