Penjelasan tentang Metacritic dan Sistem Penilaian Film
Metacritic sering kali menjadi acuan dalam menilai kualitas sebuah film. Alasannya adalah karena situs ini menggunakan sistem akumulasi ulasan dari berbagai kritikus film profesional. Dengan demikian, penilaian yang diberikan oleh Metacritic dianggap lebih objektif dan dapat dipercaya.
Dalam sistem penilaian Metacritic, setiap film diberi label Metascore yang dibagi ke dalam tiga kategori utama. Kategori pertama adalah “Generally Favorable” dengan skor 61–100 dan kode warna hijau. Kategori kedua adalah “Average” dengan skor 40–60 dan kode warna kuning. Sementara itu, kategori ketiga adalah “Overwhelming Dislike” dengan skor 0–39 dan kode warna merah. Kategori ini menunjukkan bahwa film tersebut mendapatkan ulasan negatif dari para kritikus.
Baru-baru ini, Metacritic merilis daftar film terburuk tahun 2025 berdasarkan raihan Metascore-nya. Berikut adalah beberapa film yang masuk dalam daftar tersebut:
Daftar Film Terburuk Tahun 2025 Menurut Metacritic
-
War of the Worlds
Dengan Metascore 6/100, War of the Worlds resmi menjadi film terburuk versi Metacritic. Efek visual yang buruk, performa akting yang mentah, serta gagasan sutradara Rich Lee untuk menggunakan format screenlife dalam menampilkan invasi alien di Bumi menjadi poin utama yang dikritik habis-habisan oleh para kritikus. -
Playdate

Meskipun premis film ini cukup menarik, yaitu dua orang ayah yang menemani anak mereka bermain, tetapi film ini gagal karena naskah yang hambar dan penggarapan yang kurang maksimal. Akibatnya, Playdate hanya mampu meraih Metascore 20/100. -
Gunslingers

Film yang ditulis dan disutradarai oleh Brian Skiba ini memiliki potensi menjadi cult Western modern. Namun, meskipun ada adegan gore yang cukup banyak, tidak cukup untuk membuat para kritikus terkesan. Gunslingers hanya meraih Metascore 20/100. -
Alarum

Alarum merupakan film Michael Polish dengan skor terendah di Metacritic. Kritikus sepakat jika film ini minim aksi dan dinilai seperti Mr. and Mrs. Smith dengan bujet terbatas. -
Bride Hard (2025)

Gagal mengeksekusi dari sisi aksi maupun komedi, Bride Hard mendapatkan Metascore 23/100. Sutradara Simon West justru mengutamakan lelucon dewasa yang tidak lucu sama sekali. -
Five Nights at Freddy’s 2

Sekuel dari film pertama ini gagal menyamai kesuksesan sebelumnya. Akting yang buruk dan cerita yang terlalu padat menjadikan film ini mendapatkan Metascore 26/100. -
Shadow Force

Dengan Metascore 27/100, Shadow Force menjadi film dengan ulasan terburuk di sepanjang karier Joe Carnahan. Film ini dinilai membosankan dan tidak bernyawa. -
The Strangers: Chapter 2

Film ini tampil lebih buruk dari film pertamanya. Masih melanjutkan tema pembunuh bertopeng yang mengincar korbannya secara acak, film ini dinilai membosankan dan tidak ada perkembangan baik dari segi cerita maupun karakternya. -
Hurry Up Tomorrow

Berbanding terbalik dengan albumnya yang banjir sanjungan, film yang dirancang sebagai visualisasi dari album The Weekend justru panen hujatan. Penulisan naskah yang buruk membuat film ini menghadirkan pengalaman menonton yang tidak menyenangkan. Maka, tidak heran jika film ini hanya meraih Metascore 29/100 saja. -
The Electric State (2025)

Meskipun modal 320 juta dolar AS yang digelontorkan oleh Netflix tidak sia-sia usai The Electric State masuk ke shortlist Oscar 2026 untuk Best Visual Effect, film ini masih dianggap dangkal dan memiliki potensi jika lebih fokus pada bintang-bintang besar di jajaran cast-nya. -
Juliet & Romeo

Film musikal yang diadaptasi dari kisah klasik ini dinilai tidak lebih dari kumpulan lagu pop hambar dengan dialog modern yang cringe. Dengan Metascore 31/100, film ini gagal memenuhi ekspektasi. -
Smurfs

Upaya Paramount menjadikan reboot Smurfs sebagai mesin pencetak uang baru meleset. Kritikus menilai film ini kurang imajinatif dan minim inovasi. Raihan Metascore 31/100 dan pendapatan film yang di bawah ekspektasi harus mengakhiri petualangan Smurfette dan kawan-kawan. -
Modi: Three Days on the Wing of Madness

Film ini mengikuti seorang seniman Italia dalam pelariannya dari polisi di Paris pada abad ke-19. Meskipun tayang terbatas di sejumlah festival film, film yang disutradarai oleh Johnny Depp ini hanya mengantongi Metascore 32/100 karena dinilai membosankan. -
Regretting You

Adaptasi novel Colleen Hoover ini memiliki Metascore 33/100. Meskipun sutradara Josh Boone pernah sukses dengan film romansa ikonik, ia gagal meminimalisir kadar drama yang berlebihan antara hubungan rumit antara Morgan dan putrinya Clara. -
Old Guy

Satu lagi film besutan sutradara Simon West. Dengan Metascore 33/100, para kritikus sepakat jika Old Guy menawarkan premis yang menarik, tetapi penulisan naskah yang buruk menjadikan film ini tidak dapat terselamatkan dari kritikan pedas.
Dari daftar film di atas, kamu sudah nonton yang mana saja? Setuju dengan para kritikus atau kamu punya penilaian tersendiri? Coba tulis komentarmu, ya!
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











