"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Hanif Sjahbandi Siap Gantikan Calonego di Laga Persija vs Persijap



Gelandang Persija Jakarta, Hanif Sjahbandi, menyatakan kesiapannya untuk mengisi peran yang ditinggalkan Fabio Calonego di lapangan tengah. Dia diproyeksikan akan berduet dengan Van Basty Sousa dalam laga mendatang.

Persija Jakarta akan kembali bertindak sebagai tuan rumah ketika menghadapi Persijap Jepara dalam lanjutan Super League 2025-2026. Laga ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (3/1/2026), dalam pekan ke-16.

Tampil di kandang, tim berjuluk Macan Kemayoran itu mengincar poin penuh. Kemenangan bisa membawa mereka ke puncak klasemen sementara. Namun, beberapa pemain penting tidak akan hadir dalam pertandingan ini. Dua di antaranya adalah Fabio Calonego dan Ryo Matsumura.

Fabio Calonego sebelumnya menerima kartu merah saat Persija melawan Semen Padang pada pekan ke-15 akibat menyikut Irsyad Maulana. Akibatnya, dia harus absen dalam laga melawan Persijap. Selain itu, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menambahkan sanksi dua laga tambahan, sehingga totalnya tiga pertandingan yang absen.

Sementara itu, Ryo Matsumura mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI berupa larangan bertanding selama empat kali dan denda Rp50 juta. Alasannya adalah karena tindakan kurang pantas terhadap wasit Steven Yubel Poli.

Mengenai posisi gelandang bertahan yang kosong setelah Fabio Calonego, pelatih Mauricio Souza disebut telah mempersiapkan Hanif Sjahbandi untuk mengisi peran tersebut.

Hanif yang baru pulih dari cedera menyatakan siap tampil sebagai starter dan menjawab kepercayaan pelatih.

“Kalau saya ikut konferensi pers, itu artinya saya pasti main. Atau coach percaya sama saya, kecuali ada cedera atau hal lain,” ujar Hanif dalam konferensi pers jelang laga di SUGBK, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Bagi Hanif, kesempatan ini menjadi bukti bahwa dirinya masih layak tampil membela Persija. Meski, ia mengakui adanya persaingan di dalam tim untuk memperebutkan posisi utama.

“Cuma di luar itu, bagi saya dan teman-teman juga sadar bahwa siapa pun yang main, artinya kita bisa melakukan yang terbaik untuk Persija. Jadi yang layak lah yang akan bermain,” kata eks penggawa Arema FC.

“Kami tahu, saya pun juga bisa menerima, ketika siapa pun yang bermain bisa memberikan yang terbaik, dan bisa membantu Persija meraih kemenangan sampai juara, ya kami pasti akan menerima itu.”

“Saya rasa itu cukup bisa membantu kami meraih apa yang kita tuju bersama,” jelasnya.

Bicara Persaingan

Sebelumnya, Hanif juga pernah mengakui adanya persaingan yang sehat di antara para pemain dalam memperebutkan posisi di lini tengah. Namun, dia percaya pelatih sangat objektif dalam memilih pemain dan menurunkannya sesuai dengan kebutuhan tim.

Dari situ, gelandang 28 tahun tak pernah mempermasalahkan soal menit bermain. Terpenting, dia tetap berkontribusi kepada tim tanpa turun ke lapangan.

“Saya rasa ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya di mana untuk membela Persija adalah suatu kebanggaan buat saya. Jadi, artinya bagaimanapun keadaannya, mau saya main atau tidak, untuk membela seragam Persija itu adalah suatu kebanggaan buat saya. Jadi saya tetap bersyukur akan hal itu.”

“Perihal saya main atau tidak, persaingan atau tidak, saya rasa itu kembali lagi kepada kebutuhan pelatih,” tutur dia.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *