Kembalinya Oppo ke Pasar Ponsel Lipat
Pada awal tahun 2026, persaingan di pasar ponsel layar lipat semakin sengit. Dua perusahaan teknologi Tiongkok, Vivo dan Oppo, menjadi dua pemain utama yang saling bersaing untuk menarik perhatian konsumen. Meski keduanya dikenal sebagai inovator dalam menghadirkan perangkat lipat dengan desain futuristik dan fitur canggih, pertanyaannya adalah siapa yang lebih unggul dalam merebut hati pengguna di awal tahun ini?
Oppo, yang sebelumnya vakum dari pasar ponsel lipat bergaya flip setelah meluncurkan Oppo Find N3 Flip pada 2023, tampaknya akan kembali meramaikan segmen ini pada 2026. Informasi ini pertama kali muncul dari pembocor teknologi asal Tiongkok, Smart Pikachu, yang menyebut bahwa Oppo sedang menyiapkan perangkat lipat clamshell terbaru yang lebih ringkas dan ringan dibanding pendahulunya.
Langkah ini strategis karena tren ponsel lipat saat ini tidak hanya berfokus pada inovasi, tetapi juga kenyamanan dan portabilitas. Oppo ingin mengulang kesuksesan Find N3 Flip yang sempat mencuri perhatian karena layar sekunder yang fungsional dan desain ramping. Namun, hingga artikel ini ditulis, Oppo belum secara resmi mengumumkan tanggal peluncuran atau spesifikasi lengkap perangkat barunya.
Vivo X Fold 5: Menantang dengan Ketipisan dan Performa
Sementara Oppo masih dalam tahap persiapan, Vivo telah lebih dulu meluncurkan X Fold 5, perangkat lipat flagship yang langsung mencuri perhatian publik. Vivo mengklaim bahwa X Fold 5 adalah ponsel lipat paling tipis di dunia saat ini, bersaing langsung dengan Oppo Find N6 yang juga mengusung klaim serupa.
Vivo X Fold 5 hadir dengan desain elegan, engsel yang lebih tahan lama, dan layar utama AMOLED 8 inci dengan refresh rate 120Hz. Perangkat ini juga dilengkapi chipset Snapdragon 8 Gen 3, RAM hingga 16GB, serta sistem pendingin canggih untuk mendukung performa gaming dan multitasking. Kamera belakang menggunakan sensor ZEISS, yang menjadi nilai tambah bagi pengguna yang mengutamakan fotografi mobile.
Dari sisi perangkat lunak, Vivo menyematkan fitur multitasking yang lebih intuitif, termasuk kemampuan menjalankan tiga aplikasi sekaligus dalam satu layar. Ini menjadi nilai jual utama bagi kalangan profesional dan pengguna produktif.
Strategi Pasar: Siapa Lebih Agresif?
Dalam hal strategi pemasaran, Vivo terlihat lebih agresif di awal 2026. Mereka menggandeng sejumlah influencer teknologi dan fotografer profesional untuk memamerkan keunggulan kamera dan desain X Fold 5. Kampanye digital mereka juga menyasar pengguna muda yang menginginkan perangkat stylish namun tetap powerful.
Sebaliknya, Oppo tampaknya masih bermain aman. Setelah kabar pembatalan peluncuran ponsel lipat flip pada 2024 karena pasar yang melambat, Oppo kini lebih berhati-hati dalam merilis produk baru. Namun, ini bisa menjadi pedang bermata dua: di satu sisi, mereka bisa belajar dari kesalahan masa lalu; di sisi lain, mereka bisa kehilangan momentum yang sudah dibangun oleh kompetitor seperti Vivo dan Samsung.
Respons Pasar dan Konsumen
Respons pasar terhadap Vivo X Fold 5 cukup positif. Banyak ulasan awal dari media teknologi menyebutkan bahwa perangkat ini berhasil menggabungkan desain premium dengan performa tinggi. Ketipisan dan bobot ringan menjadi nilai tambah yang signifikan, terutama bagi pengguna yang sebelumnya ragu menggunakan ponsel lipat karena ukurannya yang tebal dan berat.
Sementara itu, Oppo masih harus membuktikan diri. Meskipun Find N6 disebut-sebut membawa material titanium dan peningkatan pada sistem kamera, belum ada gebrakan signifikan yang membuatnya menonjol dibanding Vivo. Konsumen kini menunggu apakah Oppo benar-benar akan merilis perangkat flip baru yang bisa menyaingi dominasi Vivo di awal tahun ini.
Siapa yang Lebih Unggul?
Jika menilai dari kehadiran produk nyata dan respons pasar, Vivo tampaknya lebih unggul di awal 2026. Peluncuran X Fold 5 yang tepat waktu, strategi pemasaran yang agresif, serta inovasi nyata dalam desain dan performa menjadikan Vivo sebagai pemimpin sementara dalam segmen ponsel lipat.
Namun, bukan berarti Oppo tertinggal jauh. Jika rumor tentang perangkat flip terbaru mereka benar adanya, dan jika Oppo mampu menghadirkan fitur-fitur revolusioner seperti kamera bawah layar atau pengisian daya super cepat, maka persaingan bisa kembali seimbang dalam waktu dekat.
Pertarungan Masih Panjang
Persaingan antara Vivo dan Oppo di pasar ponsel lipat masih jauh dari kata usai. Keduanya memiliki basis penggemar yang kuat, sumber daya riset yang besar, serta kemampuan produksi yang mumpuni. Tahun 2026 baru saja dimulai, dan banyak hal bisa berubah dalam hitungan bulan.
Yang pasti, konsumen adalah pihak yang paling diuntungkan dari persaingan ini. Dengan terus mendorong batas inovasi, baik Vivo maupun Oppo akan saling memacu untuk menghadirkan perangkat yang lebih baik, lebih canggih, dan lebih terjangkau.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











