"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Curhatan Mawa Saat Sungkem Lebaran, Keluarga Berduka Atas Perceraian Dengan Insanul Fahmi

Pengalaman Lebaran Mawa di Tengah Kehancuran Rumah Tangga

Momen Lebaran sering kali menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Namun, bagi Wardatina Mawa, perayaan Idul Fitri tahun ini membawa berbagai perasaan yang campur aduk. Seorang konten kreator asal Medan, Sumatera Utara, ia menceritakan pengalamannya dalam merayakan Lebaran bersama keluarga besar setelah beberapa waktu tinggal di Jakarta karena pekerjaan.

Kembali ke kampung halamannya, Mawa mencoba menikmati momen-momen kebersamaan dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Ia membagikan cerita-cerita lewat akun Instagram pribadinya, @wardatinamawa, tentang suasana Lebaran yang terasa begitu istimewa, meskipun di balik itu ada luka yang masih terasa.

Rasa Takut dan Keberanian untuk Tetap Kuat

Mawa mengaku sempat merasa takut akan menangis saat momen sungkem tiba. Ia bahkan memberi tahu dirinya sendiri bahwa ia tidak ingin menangis di hadapan orang tua. “Aku nggak mau nangis. Bukan karena aku nggak punya rasa, tapi karena aku lagi belajar kuat,” tulisnya.

Namun, ternyata air mata yang jatuh bukan berasal dari Mawa sendiri, melainkan dari saudara-saudaranya yang melihat kondisi Mawa yang sedang melewati masa sulit. Pasca-keputusan suaminya, Insanul Fahmi, untuk menikahi siri selebgram Inara Rusli secara diam-diam, Mawa membuat laporan polisi atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan ke Polda Metro Jaya. Selain itu, ia juga menggugat cerai Insanul ke Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan pada 26 Februari 2026.

Di tengah kesedihan yang mendalam, Mawa berusaha tetap tenang dan menjaga wajahnya agar tidak menunjukkan kehancuran yang ia alami. “Jujur pas momen itu datang, satu per satu mulai larut, air mata jatuh di mana-mana… abang, kakak, semuanya ikut sedih. Tapi di situ aku cuma diam, senyum sedikit, dan berusaha tetap tenang.”

Menyimpan Air Mata dalam Diam

Meski banyak yang melihatnya tenang, Mawa mengakui bahwa di dalam hatinya, ia masih merasakan sakit yang dalam. Ia memilih menyimpan air matanya hanya ketika berdoa di hadapan Tuhan. “Padahal mereka nggak tau… justru karena rasanya terlalu dalam, aku memilih menyimpannya hehe karna menurutku nggak semua rasa harus jatuh jadi air mata.”

Ia juga sudah belajar untuk berdamai dengan hidupnya yang kini berantakan. “Aku nggak nggak sedih… aku cuma lagi belajar berdamai. Belajar kuat, walaupun hati tetap penuh.”

Persiapan untuk Proses Perceraian

Sementara itu, kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, mengungkapkan bahwa kliennya telah pasrah dan siap menuruti kemauan Mawa untuk bercerai. “Ya kalau sekarang ini lebih pada ke pasrah aja, kalau Mawa mau pisah ya ikutin aja maunya,” ujarnya.

Tommy juga menilai bahwa Mawa kini benar-benar tidak memiliki keinginan untuk mempertahankan rumah tangganya. “Dia kan udah ngomong di media seperti itu, memang udah enggak ada niatan untuk bersama-sama lagi saya rasa.” Insanul Fahmi disebut akan terus menghadapi proses hukum atas laporan dari Mawa di Polda Metro Jaya.

“Udah dia ikutin aja, proses hukum kan biarkan aja jalan. Tentunya sama-sama mengawal, sama-sama nanti menguji, sama melihat bagaimana proses hukumnya bergulir. Jadi kita sama-sama terbuka aja,” tambah Tommy.

Dengan semua peristiwa yang terjadi, Mawa kini fokus pada pemulihan diri dan mencari kedamaian di tengah badai yang ia alami.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *