"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

50 Contoh Soal UTBK-SNBT 2026 Lengkap Jawaban Literasi Bahasa

Menghadapi UTBK-SNBT 2026 memerlukan strategi matang. Strategi dan persiapan matang menghadapi UTBK-SNBT 2026 perlu dipersiapkan mulai sekarang demi masuk PTN yang diimpikan. UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) adalah ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang dilakukan menggunakan komputer, diselenggarakan oleh SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru). Sementara SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) adalah salah satu jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang didasarkan pada hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Terutama dalam mengasah ketajaman analisis pada subtes Literasi Bahasa Indonesia yang kini lebih mengutamakan penalaran mendalam.

Kini, pelajar SMA terutama kelas XII (12) mencari contoh-contoh soal latihan UTBK-SNBT 2026. Nah, berikut disajikan 50 latihan soal yang dirancang khusus sesuai standar HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk menguji kemampuan pelajar dalam membedah teks, mengevaluasi argumen, hingga menarik simpulan logis. Segera kerjakan kumpulan soal ini sebagai simulasi mandiri untuk mengukur sejauh mana kesiapan Anda dalam menaklukkan seleksi masuk perguruan tinggi negeri impian.

Teks 1 (Soal Nomor 1-4)

Ketahanan pangan nasional ke depan tidak hanya bergantung pada luas lahan pertanian, tetapi juga pada kedaulatan benih. Saat ini, ketergantungan petani pada benih hibrida impor masih cukup tinggi. Padahal, Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah yang luar biasa. Benih lokal sering kali dianggap kalah produktif, namun mereka memiliki keunggulan adaptasi terhadap iklim mikro dan ketahanan terhadap hama lokal tanpa perlu asupan kimiawi berlebih. Pemerintah perlu memfasilitasi riset pemuliaan benih lokal oleh komunitas petani dan ilmuwan dalam negeri untuk menciptakan varietas unggul yang mandiri.

  1. Apa gagasan utama paragraf tersebut?
    A. Ketergantungan petani Indonesia terhadap benih hibrida impor

    B. Pentingnya kedaulatan benih dalam menjaga ketahanan pangan nasional

    C. Keunggulan benih lokal dibandingkan benih hibrida dari luar negeri

    D. Peran pemerintah dalam memfasilitasi riset pemuliaan benih lokal

    E. Potensi plasma nutfah Indonesia sebagai modal utama pertanian

    Jawaban : B. Pentingnya kedaulatan benih dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

  2. Berdasarkan teks, apa keunggulan utama benih lokal yang tidak dimiliki benih impor?

    A. Produktivitas yang jauh lebih tinggi dalam waktu singkat.

    B. Harga yang lebih murah karena tidak memerlukan biaya distribusi.

    C. Kemampuan adaptasi iklim lokal dan ketahanan hama alami.

    D. Kemudahan dalam proses penanaman tanpa pengawasan ahli.

    E. Ketersediaan yang melimpah di setiap toko pertanian.

    Jawaban : C. Kemampuan adaptasi iklim lokal dan ketahanan hama alami.

  3. Kata “kedaulatan” dalam teks tersebut memiliki makna yang paling dekat dengan…

    A. Kekuasaan tertinggi.

    B. Kemandirian penuh.

    C. Kepemilikan sah.

    D. Pengelolaan mandiri.

    E. Hak istimewa.

    Jawaban : B. Kemandirian penuh.

  4. Apa dampak negatif yang mungkin terjadi jika riset pemuliaan benih lokal tidak segera difasilitasi?

    A. Lahan pertanian akan semakin menyempit akibat alih fungsi.

    B. Petani akan terus terjebak dalam biaya produksi tinggi akibat ketergantungan impor.

    C. Hilangnya kekayaan plasma nutfah Indonesia secara permanen.

    D. Munculnya hama baru yang tidak bisa dibasmi oleh bahan kimia.

    E. Menurunnya minat generasi muda untuk bertani.

    Jawaban : B. Petani akan terus terjebak dalam biaya produksi tinggi akibat ketergantungan impor.

Teks 2 (Soal Nomor 5-7)

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, AI memungkinkan personalisasi pembelajaran yang sangat akurat bagi setiap siswa. Di sisi lain, ketergantungan berlebih pada alat berbasis AI dapat mendegradasi kemampuan berpikir kritis dan orisinalitas ide. Sebuah studi menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan AI sebagai asisten riset cenderung lebih cepat menyelesaikan tugas, namun mereka kesulitan menjelaskan kembali konsep dasar dari hasil kerja mereka sendiri.

  1. Pernyataan yang sesuai dengan isi teks di atas adalah…

    A. AI adalah satu-satunya solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

    B. Penggunaan AI selalu berakibat buruk pada kemampuan kognitif siswa.

    C. Kecepatan menyelesaikan tugas tidak selalu berbanding lurus dengan pemahaman konsep.

    D. Guru tidak lagi dibutuhkan karena AI sudah bisa mempersonalisasi pembelajaran.

    E. Orisinalitas ide hanya bisa didapat tanpa bantuan teknologi digital.

    Jawaban : C. Kecepatan menyelesaikan tugas tidak selalu berbanding lurus dengan pemahaman konsep.

  2. Frasa “pisau bermata dua” pada teks tersebut bermakna…

    A. Sesuatu yang sangat tajam dan berbahaya.

    B. Teknologi yang memiliki fungsi ganda namun sulit digunakan.

    C. Situasi yang memberikan keuntungan sekaligus risiko secara bersamaan.

    D. Alat yang dapat digunakan untuk menyerang maupun bertahan.

    E. Inovasi yang membawa perdebatan panjang di masyarakat.

    Jawaban : C. Situasi yang memberikan keuntungan sekaligus risiko secara bersamaan.

  3. Apa tujuan penulis mencantumkan hasil studi di akhir paragraf?

    A. Membuktikan bahwa AI adalah alat yang tidak efektif.

    B. Mendukung argumen tentang risiko degradasi kemampuan berpikir kritis.

    C. Memberikan contoh sukses penggunaan AI di sekolah.

    D. Menyarankan agar siswa berhenti menggunakan AI dalam riset.

    E. Menunjukkan bahwa AI sangat membantu dalam kecepatan kerja.

    Jawaban : B. Mendukung argumen tentang risiko degradasi kemampuan berpikir kritis.

Teks 3 (Soal Nomor 8-10)

Urban farming atau pertanian perkotaan menjadi tren di kota-kota besar Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Selain mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, kegiatan ini terbukti menurunkan suhu mikro di lingkungan sekitar dan mengurangi jejak karbon akibat pemangkasan rantai distribusi pangan. Namun, keterbatasan lahan dan kualitas air di perkotaan masih menjadi kendala utama bagi masyarakat yang ingin memulai.

  1. Kalimat yang merupakan fakta dalam teks tersebut adalah…

    A. Urban farming adalah tren yang paling bermanfaat saat ini.

    B. Urban farming mampu menurunkan suhu mikro di lingkungan sekitar.

    C. Keterbatasan lahan adalah kendala yang paling sulit diatasi di kota.

    D. Masyarakat kota wajib melakukan urban farming demi kelestarian alam.

    E. Semua warga kota besar kini sudah memulai urban farming.

    Jawaban : B. Urban farming mampu menurunkan suhu mikro di lingkungan sekitar.

  2. Simpulan yang paling tepat dari teks tersebut adalah…

    A. Urban farming adalah solusi utama masalah lingkungan di kota besar.

    B. Meskipun bermanfaat bagi lingkungan dan pangan, urban farming menghadapi tantangan infrastruktur.

    C. Pemerintah harus menyediakan air bersih gratis agar urban farming sukses.

    D. Jejak karbon hanya bisa dikurangi melalui kegiatan pertanian perkotaan.

    E. Tren urban farming akan segera berakhir jika masalah lahan tidak segera diatasi.

    Jawaban : B. Meskipun bermanfaat bagi lingkungan dan pangan, urban farming menghadapi tantangan infrastruktur.

  3. Kata “kendala” dalam teks tersebut dapat digantikan oleh kata…

    A. Hambatan.

    B. Gangguan.

    C. Masalah.

    D. Perkara.

    E. Tantangan.

    Jawaban : A. Hambatan.

Teks 4 (Soal Nomor 11-14)

Pemberian label “superfood” pada beberapa jenis komoditas pangan, seperti chia seeds, kale, dan moringa (kelor), telah meningkatkan nilai ekonomi produk tersebut secara global. Namun, para ahli gizi mengingatkan bahwa istilah ini lebih merupakan strategi pemasaran daripada istilah medis yang baku. Tidak ada satu jenis makanan pun yang mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Mengonsumsi satu jenis makanan dalam jumlah besar hanya karena label “super” justru berisiko menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi. Prinsip gizi seimbang yang mencakup keberagaman pangan lokal tetap menjadi fondasi kesehatan yang paling utama.

  1. Apa maksud penulis dengan menyebutkan bahwa “superfood” adalah strategi pemasaran?

    A. Produk tersebut sebenarnya tidak memiliki kandungan nutrisi.

    B. Istilah tersebut digunakan untuk meningkatkan harga dan daya tarik jual.

    C. Ahli gizi tidak setuju dengan penjualan produk pangan impor.

    D. Hanya makanan lokal yang boleh disebut sebagai makanan sehat.

    E. Label tersebut diberikan oleh pemerintah untuk membantu petani.

    Jawaban : B. Istilah tersebut digunakan untuk meningkatkan harga dan daya tarik jual.

  2. Manakah pernyataan yang merupakan opini penulis dalam teks tersebut?

    A. Chia seeds dan kelor termasuk dalam kategori komoditas superfood.

    B. Istilah superfood bukan merupakan istilah medis yang baku.

    C. Keberagaman pangan lokal tetap menjadi fondasi kesehatan yang paling utama.

    D. Konsumsi satu jenis makanan secara berlebih bisa menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi.

    E. Label superfood telah meningkatkan nilai ekonomi komoditas secara global.

    Jawaban : C. Keberagaman pangan lokal tetap menjadi fondasi kesehatan yang paling utama.

  3. Apa risiko utama dari obsesi terhadap “superfood” menurut teks tersebut?

    A. Harga pangan akan semakin tidak terkendali.

    B. Terabaikannya prinsip gizi seimbang dan keberagaman pangan.

    C. Masyarakat akan berhenti membeli produk pangan lokal.

    D. Menurunnya omzet pedagang makanan di pasar tradisional.

    E. Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap ahli gizi.

    Jawaban : B. Terabaikannya prinsip gizi seimbang dan keberagaman pangan.

  4. Lawan kata (antonim) yang tepat untuk kata “baku” dalam teks tersebut adalah…

    A. Standar.

    B. Formal.

    C. Manasuka.

    D. Absah.

    E. Umum.

    Jawaban : C. Manasuka.

Teks 5 (Soal Nomor 15-17)

Fenomena doomscrolling—kebiasaan terus-menerus membaca berita buruk di media sosial—semakin meningkat di kalangan remaja. Secara psikologis, otak manusia memiliki “bias negativitas” yang membuatnya lebih peka terhadap ancaman. Media sosial memperparah hal ini dengan algoritma yang menyajikan konten serupa secara terus-menerus. Dampaknya, individu mengalami kecemasan kronis dan persepsi bahwa dunia jauh lebih berbahaya daripada kenyataan yang ada.

  1. Berdasarkan teks, apa yang menyebabkan algoritma media sosial memperburuk fenomena doomscrolling?

    A. Algoritma memaksa pengguna untuk selalu setuju dengan berita yang ada.

    B. Algoritma memberikan informasi yang paling akurat dan faktual.

    C. Algoritma menyajikan konten negatif secara berulang sesuai kebiasaan pengguna.

    D. Algoritma menghapus konten positif yang dianggap tidak menarik.

    E. Algoritma membatasi waktu pengguna dalam mengakses media sosial.

    Jawaban : C. Algoritma menyajikan konten negatif secara berulang sesuai kebiasaan pengguna.

  2. Apa konsekuensi psikologis dari doomscrolling bagi individu?

    A. Meningkatnya rasa kepedulian sosial terhadap korban bencana.

    B. Kemampuan untuk memprediksi bahaya di masa depan dengan lebih baik.

    C. Munculnya kecemasan kronis dan distorsi persepsi terhadap realitas.

    D. Otak menjadi lebih cerdas dalam memilah berita hoaks.

    E. Menurunnya minat remaja dalam menggunakan media sosial.

    Jawaban : C. Munculnya kecemasan kronis dan distorsi persepsi terhadap realitas.

  3. Apa inti dari “bias negativitas” yang disebutkan dalam teks?

    A. Keinginan manusia untuk selalu menyebarkan berita buruk.

    B. Kecenderungan otak untuk lebih fokus pada informasi negatif atau ancaman.

    C. Ketidakmampuan remaja dalam membedakan berita asli dan palsu.

    D. Kebencian pengguna media sosial terhadap algoritma tertentu.

    E. Sifat manusia yang selalu ingin tahu urusan orang lain.

    Jawaban : B. Kecenderungan otak untuk lebih fokus pada informasi negatif atau ancaman.

Teks 6 (Nomor 18-20)

Sistem kerja remote (jarak jauh) yang populer sejak pandemi telah mengalami pergeseran menjadi model hybrid. Perusahaan menilai bahwa interaksi tatap muka tetap diperlukan untuk membangun budaya organisasi dan kolaborasi kreatif yang spontan. Namun, bagi karyawan, efisiensi waktu karena tidak perlu menempuh perjalanan macet adalah keuntungan yang sulit dilepaskan. Ketegangan antara kebutuhan perusahaan dan kenyamanan karyawan ini menuntut kebijakan yang lebih fleksibel dan berbasis performa, bukan sekadar absensi fisik.

  1. Mengapa perusahaan masih menginginkan interaksi tatap muka?

    A. Untuk memastikan karyawan tidak bekerja di tempat lain.

    B. Demi menghemat biaya penyewaan kantor yang sudah dibayar.

    C. Untuk membangun budaya organisasi dan kolaborasi kreatif.

    D. Karena sistem kerja remote terbukti menurunkan produktivitas.

    E. Agar perusahaan bisa memantau waktu kerja karyawan secara ketat.

    Jawaban : C. Untuk membangun budaya organisasi dan kolaborasi kreatif.

  2. Apa solusi yang ditawarkan penulis atas ketegangan sistem kerja tersebut?

    A. Menghapus sistem kerja remote secara permanen.

    B. Memberikan kebebasan penuh kepada karyawan untuk tidak ke kantor.

    C. Menerapkan kebijakan fleksibel yang fokus pada hasil kerja (performa).

    D. Mewajibkan seluruh karyawan untuk kembali bekerja di kantor setiap hari.

    E. Memberikan kompensasi uang transportasi yang lebih besar.

    Jawaban : C. Menerapkan kebijakan fleksibel yang fokus pada hasil kerja (performa).

  3. Kata “spontan” dalam teks tersebut memiliki makna…

    A. Direncanakan dengan matang.

    B. Terjadi secara tiba-tiba tanpa rencana.

    C. Berdasarkan perintah atasan.

    D. Berulang-ulang secara konsisten.

    E. Mengikuti aturan yang berlaku.

    Jawaban : B. Terjadi secara tiba-tiba tanpa rencana.

Teks 7 (Soal Nomor 21-24)

Teks A: Kendaraan listrik (EV) sering dipromosikan sebagai solusi utama untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi. Dengan menghilangkan emisi gas buang, EV dianggap ramah lingkungan. Namun, manfaat ini sangat bergantung pada sumber energi yang digunakan untuk mengisi daya baterai tersebut. Jika listrik masih diproduksi oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara, maka penggunaan EV hanya memindahkan lokasi emisi dari jalan raya ke lokasi pembangkit listrik.

Teks B: Transisi ke kendaraan listrik merupakan langkah krusial dalam dekarbonisasi global. Selain efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan mesin pembakaran internal, EV mendorong inovasi dalam teknologi penyimpanan energi. Masalah emisi dari pembangkit listrik adalah isu terpisah yang harus diselesaikan melalui transisi energi terbarukan secara paralel. Menunda adopsi EV hingga seluruh grid listrik bersih justru akan menghambat kemajuan teknologi yang dibutuhkan di masa depan.

  1. Apa perbedaan fokus utama antara Teks A dan Teks B?

    A. Teks A menolak penggunaan EV, sedangkan Teks B mendukungnya sepenuhnya.

    B. Teks A menyoroti ketergantungan emisi EV pada sumber listrik, sedangkan Teks B menekankan pentingnya adopsi EV demi kemajuan teknologi.

    C. Teks A membahas harga kendaraan listrik, sedangkan Teks B membahas infrastruktur pengisian daya.

    D. Teks A fokus pada limbah baterai, sedangkan Teks B fokus pada polusi udara di kota besar.

    E. Teks A mengkritik kebijakan pemerintah, sedangkan Teks B memberikan solusi teknis.

    Jawaban : B. Teks A menyoroti ketergantungan emisi EV pada sumber listrik, sedangkan Teks B menekankan pentingnya adopsi EV demi kemajuan teknologi.

  2. Pernyataan manakah yang paling mungkin disetujui oleh kedua penulis teks tersebut?

    A. Kendaraan listrik saat ini sudah benar-benar bebas emisi di semua wilayah.

    B. Transisi ke kendaraan listrik harus dibatalkan jika masih menggunakan batu bara.

    C. Keberhasilan pengurangan emisi karbon melibatkan faktor di luar unit kendaraannya saja.

    D. Mesin pembakaran internal jauh lebih efisien dibandingkan motor listrik.

    E. Pengguna EV tidak perlu memedulikan asal-usul sumber listrik mereka.

    Jawaban : C. Keberhasilan pengurangan emisi karbon melibatkan faktor di luar unit kendaraannya saja.

  3. Berdasarkan Teks B, apa risiko jika adopsi kendaraan listrik ditunda?

    A. Harga bahan bakar minyak akan semakin mahal.

    B. Pembangkit listrik tenaga batu bara akan semakin banyak dibangun.

    C. Terhambatnya inovasi teknologi penyimpanan energi yang dibutuhkan masa depan.

    D. Meningkatnya polusi suara di area perkotaan.

    E. Masyarakat akan kembali menggunakan transportasi umum.

    Jawaban : C. Terhambatnya inovasi teknologi penyimpanan energi yang dibutuhkan masa depan.

  4. Kata “krusial” pada Teks B memiliki arti yang paling dekat dengan…

    A. Rumit.

    B. Penting/Genting.

    C. Modern.

    D. Mahal.

    E. Lambat.

    Jawaban : B. Penting/Genting.

Teks 8 (Soal Nomor 25-27)

Wisata medis di Indonesia mulai menggeliat dengan dibangunnya berbagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan. Tujuannya adalah untuk membendung aliran devisa ke luar negeri karena banyak warga negara Indonesia yang memilih berobat ke Singapura atau Malaysia. Data menunjukkan bahwa kualitas dokter Indonesia tidak kalah saing, namun aspek pelayanan, kenyamanan, dan kepastian biaya sering kali menjadi alasan utama pasien lebih memilih rumah sakit di luar negeri.

  1. Apa tujuan utama pembangunan KEK Kesehatan menurut teks tersebut?

    A. Meningkatkan jumlah lulusan dokter spesialis di Indonesia.

    B. Menarik wisatawan asing untuk berwisata sambil berobat.

    C. Mencegah warga negara Indonesia menghabiskan uang untuk pengobatan di luar negeri.

    D. Menurunkan harga obat-obatan generik di pasar domestik.

    E. Menggantikan peran puskesmas di daerah pelosok.

    Jawaban : C. Mencegah warga negara Indonesia menghabiskan uang untuk pengobatan di luar negeri.

  2. Mengapa banyak warga Indonesia memilih berobat ke luar negeri meskipun kualitas dokter dalam negeri dianggap setara?

    A. Karena biaya pengobatan di luar negeri jauh lebih murah.

    B. Karena faktor pelayanan, kenyamanan, dan transparansi biaya.

    C. Karena teknologi medis di Indonesia sudah sangat tertinggal.

    D. Karena dokter di luar negeri lebih banyak menggunakan obat alami.

    E. Karena kurangnya jumlah rumah sakit di kota-kota besar Indonesia.

    Jawaban : B. Karena faktor pelayanan, kenyamanan, dan transparansi biaya.

  3. Makna kata “membendung” dalam konteks teks tersebut adalah…

    A. Menghentikan aliran air yang meluap.

    B. Menahan atau mencegah sesuatu agar tidak terus berlanjut/keluar.

    C. Membangun infrastruktur bendungan di area kesehatan.

    D. Menambah jumlah investasi asing yang masuk.

    E. Menyembunyikan data keuangan negara.

    Jawaban : B. Menahan atau mencegah sesuatu agar tidak terus berlanjut/keluar.

Teks 9 (Soal Nomor 28-30)

Dalam sepuluh tahun terakhir, minat baca masyarakat sering dinilai rendah berdasarkan statistik penjualan buku fisik. Namun, data ini tidak mempertimbangkan pergeseran konsumsi teks ke platform digital seperti aplikasi membaca berlangganan, portal berita daring, dan utas media sosial. Literasi di era digital tidak lagi hanya soal membaca buku setebal ratusan halaman, melainkan kemampuan memproses informasi dari berbagai sumber yang singkat namun padat.

  1. Apa kelemahan argumen yang menyebut bahwa minat baca masyarakat rendah?

    A. Tidak memperhitungkan jumlah perpustakaan yang tersedia.

    B. Hanya menggunakan data penjualan buku fisik sebagai tolok ukur tunggal.

    C. Mengabaikan fakta bahwa harga buku semakin mahal.

    D. Terlalu fokus pada minat baca anak-anak daripada orang dewasa.

    E. Tidak membandingkan minat baca Indonesia dengan negara lain.

    Jawaban : B. Hanya menggunakan data penjualan buku fisik sebagai tolok ukur tunggal.

  2. Bagaimana penulis mendefinisikan literasi di era digital?

    A. Kemampuan menulis buku secara mandiri di platform daring.

    B. Kecepatan dalam membaca teks yang sangat panjang.

    C. Kemampuan mengolah informasi dari berbagai sumber digital yang ringkas.

    D. Kebiasaan membeli buku fisik meskipun tidak dibaca.

    E. Keahlian dalam menggunakan gawai tercanggih untuk mencari hiburan.

    Jawaban : C. Kemampuan mengolah informasi dari berbagai sumber digital yang ringkas.

  3. Sikap penulis dalam teks tersebut adalah…

    A. Pesimis terhadap masa depan literasi di Indonesia.

    B. Netral dan hanya menyajikan data penjualan buku.

    C. Kritis terhadap cara penilaian minat baca yang konvensional.

    D. Mendukung penghentian produksi buku fisik.

    E. Marah karena masyarakat tidak lagi membaca buku tebal.

    Jawaban : C. Kritis terhadap cara penilaian minat baca yang konvensional.

Teks 10 (Soal Nomor 31-33)

(1) Program makan siang gratis bagi pelajar di sekolah bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak-anak Indonesia. (2) Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada rantai pasok pangan lokal agar biaya logistik tetap efisien. (3) Selain itu, pelibatan UMKM kuliner di sekitar sekolah dapat menghidupkan ekonomi kerakyatan secara langsung. (4) Di beberapa negara maju, program serupa telah terbukti menurunkan angka absensi siswa dan meningkatkan konsentrasi belajar. (5) Oleh karena itu, standardisasi menu yang sehat dan higienis menjadi hal yang mutlak dilakukan agar tujuan awal program tercapai.

  1. Kalimat yang menunjukkan hubungan sebab-akibat (logis) terhadap keberhasilan tujuan program adalah…

    A. Kalimat (1)

    B. Kalimat (2)

    C. Kalimat (3)

    D. Kalimat (4)

    E. Kalimat (5)

    Jawaban : E. Kalimat (5)

  2. Apa gagasan pendukung yang disebutkan penulis untuk memperkuat manfaat program selain dari sisi kesehatan?

    A. Penurunan harga bahan pangan di pasar.

    B. Peningkatan kualitas guru di sekolah.

    C. Dampak positif terhadap ekonomi lokal/UMKM.

    D. Pengurangan beban kerja orang tua di rumah.

    E. Penghematan anggaran pendidikan nasional.

    Jawaban : C. Dampak positif terhadap ekonomi lokal/UMKM.

  3. Kata “mutlak” pada kalimat (5) paling tepat diganti dengan kata…

    A. Penting.

    B. Opsional.

    C. Wajib.

    D. Mungkin.

    E. Baik.

    Jawaban : C. Wajib.

Teks 11 (Soal Nomor 34-37)

Kesenjangan digital di Indonesia bukan lagi sekadar masalah ada atau tidaknya sinyal internet, melainkan pada kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan internet untuk kegiatan produktif. Sebuah survei menunjukkan bahwa 80 persen pengguna internet di daerah perdesaan menghabiskan waktunya untuk hiburan dan media sosial. Sementara itu, penggunaan untuk akses informasi pendidikan, layanan kesehatan, dan transaksi ekonomi masih di bawah 20 persen . Tanpa edukasi yang tepat, infrastruktur internet yang canggih hanya akan memperlebar jurang konsumerisme, bukan meningkatkan taraf hidup.

  1. Apa masalah utama yang disorot dalam teks tersebut mengenai internet di Indonesia?

    A. Mahalnya biaya langganan internet di daerah perdesaan.

    B. Rendahnya kualitas sinyal internet di luar pulau Jawa.

    C. Ketidakmampuan masyarakat menggunakan internet secara produktif.

    D. Kurangnya minat remaja dalam menggunakan media sosial.

    E. Dominasi perusahaan asing dalam infrastruktur digital.

    Jawaban : C. Ketidakmampuan masyarakat menggunakan internet secara produktif.

  2. Frasa “memperlebar jurang konsumerisme” dalam teks tersebut mengandung makna…

    A. Masyarakat menjadi lebih hemat karena belanja daring.

    B. Internet membuat orang lebih suka membeli barang daripada memproduksi sesuatu.

    C. Terjadinya persaingan harga yang tidak sehat di pasar digital.

    D. Banyaknya penipuan dalam transaksi jual beli di internet.

    E. Masyarakat desa mulai meniru gaya hidup masyarakat kota.

    Jawaban : B. Internet membuat orang lebih suka membeli barang daripada memproduksi sesuatu.

  3. Berdasarkan teks, apa solusi yang dibutuhkan agar infrastruktur internet memberikan dampak positif?

    A. Menurunkan harga gawai di pasar domestik.

    B. Memberikan subsidi kuota internet bagi seluruh warga.

    C. Melakukan edukasi mengenai pemanfaatan internet produktif.

    D. Membatasi akses media sosial di jam kerja atau jam sekolah.

    E. Memperluas jangkauan sinyal 5G hingga ke pelosok.

    Jawaban : C. Melakukan edukasi mengenai pemanfaatan internet produktif.

  4. Penulis menyampaikan informasi dalam teks tersebut dengan nada yang…

    A. Memuji perkembangan teknologi.

    B. Meremehkan kemampuan masyarakat desa.

    C. Mengingatkan atau memberikan peringatan.

    D. Optimis terhadap masa depan digital.

    E. Bingung menghadapi perubahan zaman.

    Jawaban : C. Mengingatkan atau memberikan peringatan.

Teks 12 (Soal Nomor 38-40)

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kembali menjadi perbincangan sebagai solusi energi bersih rendah karbon. Keunggulan utamanya adalah kemampuan menghasilkan energi dalam skala besar secara konstan, berbeda dengan panel surya atau kincir angin yang bergantung pada cuaca. Meski demikian, bayang-bayang trauma kecelakaan masa lalu dan masalah pengelolaan limbah radioaktif masih menjadi ganjalan utama bagi penerimaan masyarakat.

  1. Apa keunggulan PLTN dibandingkan energi terbarukan lainnya (surya/angin) menurut teks?

    A. Biaya pembangunan yang jauh lebih murah.

    B. Tidak menghasilkan limbah sama sekali.

    C. Stabilitas produksi energi yang tidak bergantung pada faktor cuaca.

    D. Teknologi yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam.

    E. Waktu pembangunan yang relatif sangat singkat.

    Jawaban : C. Stabilitas produksi energi yang tidak bergantung pada faktor cuaca.

  2. Apa faktor utama yang menghambat penerapan PLTN menurut teks tersebut?

    A. Kurangnya tenaga ahli nuklir di Indonesia.

    B. Ketidaktersediaan bahan baku uranium.

    C. Trauma sejarah kecelakaan dan kekhawatiran limbah radioaktif.

    D. Penolakan dari perusahaan batu bara nasional.

    E. Lokasi Indonesia yang berada di jalur cincin api (ring of fire).

    Jawaban : C. Trauma sejarah kecelakaan dan kekhawatiran limbah radioaktif.

  3. Kata “konstan” dalam teks tersebut bermakna…

    A. Sangat kuat.

    B. Berubah-ubah.

    C. Tetap dan berkelanjutan.

    D. Mengikuti tren.

    E. Berisiko tinggi.

    Jawaban : C. Tetap dan berkelanjutan.

Teks 13 (Soal Nomor 41-44)

Konsumsi gula berlebih telah lama dikaitkan dengan risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa gula juga berdampak pada penuaan dini kulit melalui proses yang disebut glikasi. Glikasi terjadi ketika molekul gula berlebih dalam darah berikatan dengan protein kolagen dan elastin. Ikatan ini menghasilkan molekul baru yang merusak kualitas serat kulit, membuatnya kaku dan kehilangan elastisitas. Dengan demikian, mengurangi asupan gula bukan hanya investasi bagi kesehatan organ dalam, tetapi juga bagi penampilan luar secara jangka panjang.

  1. Apa dampak proses “glikasi” pada tubuh manusia berdas
Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *