Penemuan Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan
Pada hari Senin (6/4/2026), nelayan di perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan sebuah benda silinder yang memiliki panjang sekitar 3,7 meter dan berat 2 ton. Benda tersebut ditemukan mengapung di jalur vital Selat Lombok, yang merupakan rute penting bagi kapal selam dan kapal perang internasional. Temuan ini menarik perhatian serius dari pihak berwenang serta negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Australia.
Identifikasi Awal oleh TNI AL
Danlanal Mataram, Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo, menyatakan bahwa benda tersebut diduga telah berada di laut selama berbulan-bulan. Dari hasil pemeriksaan awal, benda tersebut menunjukkan tanda-tanda pengaruh air laut, seperti pertumbuhan biota laut dan perubahan warna cat. Hal ini menunjukkan bahwa benda tersebut sudah lama terapung di laut sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan.
Benda tersebut juga diketahui tidak mengandung bahan peledak atau zat radioaktif berbahaya. Tim Gegana Kepolisian NTB telah melakukan pemeriksaan awal dan memastikan bahwa benda tersebut aman untuk dipindahkan ke Mako Lanal Mataram. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati menggunakan alat bantu agar kondisi asli benda tidak rusak.
Fakta-Fakta Menarik dari Pemeriksaan Awal
-
Benda Sudah Berada di Bawah Laut Selama Berbulan-Bulan
Benda tersebut memiliki panjang 3,7 meter dan diameter 65 sentimeter. Di dinding benda ditemukan biota laut, seperti tiram dan organisme lainnya. Ini menjadi indikasi bahwa benda tersebut sudah lama terendam di bawah laut. Tim ahli akan melakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui durasi keberadaannya di laut. -
Tidak Ada Perangkat Canggih yang Terlihat
Meskipun secara fisik menyerupai senjata atau perangkat canggih, tidak ditemukan kamera atau perangkat elektronik yang terpasang di permukaan benda. Namun, terdapat aksara Mandarin pada bagian badan benda, yang diduga berkaitan dengan perusahaan China. -
Tidak Mengandung Zat Berbahaya
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa benda tersebut aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. Hal ini memberikan rasa aman bagi proses identifikasi lanjutan yang akan dilakukan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut (Dislitbangal) dan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal). -
Adanya Logo dan Tulisan China
Benda tersebut memiliki logo dari China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC), salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di China. Di bawah logo tersebut terdapat tulisan beraksara China yang disebut bermakna “lulusan ketujuh”.
Keamanan Maritim dan Perhatian Internasional
Selat Lombok, tempat benda tersebut ditemukan, merupakan jalur strategis yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Jalur ini memungkinkan kapal selam melintas tanpa terdeteksi. Akibatnya, temuan ini menarik perhatian serius dari Amerika Serikat dan Australia, yang telah lama mengawasi wilayah ini.
Australia sendiri berencana mengoperasikan kapal selam nuklir melalui pakta AUKUS bersama Inggris dan Amerika Serikat. Dalam skenario tersebut, Selat Lombok akan menjadi jalur penting untuk mobilisasi cepat dan senyap armada tersebut.
Riwayat Penemuan Benda Mirip di Indonesia
Ini bukanlah kali pertama benda serupa ditemukan di perairan Indonesia. Sejak tahun 2019 hingga 2026, tercatat empat penemuan serupa di wilayah perairan Indonesia, antara lain:
- Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Maret 2019)
- Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Desember 2020)
- Perairan Masalembu, Jawa Timur (Januari 2020)
- Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Januari 2021)
Temuan terbaru di Gili Trawangan menunjukkan bahwa keamanan maritim di wilayah NTB dan sekitarnya semakin mendesak untuk diperkuat.
Langkah Selanjutnya
Benda misterius tersebut kini telah diamankan di Markas Komando (Mako) Lanal Mataram dalam keadaan tertutup di dalam truk. Tim ahli akan melakukan identifikasi teknis lebih lanjut guna mengetahui fungsi asli perangkat tersebut. Proses ini sangat penting untuk menjaga keamanan maritim nasional dan memastikan tidak ada ancaman yang mengancam kestabilan wilayah.











