"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Saksi Buka Kondisi Brigadir Nurhadi di Hotel Sebelum Dibawa ke Klinik

Detik-Detik Brigadir Nurhadi Meninggal di Kolam Villa Tekek

Brigadir Muhammad Nurhadi ditemukan tewas di kolam Villa Tekek The Beach House Hotel, Gili Trawangan, Rabu (17/4/2025). Kejadian ini menjadi perhatian besar setelah pengadilan Negeri Mataram menggelar sidang dengan terdakwa I Made Yogi Purusa Utama dan Aris Candra. Dalam persidangan, saksi-saksi memberikan kesaksian yang memperlihatkan bagaimana kejadian tersebut berlangsung.

Pesanan Kelapa Muda dan Perilaku Anomali

Pegawai hotel Goval memberikan kesaksian bahwa Nurhadi sempat memesan dua kelapa muda dan meminta diantarkan ke kamarnya. Saat itu, Goval sedang berada di kolam atas dan melihat Nurhadi berperilaku aneh. “Dia seperti orang linglung dan menggigil, nengok kanan kiri dan memanggil saya,” ujar Goval di hadapan majelis hakim.

Dua menit kemudian, Goval membawa kelapa muda tersebut ke kamar hotel. Dia mengetuk pintu dan dibukakan oleh Misri, teman kencan Yogi yang juga tersangka. Goval mengenali identitas Misri dari tanda tangan di nota pemesanan.

Kehadiran Misri di Kolam

Saksi lain, Rahman, mengatakan bahwa dirinya pernah mengantarkan gelas ke kamar tempat Yogi dan Misri menginap. Pada saat itu, Misri sedang berenang menggunakan pakaian lengan pendek warna hitam. Rahman tidak melihat Nurhadi, dan tidak pernah mengantarkan minuman keras karena hotel tidak menjualnya.

Tenggelam di Kolam dan Pertolongan

Brigadir Nurhadi kemudian dikabarkan tenggelam di kolam dan mendapatkan pertolongan resusitasi jantung paru (RJP). Untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, korban dibawa ke klinik menggunakan cidomo. Satpam hotel Sudiartawan menyatakan bahwa beberapa pegawai ikut menumpang dan memastikan bahwa korban tidak pernah terjatuh maupun terbentur ke salah satu bagian sisi cidomo.

Luka-Luka pada Tubuh Korban

Saksi lain, Ida Ardana, mengungkapkan bahwa dia melihat luka-luka di beberapa bagian tubuh Nurhadi, seperti di telapak kaki dan hidung sebelum dinaikkan ke cidomo. “Di telapak kaki ada luka terkelupas. Ada cairan di hidung warna merah muda sedikit,” kata Ida.

Kronologi Penganiayaan

Dalam sidang dakwaan, JPU menyebut bahwa bekas luka di wajah Nurhadi disebabkan pukulan tangan kiri Aris. Pada Rabu 16 April 2025 pukul 19:59 Wita, Aris datang ke villa untuk memberikan ponselnya kepada Yogi. Saat itu, Nurhadi masih berenang di kolam. Aris kemudian menegurnya karena ucapan tidak sopan dan memukulnya menggunakan tangan kiri sebanyak empat kali.

Aris kembali ke kamarnya, sementara Yogi terbangun setelah merasa pusing akibat mengonsumsi minuman keras dan narkoba. Yogi melihat Nurhadi bersama Misri di sekitar kolam. Karena curiga, Yogi memiting korban dan mengunci tubuhnya hingga Nurhadi memberontak dan mengalami luka.

Setelah lemas, Yogi melepas pitingannya dan mendorong tubuh Nurhadi ke kolam. Setelah itu, Yogi melompat ke kolam untuk menyelamatkan korban, tetapi Nurhadi tidak memberikan respons.

Penanganan Medis dan Upaya Penyembunyian

Misri meminta Yogi menghubungi Aris yang menginap di hotel lainnya. Aris langsung menuju resepsionis untuk meminta bantuan dokter. Sekitar pukul 21:29 Wita, tim dokter datang dan memberikan pertolongan. Pukul 21:49, Nurhadi dibawa ke Klinik Warga Medika menggunakan cidomo dan tiba pukul 22:14 Wita. Pukul 22:30 Wita, Nurhadi dinyatakan meninggal dunia.

Aris melarang tim dokter untuk mendokumentasikan sebagai bahan penyusunan rekam medik. Tim medis Klinik Warna membuat surat kematian tertanggal mundur 16 April 2024, padahal peristiwa itu terjadi 2025. Yogi dan Aris juga melarang petugas patroli melakukan identifikasi terhadap jenazah korban.

Upaya Penyembunyian Bukti

Yogi dan Aris meminta agar percakapan di ponsel dihapus, termasuk percakapan dengan Meylani Putri. Mereka juga menghubungi Kasat Reskrim Polres Lombok Utara untuk menghapus rekaman CCTV di hotel. Yogi terus meminta perkembangan hasil olah TKP dan meminta Punguan menyebut Nurhadi meninggal akibat salto di kolam.


Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *