"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Puskesmas Gentuma Gorontalo Utara Buka Pojok Kasih Sayang untuk Konsultasi Psikologis

Inovasi Pojok Kasih Sayang di Puskesmas Gentuma

Puskesmas Gentuma, yang berada di Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, baru saja meluncurkan layanan inovatif bernama Pojok Kasih Sayang. Layanan ini merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan ruang konsultasi awal untuk masalah psikologis, tekanan emosional, atau permasalahan keluarga.

Dokter Nia Rahmawinata, sebagai penggagas inisiatif tersebut, menjelaskan bahwa Pojok Kasih Sayang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Ia menekankan bahwa banyak pasien datang dengan keluhan fisik seperti hipertensi, maag, atau sakit kepala, namun setelah diperiksa ternyata mereka juga mengalami beban mental yang memengaruhi kondisi kesehatannya.

Konsep dan Pengembangan Program

Inovasi Pojok Kasih Sayang merupakan bagian dari program Puskesmas Surga Kasih Sayang yang menjadi andalan Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu. Dokter Nia menyebutkan bahwa konsep ini diambil dari keresahan sehari-hari dan diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga selaras dengan program Asta Cita Presiden RI.

Awalnya, pihak puskesmas ingin menyediakan ruang khusus untuk pendekatan empatik, tetapi keterbatasan ruangan dan anggaran membuat mereka memilih pendekatan yang lebih sederhana. Dengan demikian, Pojok Kasih Sayang dibuat dalam bentuk layanan yang bisa langsung dijalankan tanpa memerlukan anggaran besar.

Lima Fitur Utama Pojok Kasih Sayang

  1. Lepas atau lembar ekspresi perasaan saya

    Melalui lembar ini, pasien diminta menuliskan apa yang sedang mereka rasakan, pikirkan, atau alami. Lembar tersebut diberikan saat pasien menunggu giliran pemeriksaan di poli. Metode ini dipilih karena banyak pasien sulit mengungkapkan persoalan secara lisan dan lebih sering menggunakan tulisan untuk menyampaikan perasaan mereka.

  2. Layanan konseling lanjutan

    Saat ini, pendampingan lanjutan masih dilakukan melalui rujukan ke psikiater. Puskesmas Gentuma sedang mengajukan kerja sama agar tenaga psikolog bisa hadir secara berkala.

  3. Selebrasi atau surga kecil literasi hebatkan generasi

    Ini merupakan pojok baca yang menyediakan buku dan bahan bacaan ringan tentang kesehatan, keluarga, pendidikan anak, hingga motivasi hidup.

  4. Pesan kasih sayang dari apotek

    Setiap pasien yang menerima obat akan mendapatkan kalimat penguatan tertulis yang disisipkan bersama obat. Pesan ini dibuat sederhana, tetapi diharapkan memberi dampak emosional positif.

  5. Silent Question Box, yakni kotak tanya anonim

    Melalui kotak ini, masyarakat bisa menuliskan pertanyaan atau masalah pribadi tanpa harus menyebut identitas.

Proses Pelayanan dan Respons Masyarakat

Mekanisme layanan Pojok Kasih Sayang tidak berdiri terpisah dari pelayanan puskesmas. Justru, program ini disisipkan ke dalam alur pemeriksaan yang sudah berjalan. Pasien tetap datang melalui loket pendaftaran seperti biasa, lalu menuju poli sesuai keluhan medis masing-masing. Saat menunggu pemeriksaan, pasien diberi kesempatan mengisi Lepas. Perawat akan memandu pasien jika diperlukan.

Dari hasil evaluasi awal, kelompok yang paling banyak membutuhkan layanan ini adalah remaja. Menurut Nia, banyak remaja di wilayah Gentuma menghadapi tekanan emosional akibat persoalan keluarga, kurang komunikasi dengan orang tua, hingga kasus pernikahan usia dini. Ia menyebut, berdasarkan pengamatan lapangan, banyak anak muda merasa rumah bukan lagi tempat nyaman untuk bercerita.

Evaluasi dan Harapan Masa Depan

Program Pojok Kasih Sayang mulai dirancang sejak September hingga Oktober 2025, seiring pelaksanaan penilaian Puskesmas Surga Kasih Sayang. Pada November 2025 dilakukan uji coba awal. Saat itu, format awal berupa lembar curhat sederhana masih dievaluasi karena dinilai belum efektif. Setelah melalui penyempurnaan, format Lepas kemudian diterapkan penuh mulai Januari 2026.

Hingga April 2026, program ini telah berjalan sekitar empat bulan secara penuh. Menurut Nia, selama masa berjalan, evaluasi terus dilakukan untuk melihat respons masyarakat dan efektivitas fitur yang ada. Dalam empat bulan pelaksanaan, respons masyarakat disebut cukup baik. Dari data lapangan, banyak pasien mulai memanfaatkan lembar ekspresi, membaca di pojok SELEBRASI, hingga memasukkan pertanyaan melalui Silent Question Box.

Ke depan, Puskesmas Gentuma berharap layanan ini dapat berkembang lebih jauh dengan dukungan tenaga profesional psikologi. Nia menilai kehadiran psikolog di tingkat puskesmas akan sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan rutin tetapi sulit mengakses layanan psikologi di kota. Ia menegaskan, persoalan kesehatan jiwa tidak bisa hanya ditangani melalui obat dan rujukan. Pendekatan psikologis yang dekat dengan masyarakat menjadi kebutuhan mendesak.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *