Fakta Terkini tentang Kematian Subekan
Subekan, seorang sopir taksi online berusia 23 tahun, ditemukan dalam kondisi tangan terikat di bawah Jembatan Cimake, Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Kejadian ini mengejutkan seluruh masyarakat setempat dan memicu penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Ucapan Terakhir yang Menjadi Pamit Terakhir
Kakak korban, Muhammad Irvan (30), mengungkap bahwa ucapan terakhir Subekan menjadi momen pamit terakhir kepada keluarga. Pada Minggu (30/11/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Subekan pamit untuk mengambil orderan dari Bundaran Dua Citra Raya ke daerah Cilegon. Saat itu, Irvan, ayah, dan ibu sedang berada di rumah.
Irvan tidak pernah menduga bahwa pertemuan tersebut akan menjadi yang terakhir. Selama dua tahun bekerja sebagai pengemudi taksi online, Subekan sering kali mengambil orderan pada malam hari. Ia biasanya pulang pagi atau siang hari, tergantung jenis orderan yang diterimanya.
Penemuan Jenazah yang Menggemparkan
Jenazah Subekan ditemukan sekitar pukul 06.15 WIB di bawah Jembatan Cimake dalam kondisi terikat. Menurut keterangan warga, jenazah pertama kali dilihat oleh seorang warga yang sedang berolahraga pagi. Saat didekati, korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan tangan terikat tali.
Camat Pabuaran, Idham Danal, menyampaikan bahwa penemuan mayat tersebut awalnya dilaporkan oleh tiga anak kecil yang sedang berlari pagi. Mereka langsung memberi tahu warga sekitar, dan kemudian langsung mendatangi TKP. Saat ini, kasus ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian.
Barang Bukti yang Ditemukan
Menurut keterangan Idham, korban ditemukan mengenakan baju putih bergaris hitam dan celana pendek abu-abu. Barang bukti yang ditemukan di TKP hanya berupa pakaian, jam tangan, tali ties, dan tisu.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian MS (23). Ia membenarkan kondisi korban saat ditemukan, yakni tangan terikat tali ties serta terdapat bekas jeratan di leher.
Alfano menegaskan pihaknya masih mendalami dugaan apakah MS merupakan korban kekerasan atau pembunuhan sebelum ditemukan warga. “Masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (1/12/2025).
Dugaan Pembegalan dan Pembunuhan
Kakak korban, Muhammad Irvan, menduga adiknya tewas setelah menjadi korban pembegalan disertai pembunuhan. Sebab, kata dia, selain jam tangan yang masih menempel di tubuhnya, seluruh barang berharga milik korban hilang dibawa para pelaku.
“Semua barangnya itu hilang, seperti handphone dan sebagainya, termasuk mobil jenis Calya yang baru dua tahun dia kredit,” ujarnya saat ditemui di rumah duka, Senin (1/12/2025).
Tak hanya itu, lanjut Irvan, para pelaku juga diduga lebih dulu menghabisi nyawa korban sebelum membuang jenazahnya ke bawah jembatan. “Soalnya di sekujur tubuh adik saya itu banyak lebam, terus kepalanya pecah, dan lehernya selain bekas diikat tali ties juga digorok,” ungkapnya.
Irvan mengaku, selama hidup sang adik dikenal sebagai sosok humoris dan tidak pernah membuat masalah di lingkungannya. “Dia orangnya enggak neko-neko, suka bercanda juga. Dan sebelum dapat kabar beliau meninggal, malam itu dia cuma izin narik (taksi online) seperti biasanya,” kata Irvan.
Harapan Keluarga
Karena itu, mewakili keluarga, dirinya berharap pelaku dapat segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. “Harapan keluarga, semua pelaku ditangkap dan dihukum setimpal, dihukum mati. Nyawa dibalas nyawa,” kata Irvan dengan nada geram.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











