Pasar Malam di Parigi Moutong Tewaskan Remaja 14 Tahun, Warga Emosi Bakar Wahana
Pasar malam sering menjadi tempat hiburan yang ramai dikunjungi oleh masyarakat. Di sini, pengunjung bisa menikmati berbagai wahana permainan seperti biang lala, kora-kora, komedi putar, banyu ombak hingga rumah hantu. Namun, kejadian tragis baru-baru ini di Desa Malino, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengubah suasana tersebut menjadi penuh duka.
Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun tewas setelah tersengat listrik di wahana rumah hantu. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (29/11/2025) malam. Korban bernama Aidil dari Desa Ongka. Awalnya, korban bersama teman-temannya memasuki wahana rumah hantu. Diduga, korban tidak sengaja menyentuh kabel instalasi listrik yang terkelupas. Upaya pertolongan yang dilakukan warga gagal menyelamatkan nyawa korban.
Warga yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan, tetapi nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Duka yang mendalam dirasakan oleh keluarga dan warga sekitar. Beberapa warga menyampaikan ucapan “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” sebagai bentuk belasungkawa. Unggahan duka juga tersebar melalui akun media sosial warga Desa Malino.
Warga Emosi, Pasar Malam Dibakar
Kejadian ini memicu emosi warga yang kemudian melakukan aksi pembakaran terhadap beberapa wahana di pasar malam. Informasi awal tentang kejadian ini muncul melalui unggahan akun Facebook Sisi Sulteng. Korban dilaporkan tersengat listrik di wahana Rumah Hantu yang beroperasi di area hoya-hoya.
Setelah mengetahui korban telah meninggal dunia, situasi semakin memanas. Sejumlah warga langsung membakar bagian wahana pasar malam. Video yang dibagikan Sisi Sulteng memperlihatkan warga berkumpul di lokasi kejadian. Api cepat membesar dan menyebar ke beberapa wahana lainnya.
Kapolsek Bolano Lambunu, Iptu Nyoman Jayus Mulyawan, menjelaskan bahwa awalnya warga membakar wahana Rumah Hantu. Massa terbawa emosi setelah mengetahui ada korban meninggal akibat tersengat listrik. Setelah Rumah Hantu terbakar, situasi semakin memanas dan sebagian warga merusak komedi putar serta wahana kora-kora.
Penyelidikan Polisi
Polisi masih menyelidiki penyebab insiden tewasnya Aidil, remaja 14 tahun tersengat listrik di wahana hiburan malam Desa Malino. Kapolsek Bolano Lambunu, Iptu Nyoman Jayus Mulyawan, mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab. Semua komponen listrik akan diperiksa untuk mengetahui adanya kelalaian penyedia hiburan.
Selain itu, penyidik juga mengumpulkan keterangan dari pengelola wahana. Polisi akan memastikan apakah standar keselamatan benar-benar diterapkan. Hasil penyelidikan nanti akan menentukan langkah hukum selanjutnya.
Pengalaman Serupa di Serang Banten
Kejadian serupa pernah terjadi di Serang Banten tahun 2023. Sebuah video amatir yang menampilkan pembakaran wahana pasar malam menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak beberapa lapak terlalap api pada malam hari. Diduga, warga membakar wahana pasar malam tersebut lantaran telah memakan korban jiwa seorang bocah 11 tahun.
Bocah berinisial MGA tewas akibat tersengat listrik di pagar pembatas di sekitar wahana bianglala. Jenazah MGA dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Serang untuk dilakukan autopsi. Dari hasil autopsinya diketahui tidak ada luka tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban tetapi didapati tanda trauma listrik.
Pengelola pasar malam di Serang Banten kemudian diamankan oleh polisi. Tiga orang pengelola pasar malam telah ditangkap dan terancam pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun.
Kesimpulan
Pasar malam yang biasanya menjadi tempat hiburan murah meriah segala usia kini menjadi tempat yang penuh duka. Kejadian tragis di Parigi Moutong dan Serang Banten menunjukkan pentingnya keselamatan pengunjung, terutama anak-anak. Warga meminta pihak pengelola wahana lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik dan menjadikan keselamatan pengunjung sebagai prioritas utama.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











