"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Sutan Harhara, Legenda Sepak Bola Indonesia

Duka Membayangi Dunia Sepak Bola Indonesia dengan Kematian Sutan Harhara

Sutan Harhara, seorang pelatih sepak bola berpengalaman dan tokoh penting dalam pengembangan pemain muda di Indonesia, meninggal dunia pada Sabtu (11/4/2026) pukul 01.29 WIB. Kepergian almarhum menyisakan duka mendalam bagi dunia sepak bola Tanah Air, terutama bagi para rekan-rekannya yang pernah bekerja sama dalam membangun fondasi olahraga ini.

Sutan Harhara adalah mantan pemain sepak bola Indonesia pada era 1970-an yang pernah memperkuat Persija Jakarta. Ia tidak hanya dikenal sebagai pemain hebat, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan sepak bola usia dini. Penghargaan khusus diberikan kepada almarhum karena memiliki lisensi kepelatihan dari AFC, yang pada masa itu sangat langka di Indonesia.

Bob Hippy, mantan pemain timnas Indonesia sekaligus eks pengurus PSSI, turut hadir dalam prosesi melayat ke rumah duka di Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Ia mengungkapkan rasa kehilangan terhadap almarhum, yang bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga bagian penting dalam perjalanan awal pengembangan sepak bola usia dini.

“Saya kehilangan seseorang, bukan saja pemain, tapi seorang pelatih yang lulus dari AFC,” ujar Bob Hippy saat berbicara di rumah duka. Menurutnya, lisensi kepelatihan dari AFC menjadi alasan utama kedekatannya dengan almarhum pada masa itu. “Pada era tersebut tidak ada pelatih di Indonesia yang memiliki sertifikasi resmi dari AFC, sehingga kehadiran Sutan Harhara menjadi sangat berharga.”

Kedekatan antara Bob Hippy dan Sutan Harhara kemudian berkembang menjadi kerja sama dalam membangun Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk pengembangan pemain usia dini atau grassroot program. Bob Hippy menjelaskan bahwa almarhum dipilih sebagai salah satu pelatih utama dalam program tersebut karena kompetensi dan lisensi yang dimilikinya.

“Dia salah satu pelatih yang kami pilih untuk membangun anak-anak di grassroot program,” kata Bob. Ia juga menilai almarhum sebagai sosok yang sangat fokus dan disiplin dalam pekerjaannya, baik saat masih menjadi pemain maupun ketika menjadi pelatih.

Proses Pemakaman dan Perayaan Kehidupan Sutan Harhara

Di rumah duka di kawasan Pamulang, suasana duka menyelimuti kediaman almarhum. Rumah kuning dua lantai tersebut tampak sudah dipasangi tenda hitam di bagian depan untuk menampung para pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir. Di bagian teras, telah disiapkan tempat pemandian jenazah yang ditutup kain berwarna hijau. Sementara itu, sejumlah pelayat terlihat mulai berdatangan dan duduk di area tenda maupun di teras rumah untuk melayat dan mendoakan almarhum.

Jenazah almarhum sendiri masih disemayamkan di dalam rumah duka. Suasana haru tampak menyelimuti keluarga dan kerabat yang hadir. Di depan rumah, sebuah ambulans juga telah bersiaga menunggu proses pemberangkatan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir.

Dalam keterangan yang terpampang di area depan rumah duka, disebutkan bahwa Sutan Harhara lahir pada 9 Oktober 1953 dan wafat pada 11 April dalam usia 73 tahun. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel.

Rencana pemulasaraan jenazah Sutan Harhara akan dilakukan dengan salat jenazah di Masjid Daarossyifa. Setelah itu, almarhum akan dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, usai salat Dzuhur.

Kontribusi Sutan Harhara dalam Dunia Sepak Bola Indonesia

Sutan Harhara tidak hanya dikenal sebagai pelatih, tetapi juga sebagai sosok yang berkontribusi besar dalam pengembangan sepak bola Indonesia. Keberadaannya di masa lalu menjadi fondasi bagi banyak pemain muda yang kemudian berkembang menjadi bintang-bintang sepak bola nasional.

Ia adalah contoh nyata dari seorang pelatih yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memiliki visi jangka panjang dalam membangun sistem sepak bola yang lebih kuat dan berkelanjutan. Dengan lisensi dari AFC, ia menjadi salah satu pelatih yang diakui secara internasional, meskipun pada masa itu belum banyak pelatih lokal yang memiliki sertifikasi serupa.

Kehilangan Sutan Harhara adalah kerugian besar bagi dunia sepak bola Indonesia. Namun, warisan dan kontribusinya akan terus diingat oleh banyak orang, termasuk oleh generasi muda yang kini sedang berjuang untuk mengembangkan olahraga ini.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *