"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Menjelang laga timnas, Dony Tri Pamungkas kembali ke Boyolali untuk nyekar dan silaturahmi

Pemain Timnas Indonesia Kembali ke Kampung Halaman Sebelum Panggilan Timnas

Pemain Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas, sempat pulang ke kampung halamannya di Dukuh Tegalrejo, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Ia melakukan perjalanan tersebut sebelum memenuhi panggilan Timnas Garuda.

Kepulangan Dony ini dilakukan untuk menemui keluarga dan menjalani beberapa kegiatan yang memiliki makna penting bagi dirinya. Salah satunya adalah berziarah ke makam ayahnya. Hal ini dilakukan setiap kali ia mendapat panggilan dari Timnas. Meski hanya berada di kampung selama satu atau dua hari, Dony selalu meluangkan waktu untuk kembali ke rumah.

Selain itu, Dony juga memanfaatkan kesempatan ini untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar menjelang Lebaran. Ia mengunjungi nenek dan bibi-bibinya, serta anggota keluarga lainnya. Keberadaannya di kampung halaman terjadi sekitar tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Tetangga Ikut Bangga atas Prestasi Dony

Sosok Dony Tri Pamungkas, pemain sepak bola asal Kabupaten Boyolali, menjadi kebanggaan warga sekitar. Salah satu tetangganya, Aris Mulyono (36), menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian Dony.

Aris mengatakan bahwa ia mengetahui perjalanan Dony sejak awal, termasuk ketika ia mulai bermain sepak bola. Ia juga mengingat sosok kakak Dony, Joko Sasongko, yang lebih dulu berkarier dalam dunia sepak bola.

“Kalau tidak bangga, saya dilempar dari sini,” ujarnya sambil tertawa. Menurut Aris, keberhasilan Dony membawa dampak positif bagi nama Kabupaten Boyolali yang semakin dikenal luas.

“Gara-gara Dony dan Joko Sasongko, Boyolali jadi dikenal tidak hanya di luar daerah tapi juga sampai luar Jawa dan se-Indonesia,” katanya. Aris berharap agar Dony terus berjuang dan memberikan yang terbaik saat bertanding bersama Timnas Indonesia.

Ibunda Dony Pilih Hidup Sederhana

Ibunda Dony, Saparti (56), memberikan pesan kepada sang putra yang sedang membela Timnas dalam laga FIFA Series 2026. Ia berharap Dony dapat memberi penampilan terbaik dan tidak membuat kecewa.

“Saya selalu mendoakan yang terbaik untuk Dony. Semoga karyanya semakin sukses dan jangan merasa puas diri,” ujarnya saat ditemui wartawan di Dukuh Tegalrejo, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.

Saparti menambahkan, agar Dony dapat membuktikan kemampuannya dalam bermain sepak bola. “Buktikan kemampuanmu. Jangan mengecewakan negara dan klub di Persija. Jangan sampai mengecewakan,” ucapnya.

Dony merupakan putra ketiga Saparti dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya, Joko Sasongko, juga seorang pemain sepak bola. Keluarga Dony hidup dalam lingkungan sederhana. Saparti bekerja sebagai penjual es kelapa, sedangkan ayahnya, Slameto, bekerja sebagai tukang tambal ban. Ayah Dony meninggal pada tahun 2022.

Meskipun karir Dony sedang moncer, Saparti tetap memilih hidup sederhana di Kabupaten Boyolali. “Saya tetap harus mengingat perjuangan saya, yang bermula dari jualan es kelapa,” ujarnya. Ia berharap bisa terus menjalani aktivitas tersebut selama masih diberi kesehatan.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *