"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Kasir Warung Bakso Hilang, Pelaku Minta Tebusan via TikTok

Kasus Penculikan dan Pembunuhan Nurul Izza, Seorang Kasir Warung Bakso di Soppeng

Nurul Izza (25), seorang kasir warung bakso di Labessi, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan. Mayatnya ditemukan di Perkebunan Jati, Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, pada Senin (30/3/2026). Kejadian ini memicu kekacauan di kalangan keluarga dan masyarakat setempat.

Nurul Izza biasanya pulang ke rumah sendirian setelah bekerja menggunakan sepeda motor. Namun, pada tanggal 6 Maret 2026 malam, ia tidak kunjung tiba di rumahnya di Kampung Baru, Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo. Keluarganya mulai khawatir dan melaporkan kehilangannya ke Polres Soppeng.

Rosmini (53), tante almarhum, mengatakan bahwa Nurul diduga menjadi korban penculikan, perampokan, dan pembunuhan. Informasi ini didapat setelah terduga pelaku yang ditahan di Polres Soppeng mengakui perbuatannya. Rosmini menjelaskan bahwa pelaku sempat meminta tebusan melalui akun TikTok milik adik korban.

“Diduga korban penculikan, perampasan, pemerasan, dan pembunuhan,” ujar Rosmini saat ditemui di depan ruang Forensik RS Bhayangkara Makassar, Rabu (1/4/2026). Menurutnya, pelaku meminta tebusan sebesar Rp25 juta melalui media sosial TikTok. “Katanya kalau mau selamat transfer sampai jam 03.00, kalau tidak tunggu mayat kaka anda,” tambahnya.

Nurul hilang pada tanggal 6 Maret 2026 sekitar pukul 11 malam saat hendak pulang dari tempat kerjanya. Saat itu, ia membawa beberapa perhiasan seperti kalung, cincin dua, dan gelang yang terbuat dari emas. Total beratnya sekitar 10 gram. Namun, saat dilakukan autopsi, hanya tersisa gelang manik-manik dan cincin imitasi.

Selain perhiasan, motor yang digunakan Nurul untuk bekerja juga raib. Motor tersebut digadai oleh pelaku. Uang hasil penjualan bakso yang akan disetor ke bank juga hilang. “Uang hasil (penjualan) kurang lebih Rp4 juta diambil dari korban,” kata Rosmini.

Mayat Nurul Izza ditemukan dalam kondisi terbalut selimut dan dibungkus kantong plastik sampah. Setelah penemuan tersebut, mayat dibawa oleh Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel ke RS Bhayangkara Makassar, Jl Mappaodang, untuk identifikasi. Identitas mayat tersebut dapat diketahui dalam waktu dua hari. Korban merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Amiruddin dan Satriani.

Sebelum mayatnya ditemukan, Nurul dilaporkan hilang oleh keluarganya di Polres Soppeng dua pekan sebelumnya. Pantauan Tribun-Timur.com menunjukkan bahwa setelah identifikasi, jenazah Nurul langsung diserahkan kepada pihak keluarga pada Rabu (1/4/2026) malam. Ruang Forensik ini berlokasi di belakang RS Bhayangkara, Jl Kumala, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Suasana haru menyelimuti saat peti jenazah dimasukkan ke dalam ambulans yang disiapkan keluarga. Jenazah kemudian dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Terduga pelaku pembunuhan Nurul Izza viral di media sosial setelah di keroyok massa. Video berdurasi 1 menit 18 detik diunggah oleh akun Instagram andreli_48. Dalam video tersebut, terlihat sekelompok orang memukul terduga penculik dan menggiringnya ke mobil di lokasi kejadian. Keterangan video menyebutkan bahwa pelaku penculikan dan pembunuhan gadis di Madekkang, Soppeng, telah ditangkap dan merampok barang serta perhiasan korban.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra, menegaskan bahwa belum bisa memastikan apakah orang dalam video tersebut adalah pelaku sebenarnya. “Belum bisa dipastikan kalau itu pelaku penculikan remaja. Kami mesti kumpulkan keterangan dahulu dan mencocokan dengan fisik pelaku,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Rabu (1/4/2026) malam.

Menurutnya, pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Soppeng guna penyelidikan lebih lanjut. “Pelaku sudah kami amankan, ada di Mapolres sekarang,” tegasnya.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *