"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Gangster bersenjata celurit hebohkan Kampung Kupang Krajan Surabaya

Peristiwa Penyerangan Gangster di Surabaya

Sebuah kejadian yang mengejukkan terjadi di Jalan Kupang Krajan I, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Sejumlah remaja diduga sebagai anggota gangster bersenjata celurit menyerang warga setempat pada dini hari, Kamis (12/3/2026). Kejadian ini terekam dalam video yang viral di media sosial dan juga CCTV yang tersedia di sekitar lokasi.

Pemantauan dari CCTV

Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat segerombolan remaja dengan senjata tajam jenis celurit berlarian memasuki gang permukiman warga. Beberapa di antara mereka tampak melemparkan benda-benda seperti batu ke arah dalam gang tersebut. Mereka menggunakan pakaian berwarna hitam, termasuk kaus dan jaket.

Perlawanan dari Warga Setempat

Di dalam gang permukiman tersebut, belasan anak-anak remaja berupaya melakukan perlawanan. Meski tanpa senjata, mereka mencoba menghadapi gerombolan gangster dengan cara menggeretak. Menurut keterangan warga setempat, Muhammad Junaidi (47), penyerangan terjadi sekitar pukul 01.55 WIB.

Kebetulan, pada saat itu masih ada belasan remaja yang sedang begadang untuk menunggu giliran berkeliling membangunkan warga untuk sahur. Gerombolan gangster datang secara tiba-tiba, memasuki gang dengan membawa celurit dan melemparkan batu ke arah para remaja.

Dampak dari Penyerangan

Selain merusak papan tulisan nama gang, gerombolan gangster juga menembakkan petasan ke arah dalam gang permukiman. Ledakan petasan tersebut membuat beberapa warga keluar dari rumah mereka. Bahkan, lapisan besi dinding rumah warga agak penyok akibat ledakan tersebut.

Junaidi menyampaikan bahwa beberapa lemparan batu dikabarkan mengenai punggung seorang tukang becak yang biasa mangkal di depan toko roti. Tukang becak tersebut terjebak di tengah kerumunan gangster yang tiba-tiba muncul.

Tidak Ada Korban Jiwa

Meski terjadi penyerangan, tidak ada korban jiwa atau luka yang signifikan. Namun, para pelaku sempat merusak ornamen hiasan bangunan gapura, seperti mematahkan papan nama jalan. Selain itu, bebatuan berserakan dan jalanan dalam gang tercemar.

Pelaporan ke Polisi

Kejadian tersebut telah dilaporkan ke markas kepolisian setempat. Junaidi melaporkannya langsung melalui sambungan Call Center 110. Tak lama kemudian, beberapa anggota Polsek Sawahan melakukan olah TKP. Beberapa orang remaja yang pertama kali melihat kejadian juga dimintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan.

Harapan Warga Setempat

Junaidi mewakili pihak warga setempat RT 01 dan 02 berharap para pelaku pengerusakan dan teror gangster bisa ditangkap. Menurutnya, kejadian ini menyebabkan trauma bagi warga dan tetangga di gang tersebut untuk beraktivitas pada malam hari.

Ia juga berharap Pemkot Surabaya memberikan perhatian khusus kepada gang permukiman Jalan Kupang Krajan I, termasuk pemasangan pintu gerbang depan gang untuk mencegah kejadian serupa. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah aksi pencurian kendaraan bermotor yang sering terjadi di area tersebut.

Peran Remaja dalam Perlawanan

Di lain sisi, seorang remaja berinisial AE (15) bersama belasan anak-anak di permukiman tersebut sempat melakukan perlawanan terhadap aksi penyerangan. Ia melihat sendiri beberapa anggota gangster membawa petasan tembak berwarna-warni yang mengarahkan tembakannya ke dalam gang.

Tembakan petasan tersebut membuat warga keluar dari rumah mereka untuk memeriksa keadaan. Beberapa di antaranya turut melakukan perlawanan.

Penanganan oleh Kepolisian

Kapolsek Sawahan Polrestabes Surabaya Kompol Muljono mengatakan, tidak ada korban luka dan jiwa dalam insiden tersebut. Pihaknya sudah mengerahkan personel untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan. Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung dengan pemeriksaan saksi warga dan anak-anak sekitar.


Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *