Kualitas Udara yang Menurun dan Peran Kendaraan Listrik
Kualitas udara di wilayah Jabodetabek pada Agustus 2023 menunjukkan penurunan yang signifikan, menjadi peringatan keras bagi pemerintah. Langit yang biasanya cerah selama musim kemarau kini terlihat gelap dan tertutup oleh polusi. Hal ini meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat, sementara kendaraan bermotor berbahan bakar fosil disebut sebagai salah satu penyebab utamanya.
Pemerintah mengambil langkah cepat dengan mempercepat transisi ke kendaraan listrik. Salah satu bentuk dukungan adalah subsidi pembelian motor listrik sebesar Rp 7 juta per unit. Selain itu, insentif untuk konversi motor bensin ke listrik dinaikkan menjadi Rp 10 juta per unit sejak Desember 2023.
Ojol Beralih ke Motor Listrik
Muhammad Adhi, mantan pegawai asuransi yang kini menjadi pengemudi ojek online, mengatakan bahwa program tersebut sangat membantunya. Ia memilih skema cicilan harian sebesar Rp 50 ribu untuk memiliki motor listrik dari Grab. Menurutnya, motor listrik lebih hemat dibandingkan motor bensin.
“Sehari saya bisa mendapatkan antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. Setelah membayar cicilan sebesar Rp 50 ribu dan kuota perjalanan sebesar Rp 25 ribu, sisanya bisa digunakan untuk keluarga,” ujarnya.
Kuota perjalanan sebesar Rp 25 ribu berlaku untuk jarak 100 km dan dapat digunakan selama 30 hari. Rata-rata, Adhi mengangkut 10–12 penumpang per hari, dengan rute dari Tangerang Selatan ke berbagai titik di Jakarta.
Lebih Hemat dan Praktis
Motor listrik Smoot Tempur yang digunakan Adhi tidak memerlukan biaya isi baterai. Ia cukup menukar baterai di SPBKLU milik SWAP Energi yang tersebar di Alfamart, Alfamidi, dan Shell. Biaya hanya untuk kuota perjalanan, tanpa tambahan untuk pengisian daya.
“Gratis. Cek di aplikasi SWAP, cari stasiun terdekat, lihat baterai yang sudah penuh, tinggal tukar,” katanya.
Biaya perawatan pun nyaris nol. Pemerintah memberikan kemudahan servis, dan tempat cicilan motor listrik tidak mengenakan biaya perawatan. Bandingkan dengan motor bensin yang membutuhkan ganti oli dan servis rutin, bisa menghabiskan ratusan ribu per bulan.
Data Efisiensi dan Emisi
Menurut Kementerian ESDM, konsumsi energi motor listrik hanya 0,033 kWh/km dengan biaya sekitar Rp 48/km. Sementara motor bensin menghabiskan 0,033 liter/km dengan biaya Rp 300/km.
PLN menyebut, motor listrik menempuh 50 km hanya dengan 1,5 kWh atau sekitar Rp 2.500, sedangkan motor bensin butuh 1 liter BBM seharga Rp 13.000. Artinya, motor listrik lebih hemat hingga 80 persen.
Dari sisi emisi, kendaraan listrik jauh lebih bersih. Mobil bensin menghasilkan 125 gram CO₂/km, sedangkan mobil listrik hanya 67,82 gram CO₂/km jika diisi dari PLTU batu bara, dan bisa turun hingga 9,90 gram CO₂/km jika menggunakan energi terbarukan.
Infrastruktur Diperluas
PLN telah membangun lebih dari 600 SPKLU dan 9.600 charging station untuk motor listrik di seluruh Indonesia, termasuk 2.000 unit di Jakarta. Targetnya, setiap 15 motor listrik harus memiliki satu titik tukar baterai.
PLN juga menyiapkan 19 SPKLU tambahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dan kota penyangga seperti Balikpapan dan Samarinda. Total SPKLU di Kalimantan Timur dan Utara akan bertambah menjadi 40 unit pada 2024.
Untuk mendukung wirausaha SPBKLU, PLN memberikan insentif biaya tambah daya. Misalnya, untuk ruko yang ingin pasang mesin tukar baterai, biaya tambah daya hanya Rp 150 ribu dari kebutuhan 5.500 watt.
Tantangan dan Target Pemerintah
Deputi Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin, menyebut kendaraan bermotor sebagai penyumbang utama polusi udara di Jabodetabek. Pemerintah menargetkan 13 juta motor listrik dan 2 juta mobil listrik beroperasi pada 2030.
Namun, penetrasi pasar masih rendah. Dari 17 merek motor listrik yang memiliki TKDN di atas 40 persen, belum ada yang mendominasi. Masyarakat cenderung memilih merek yang sudah populer di pasaran.
Hingga akhir 2023, baru 11.532 unit motor listrik tersalurkan dari kuota subsidi 600 ribu unit. Artinya, masih ada lebih dari 590 ribu unit yang belum terserap.
Motor listrik bukan hanya solusi hemat, tapi juga langkah nyata mengurangi polusi dan emisi. Dengan subsidi, infrastruktur yang terus diperluas, dan efisiensi operasional yang terbukti, kendaraan listrik menjadi harapan baru bagi transportasi perkotaan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











