John Herdman, Calon Pelatih Timnas Indonesia yang Menarik Perhatian
John Herdman menjadi sosok yang paling terdepan sebagai calon pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Meski belum diumumkan secara resmi, berbagai indikasi menunjukkan bahwa ia menjadi kandidat utama dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung. Berikut ini adalah enam fakta menarik tentang sosok John Herdman.
Latar Belakang dan Karier John Herdman
John Herdman lahir di Consett, Inggris pada 19 Juli 1975 silam. Sebelum menjadi pelatih, ia memulai karier sebagai pelatih akademi di Sunderland. Ia juga pernah menjadi pengajar di Northumbria University, Inggris. Pada tahun 2003 hingga 2011, ia bergabung dengan Federasi Selandia Baru untuk menangani tim putra dan putri Timnas Selandia Baru. Setelah itu, ia melanjutkan kariernya bersama Federasi Kanada sebagai pelatih kepala dari berbagai level usia muda hingga senior hingga tahun 2023.
Bukan Mantan Pemain Profesional
Meskipun tidak memiliki latar belakang sebagai pemain profesional, kehidupan pribadi John Herdman sangat dekat dengan sepak bola. Ia memiliki saudara bernama Martin yang merupakan pemain sepak bola. Anaknya, Jay Herdman, kini berstatus sebagai pemain profesional di Vancouver FC, klub Canadian Premier League. Hal ini membuatnya berbeda dari tiga pelatih sebelumnya Timnas Indonesia, yaitu Patrick Kluivert, Shin Tae-yong, dan Luis Milla, yang semuanya berasal dari kalangan pemain profesional.
Skema Formasi yang Mirip dengan Shin Tae-yong
John Herdman dikenal menggunakan skema formasi tiga bek dalam susunan pemain andalannya. Formasi yang digunakan adalah 3-4-2-1. Skema ini hampir mirip dengan yang digunakan oleh mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang biasanya menerapkan formasi 3-4-3. Dengan demikian, John Herdman memiliki pendekatan serupa dalam mengatur strategi permainan.
Pengalaman di Kompetisi Internasional
John Herdman memiliki pengalaman yang cukup mumpuni di kompetisi antar negara. Ketika menangani Selandia Baru, ia mengawal perjuangan tim pada beberapa edisi Piala Dunia, termasuk Piala Dunia Wanita U20 2006 di Rusia, Piala Dunia U20 Wanita 2008 di Chile, dan Piala Dunia Wanita (senior) 2008 di China. Selain itu, ketika menangani Kanada, ia ikut serta dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. Di tingkat junior, ia juga berperan penting dalam pembinaan usia muda Kanada, termasuk Piala Dunia U20 di Jepang 2012, Piala Dunia U20 di Kosta Rika 2014, serta Piala Dunia U17 di Yordania 2016.
Prestasi dan Trofi yang Diraih
Selama menjadi pelatih, John Herdman mencapai masa keemasannya bersama Timnas Kanada putri di ajang Olimpiade. Ia berhasil membawa tim tersebut meraih medali perunggu di Olimpiade London 2012 dan Rio 2016. Prestasi ini menunjukkan kemampuannya dalam memimpin tim dan menciptakan hasil yang baik di tingkat internasional.
Status Tanpa Klub
Pengalaman terakhir John Herdman sebagai pelatih adalah menangani Toronto FC di Major League Soccer (MLS) pada musim 2024. Di bawah kendali John Herdman, Toronto FC meraup total 37 poin dengan rincian 11 menang, empat imbang, dan 22 kalah. Performa yang kurang memuaskan membuatnya mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala pada November 2024. Hingga saat ini, John Herdman belum berstatus sebagai pelatih manapun.
Kesimpulan
Dengan latar belakang yang kuat dan pengalaman di berbagai kompetisi internasional, John Herdman menjadi sosok yang menarik perhatian sebagai calon pelatih Timnas Indonesia. Meski masih dalam proses negosiasi, penunjukan John Herdman bisa menjadi langkah penting dalam membangun tim yang lebih kuat dan kompetitif di kancah internasional.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











