"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Identitas Pelaku Penyalahgunaan BBM di Bungo yang Ditangkap Polisi

Identitas Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi di SPBU Tebing Tinggi Terungkap

Seorang pelangsir dan operator SPBU Tebing Tinggi, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, Jambi, ditangkap oleh pihak kepolisian. Keduanya terlibat dalam kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp276 miliar.

Kedua tersangka tersebut adalah TS yang berperan sebagai pelangsir dan N yang bertugas sebagai operator di SPBU Tebing Tinggi. Modus yang digunakan adalah dengan mengganti banyak barcode untuk isi ulang bahan bakar subsidi.

“Satu mobil ada yang punya 20 barcode,” ujar Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, saat ekspose di Polda Jambi, Jumat (10/4/2026). Taufik juga menjelaskan bahwa operator memiliki lebih dari 80 barcode untuk memanipulasi pengisian bahan bakar subsidi tersebut.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan dua tersangka yang terlibat dalam penyalahgunaan BBM subsidi biosolar. Dari hitungan penyidik, kerugian negara sejak 2013 hingga April 2026 mencapai angka yang sangat besar, yaitu Rp276 miliar.

“Berdasarkan hasil perhitungan bahwa kuota SPBU tersebut 16 ton per hari sehingga setiap harinya habis. Makanya kita hitung berdasarkan pelangsir 80 persen. Jadi selisih harga solar pada saat 2013 dengan solar industri 2013, kita kalikan dengan saat ini dan munculah angka itu,” jelasnya.

Awal Terungkapnya Kasus Ini

Taufik mengatakan bahwa kejadian ini bermula dari laporan warga yang curiga dengan aktivitas SPBU tersebut. Setelah pemeriksaan di SPBU yang berada di Tebing Tinggi, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, polisi mendapati kendaraan yang mengisi bahan bakar secara terus menerus.

“Di tanggal 8 April kita dapat informasi, bahwa dari SPBU yang memang minyaknya banyak digunakan pelangsir hingga 70 – 80 persen,” kata Taufik pada Jumat (10/4/2026). Kemudian setelah itu, di tanggal 9 April 2026 pihak kepolisian langsung mengecek dan melihat SPBU tersebut.

Dan benar bahwa ada mobil yang masuk dan langsung memotong antrean. “Dia langsung dan mengisi. Operator juga langsung mengisi dan langsung dilakukan penangkapan serta ada rekapan catatan di operator soal pengisian tersebut,” kata Taufik.

Tindakan Pertamina Pasca-Pembongkaran Aksi Curang

Imbas dari dibongkarnya aksi curang ini, Pertamina menghentikan sementara pasokan bahan bakar ke SPBU tersebut. Sales Area Manager (SAM) Pertamina Patra Niaga Jambi, Choirul Anam, mengatakan langkah tersebut diambil selama proses pemeriksaan tim penyidik.

Setidaknya, hingga malam ini, sudah dua hari tidak ada pengiriman pasokan bahan bakar ke SPBU tersebut. “Untuk saat ini pun, penyaluran ke SPBU-nya sudah kita hentikan,” kata Choiril pada Jumat (10/4/2026).

Atas kejadian pelangsiran BBM subsidi itu, Choirul mengingatkan seluruh masyarakat untuk bisa melakukan reset ulang barcode jika merasa kuota harian BBM berkurang tanpa alasan. “Kami menyediakan fitur reset barcode. Kalau masyarakat merasa kuota BBM-nya berkurang kami sarankan untuk reset ulang agar tidak disalahgunakan,” ujarnya.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *