Sumatera Utara Masuk Lima Besar Provinsi dengan Tingkat Kejahatan Tinggi
Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kejahatan yang cukup tinggi, berdasarkan data Statistik Kriminal 2024/2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 12 Desember 2025. Dalam laporan tersebut, Sumatera Utara masuk dalam lima besar wilayah dengan kasus kejahatan yang beragam.
Kasus Pembunuhan di Sumatera Utara
Menurut data yang dirilis BPS, jumlah kejahatan terhadap nyawa di Indonesia mencakup dua jenis, yaitu pembunuhan dan kelalaian yang mengakibatkan kematian. Berdasarkan Uddin et al., 2023, hak hidup dipandang sebagai salah satu hak asasi manusia yang paling mendasar. Hal ini juga ditegaskan dalam konstitusi negara, khususnya Pasal 28A dan 28I UUD 1945, yang menyatakan bahwa hak untuk hidup merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.
Pada tahun 2024, jumlah kejadian pembunuhan sedikit mengalami penurunan menjadi 1.106 kejadian, dari sebelumnya 1.129 kejadian pada tahun 2023. Namun, tren penurunan ini lebih signifikan pada kasus kelalaian yang mengakibatkan kematian, turun dari 875 kejadian menjadi 563 kejadian.
Dari segi sebaran wilayah, Polda Jawa Timur mendominasi dengan total 307 kejadian pembunuhan. Sumatera Utara menempati posisi kedua dengan 139 kejadian, diikuti oleh Polda Papua dengan 114 kejadian. Di sisi lain, wilayah dengan jumlah kejahatan terhadap nyawa terendah adalah Sumatera Barat dengan hanya 5 kejadian.
Kasus Narkoba di Sumatera Utara
Selain kasus pembunuhan, Sumatera Utara juga berada di peringkat kedua nasional dalam hal kasus narkoba. Data BPS menunjukkan bahwa Polda Metro Jaya menjadi yang terbanyak dengan 6.680 kejadian, disusul oleh Polda Sumatera Utara dengan 5.509 kejadian dan Polda Jawa Timur dengan 5.246 kejadian.
Sebaliknya, wilayah dengan jumlah kasus narkoba terendah adalah Polda Nusa Tenggara Timur dengan 39 kejadian, Polda Papua Barat dengan 107 kejadian, serta Polda Gorontalo dan Maluku Utara masing-masing dengan 117 kejadian.
Beberapa ahli meyakini bahwa tingginya angka kasus narkoba di Sumatera Utara berdampak pada meningkatnya kejahatan lain seperti pencurian dan perampokan. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan kasus narkoba harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak memicu munculnya kejahatan baru.

Sebaran Wilayah Kejahatan Terhadap Nyawa
Dari data yang dirilis BPS, sebaran kejahatan terhadap nyawa di berbagai wilayah memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Selain Jawa Timur dan Sumatera Utara, wilayah lain seperti Papua juga mencatatkan jumlah kejadian yang relatif tinggi. Sementara itu, wilayah seperti Sumatera Barat, Maluku Utara, Kalimantan Utara, dan Gorontalo memiliki angka kejahatan yang jauh lebih rendah.

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











