"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Mengungkap Keajaiban Komedi Indra Frimawan

Komedi yang Membuat Penonton Tertawa Sambil Bingung

Dunia komedi selalu menawarkan tren-tren unik yang bisa dianalisa dan dinikmati. Dulu, Indonesia pernah mengalami masa kejayaan komedi slapstick ala OVJ, lalu muncul pula musik komedi seperti Team Lo. Kini, Stand Up Comedy menjadi salah satu bentuk hiburan yang sangat diminati. Banyak komika tidak hanya berkarir sebagai pelawak, tetapi juga menjalani berbagai profesi lain seperti pemain film, penulis buku, konten kreator, atau bahkan host dalam sebuah siniar.

Salah satu komika yang patut diapresiasi adalah Indra Frimawan. Seorang komika yang berasal dari SUCI 5 ini berhasil meraih Juara 3. Berbeda dengan komika lain yang biasanya menggunakan gaya observasi, Frimawan hadir dengan konsep “mind blowing” yang membuat para penonton tertawa sambil membatin “kok bisa gini jalan pikirannya.”

Saat ini, Frimawan menjadi Host di sebuah siniar bernama LOGICKAH yang terafiliasi oleh Close The Door. Ia sering membuat bintang tamu frustrasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang absurd namun dibawakan secara serius. Bahkan ada bintang tamu yang sampai menghantam meja karena kesal.

Jika dibandingkan dengan pemain sepak bola, Frimawan seperti seorang gelandang bertahan yang mampu mematahkan serangan argumen dari lawan. Bagi lawan bicaranya, tidak ada narasi yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan Frimawan. Lalu, apa yang membuatnya begitu lucu dan sukses menciptakan warna baru dalam industri hiburan?

Terdapat 2 Narasi Penyokong dalam 1 Premis Pertanyaan

Dalam episode siniar LOGICKAH yang menghadirkan Mamat Alaktiri, Frimawan memberikan contoh yang sangat menarik. Ia bertanya:

Frimawan: “Kalau Kiper itu penjaga gawang, trus yang ngumpe siapa?”

Mamat: “Ya nggak ada yang ngumpet, lah.”

Frimawan: “Lah kan ada yang jaga gawang, berarti ada yang ngumpet, dong?”

Yang membuat situasi lucu adalah ekspresi bingung dan kesal Mamat ketika mendapatkan pertanyaan yang tidak biasa. Dalam narasi tersebut, terdapat dua narasi penyokong, yaitu terkait penjaga gawang dalam dunia sepak bola dan orang yang jaga ketika bermain petak umpet. Hal ini menghasilkan pertanyaan yang sebenarnya sudah menjadi punchline.

Timing yang Presisi

Komedi yang mind blowing memerlukan timing yang sangat presisi. Greg Dean dalam bukunya Step by Step Stand Up Comedy menyebutkan bahwa “Comedy is = Tragedi + Time”, artinya jika timing-nya tidak pas, hasilnya akan menjadi tragedi.

Frimawan memiliki kecakapan dalam hal timing. Ia tahu kapan harus diam agar penonton bisa berpikir sebelum tertawa. Ia juga mampu “menyerobot” pembicaraan dengan timing yang nyaris sempurna sehingga membuat lawan bicara terkecoh.

Contohnya saat ia bertanya:

Frimawan: “Kalau ada anak kecil ompong, kok ada anak kecil udah dipanggil ‘Om’?”

Mamat: “Ompong itu maksudnya satu kata bukan dua kata, (maksud Mamad ompong bukan om pong).”

Ketika Mamat berada dalam kekesalan level ultimate, nada bicaranya semakin keras dengan gesture tangan yang menunjuk-nujuk ke wajah Frimawan. Dalam sesi itu, Frimawan memainkan timing agar pengucapan “ompong” bisa terkesa “om pong”.

Pandai Menggunakan Padanan Istilah Untuk Membuat Lawan Bicara Frustrasi

Contoh lain adalah saat Frimawan bertanya kepada Mamat Alkatiri, yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi:

Frimawan: “Gigi Tanggal itu, tanggal berapa?”

Mamat: “Terserah tanggal berapa. Maksudnya Gigi tanggal itu biasanya diawali dengan Gigi yang bergoyang.”

Frimawan: “Kalau Gigi goyang, perlu disawer?”

Pertanyaan selanjutnya membuat Mamat semakin kesal:

Frimawan: “Kalau ada pasien yang mengeluhkan sakit gigi, lalu dokter bilang ‘buka mulut’ lalu pasien menjawab ‘tidak mau, saya akan tetap menjaga rahasia kabupaten’.”

Bertanya Selayaknya Orang Lugu Bertanya

Ada juga pertanyaan yang terkesan bodoh, tetapi ditanggapi dengan kekesalan oleh Mamat. Contohnya:

Frimawan: “Apakah Boleh pemain bola bermain catur?”

Dan juga:

Frimawan: “Jika manusia punya gigi kelinci, apakah kelinci punya gigi manusia?”

Atau:

Frimawan: “Kalau ada gigi seri, kenapa nggak dilanjut sampai ada yang menang?”

Dari sekian juta manusia di Indonesia, mungkin hanya Frimawan-lah yang terpikir membuat pertanyaan yang membuat siapapun yang mendengarnya akan berpikir sedikit ngelag. Konyolnya, ketika lawan bicara mencoba membalikkan narasi dengan gaya Frimawan, justru Frimawan-lah yang membalasnya dengan statement yang “lurus” alias tanpa mengada-ada.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *