Pemeriksaan Rutin Dapur SPPG untuk Pastikan Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Kapolsek Kuta Alam melakukan pengecekan rutin terhadap Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banda Aceh, dalam rangka memastikan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengecekan ini dilakukan guna memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada pelajar dan masyarakat berjalan dengan aman dan tepat sasaran.
Pemeriksaan mencakup berbagai aspek, mulai dari kebersihan dapur hingga kelayakan menu yang akan didistribusikan. Selain itu, penggunaan rapid test juga menjadi bagian penting dari proses pemeriksaan, agar dapat memastikan keamanan makanan yang disajikan.
Langkah-langkah yang Dilakukan dalam Pemeriksaan
-
Pengecekan Kebersihan Dapur
Polisi memastikan bahwa seluruh area dapur dalam kondisi bersih dan layak digunakan. Hal ini termasuk pemeriksaan alat produksi, tempat penyimpanan bahan baku, serta proses pengemasan makanan. -
Pemeriksaan Menu dan Bahan Baku
Setiap menu yang akan disajikan dicek kelayakannya. Selain itu, pemilihan bahan baku juga menjadi fokus utama, agar tidak ada bahan berbahaya yang masuk ke dalam makanan. -
Penggunaan Rapid Test
Penggunaan rapid test seperti Sianida, Formalin, Nitrit, Boraks, dan Arsen dilakukan untuk memastikan bahwa makanan yang diberikan aman dikonsumsi. Langkah ini tidak hanya sebagai formalitas, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat. -
Pemantauan Distribusi Makanan
Selain pemeriksaan di dapur, pihak kepolisian juga berencana melakukan pemantauan rutin ke distributor, agar pasokan bahan baku tetap lancar dan sesuai standar.
Peran Polisi dalam Mendukung Program MBG
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Kuta Alam, AKP Irfan Ismail menyampaikan bahwa pengecekan rutin ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program nasional MBG. Tujuannya adalah memastikan bahwa pelayanan berjalan bersih, layak, dan tepat sasaran.
Selama pemeriksaan, Kapolsek bersama Koordinator MBG, Putra Fayyed turut mengecek proses pengemasan makanan, standar kebersihan dapur, hingga kelayakan alat produksi. Ia menyebutkan bahwa pihaknya berencana melakukan pemantauan rutin ke distributor, untuk mendorong peningkatan pasokan bahan baku bagi dapur SPPG.
Tindakan yang Diambil untuk Memastikan Keamanan Makanan
Kapolsek Kuta Alam juga mengingatkan Ka SPPG agar lebih teliti dalam memeriksa makanan sebelum disalurkan, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sebelumnya, Polresta Banda Aceh telah menggunakan rapid test pada seluruh Dapur SPPG, terutama dapur SPPG Polri Polresta Banda Aceh dan lainnya yang ada di wilayah hukum setempat.
Langkah ini diambil untuk memastikan program MBG berjalan aman dan higienis dengan menerapkan food safety yang ketat. Kombes Andi Kirana menekankan agar SPPG di wilayah hukumnya meningkatkan pengawasan ketat terhadap dapur MBG, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi.
Standar Operasional yang Harus Dipatuhi
Ia menekankan bahwa seluruh SPPG di wilkum setempat harus mematuhi SOP yang ketat, mencakup proses pengadaan bahan baku, pengelolaan, hingga penyajian, harus benar-benar aman dan higienis. Seperti yang diterapkan di SPPG Kemala Bhayangkari Cabang Kota Banda Aceh, sudah dilengkapi dengan rapid test, setiap hari sebelum disalurkan kepada penerima, personel Dokkes Polda Aceh dan Sidokkes Polresta selalu melakukan pemeriksaan.
Pemeriksaan yang dilakukan di antaranya Test Kit Sianida, Formalin, Nitrit, Boraks dan Arsen. Menurutnya, penyediaan rapid test pada setiap menu makanan bukan hanya formalitas, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab dan menjaga mutu makanan itu sendiri. Ia meminta sebelum disajikan kepada penerima manfaat, agar setiap SPPG di wilayah hukum Polresta Banda Aceh dilakukan food safety melalui rapid test, terhadap menu MBG untuk mencegah keracunan.











