"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

5 Fakta Menarik Ibu-Ibu Balap Motor Viral Saat Idulfitri di Merangin

Momen Unik di Desa Renah Alai Saat Idulfitri

Di tengah suasana Idulfitri 1447 Hijriah, sebuah momen unik terjadi di Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi. Para ibu-ibu menggelar turnamen balap motor matic yang menarik perhatian warga dan viral di media sosial.

Video berdurasi sekitar 1 menit 46 detik tersebut menunjukkan para peserta—yang mayoritas adalah emak-emak—mengendarai motor matik mengelilingi lapangan sepak bola yang digunakan sebagai lintasan balap. Suasana semakin meriah dengan dukungan dari warga dan keluarga peserta yang memberikan semangat kepada masing-masing “jagoan” mereka.

Inisiatif Karang Taruna

Kepala Desa Renah Alai, Hasan Basri, membenarkan adanya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa lomba ini merupakan inisiatif dari karang taruna untuk memeriahkan suasana Lebaran sekaligus menjaga warga tetap beraktivitas di desa.

“Benar, itu kegiatan karang taruna dalam memeriahkan hari raya Idul Fitri 1447 H di Desa Renah Alai,” ujarnya saat diwawancarai.

Hasan menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai wadah agar warga tidak melakukan balap liar di luar desa. “Jadi, kami pemerintah desa bersama pemuda Karang Taruna Desa Renai Alai mengizinkan karang taruna untuk membuka turnamen balap motor matik di lapangan bola kaki di desa kami.”

Awalnya untuk Laki-Laki

Awalnya, lomba balap motor ini diperuntukkan bagi peserta laki-laki. Namun, banyak ibu-ibu yang tertarik ikut serta demi mendapatkan hadiah. “Sebenarnya turnamen balap untuk laki-laki, namun ibu-ibu tergiur untuk ikut serta dalam turnamen balap itu, untuk mendapatkan hadiah.”

Menurut Hasan, kegiatan ini cukup menghibur warga desa. “Luar biasa meriah penontonnya, kegiatannya cukup menghibur warga desa kami.”

Berlangsung Empat Hari

Pak Kades juga menyebutkan bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Sabtu (21/3/2026) hingga Selasa (24/3/2026), masih dalam suasana Idulfitri. “Kegiatan itu dilaksanakan selama 4 hari, dari hari Sabtu hingga hari Selasa dalam suasana hari raya Idulfitri 1447 H di desa kami.”

Biaya pendaftaran untuk mengikuti lomba ini berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. “Uang pendaftarannya 20 ribu, ada yang 10 ribu,” ujar Hasan.

Biasa ke Kebun

Ibu-ibu yang ikut serta dalam balap motor di Renah Alai ternyata sehari-hari biasanya pergi ke kebun. Namun, kata Hasan Basri, mereka juga punya ketertarikan untuk ikut turnamen balap motor dalam memeriahkan Idulfitri.

“Ibu-ibu yang sering bermotor ke kebun ternyata tertarik juga untuk ikut serta dalam perlombaan itu, jadi termasuk perlombaan yang unik menurut saya,” jelas Hasan.

Pererat Kebersamaan

Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat kebersamaan warga. “Selain perlombaan balap motor matic ini, banyak lah kegiatan perlombaan yang diadakan oleh pemuda karang taruna untuk meramaikan dusun kami.”

Hasan menambahkan bahwa biasanya pemuda dan pemudi serta ibu-ibu sering raun keluar desa. Namun, karena liburan Idulfitri tahun ini pengunjung wisata di Jangkat meningkat, jalanan ramai. Untuk mencegah kemacetan, pemerintah desa mengadakan kegiatan perlombaan ini agar warga tidak raun ke luar desa.


Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *