"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Temuan Dugaan Penyebab Kebakaran di SMPN 4 Sungai Kunyit Mempawah

Tim Puslabfor Lakukan Olah TKP Kebakaran di SMPN 4 Sungai Kunyit

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di ruang keterampilan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah. Proses ini dilakukan pada Sabtu 18 April 2026 pagi WIB. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan penyebab kebakaran secara objektif dan ilmiah.

Kapolsek Sungai Kunyit, Iptu Lodrick Taliak Hungan mengatakan bahwa pihaknya menggandeng tim Puslabfor guna memperoleh hasil yang lebih akurat. “Kami meminta bantuan Tim Puslabfor Polda Kalbar untuk melakukan olah TKP secara ilmiah, sehingga penyebab kebakaran bisa diketahui secara pasti,” ujar Kapolsek saat dikonfirmasi, Minggu, 19 April 2026.

Tahapan dalam Olah TKP

Dalam proses olah TKP, tim melakukan berbagai tahapan mulai dari pemeriksaan saksi, pengecekan lokasi kejadian, hingga pengumpulan barang bukti. Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya potongan kabel instalasi listrik serta material sisa kebakaran berupa arang. Tak hanya itu, tim juga melakukan dokumentasi menyeluruh dengan pengambilan foto dan video di area yang terbakar.

Dugaan Sementara Kebakaran

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. “Untuk dugaan awal, sumber api diduga berasal dari plafon pintu sebelah timur area tengah bangunan dan mengarah pada korsleting listrik,” jelas Iptu Lodrick.

Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium forensik. “Kesimpulan final tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta sinkronisasi dengan keterangan para saksi,” tegasnya.

Kerugian Akibat Kebakaran

Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta. Kerusakan meliputi bangunan ruang keterampilan serta sejumlah peralatan administrasi sekolah. Polisi sendiri telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, termasuk berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memutus aliran listrik sementara guna mencegah potensi kebakaran susulan.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi. Percayakan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” tutup Iptu Lodrick.

Kronologi Kebakaran

Sebelumnya, saat hari kejadian pada Jumat 17 April 2026, Iptu Lodrick menjelaskan bahwa api dengan cepat menjalar ke bagian atap bangunan. Hal ini diduga karena material bangunan yang mudah terbakar seperti rangka kayu dan plafon triplek.

“Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba,” ungkapnya. Sekitar pukul 14.00 WIB, sejumlah armada damkar dari berbagai wilayah datang ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

  • Di antaranya dua unit damkar dari Desa Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, satu unit dari Desa Semudun, satu unit dari PT BAI, serta dua unit dari BPBD Kabupaten Mempawah.
  • Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB dan situasi dinyatakan kondusif, jelasnya.

Kapolsek mengatakan, pihak kepolisian langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian. “Kami langsung melakukan pengamanan di TKP serta pengaturan arus lalu lintas agar proses pemadaman berjalan lancar,” katanya.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *