Penekanan pada Target Jangka Pendek
Massimiliano Allegri, pelatih AC Milan, kembali menegaskan bahwa timnya tidak sedang fokus pada gelar Scudetto Serie A meskipun baru saja mengalahkan Inter Milan dalam derby. Menurutnya, Inter masih menjadi tim terkuat di liga, sementara target Milan adalah finis empat besar untuk memastikan tiket ke Liga Champions musim depan.
Rossoneri diperkirakan membutuhkan sekitar lima kemenangan lagi untuk mengamankan posisi empat besar. Kemenangan atas Inter dalam Derby della Madonnina akhir pekan lalu membuat banyak pihak kembali membicarakan peluang Milan dalam perebutan gelar. Meski jarak dengan Inter di puncak klasemen masih berada dalam jangkauan, yakni tujuh poin dengan sepuluh pertandingan tersisa, Allegri tetap meredam euforia timnya.
“Ini bukan soal mencoba memenangkan Scudetto,” kata Allegri dalam konferensi pers menjelang laga tandang menghadapi Lazio. Ia menilai bahwa Inter yang saat ini mengemas 67 poin masih menjadi tim paling kuat di liga musim ini. Keunggulan tujuh poin yang dimiliki rival sekota mereka disebut sebagai bukti konsistensi yang sudah ditunjukkan sepanjang musim.
“Inter punya keunggulan tujuh poin dan mereka sudah menunjukkan bahwa mereka adalah yang terbaik,” ujar Allegri, dikutip dari Football Italia.
Target Realistis: Liga Champions
Alih-alih berbicara soal gelar, Allegri justru kembali menekankan target yang menurutnya lebih realistis: mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Ia bahkan menghitung kebutuhan poin timnya untuk mencapai target tersebut. Menurutnya, Milan masih membutuhkan sekitar lima kemenangan lagi untuk memastikan posisi empat besar.
“Kami harus memenangkan beberapa pertandingan lagi untuk mencapai jumlah poin tertentu. Jika kami menang lima kali lagi, kami akan berada di empat besar,” jelasnya. Pernyataan itu terasa seperti pengulangan dari sikap Allegri sepanjang musim: menurunkan ekspektasi publik sekaligus menjaga fokus tim tetap pada target jangka pendek.
Terlepas dari retorika sang pelatih, performa Milan memang sedang stabil. Kemenangan atas Inter memperkuat kepercayaan diri tim yang dalam beberapa pekan terakhir tampil cukup konsisten. Kunjungan legenda klub Andriy Shevchenko ke pusat latihan Milan menjelang laga akhir pekan ini juga memberi tambahan motivasi bagi para pemain. Namun Allegri menegaskan bahwa euforia tersebut tidak boleh membuat timnya kehilangan konsentrasi.
“Kami semua senang setelah pertandingan terakhir, tapi sejak Selasa tim sudah kembali tenang,” kata Allegri.

Merendah atau Strategi?
Dengan jarak tujuh poin dari puncak klasemen dan sepuluh laga tersisa, peluang Milan dalam perebutan gelar sebenarnya belum sepenuhnya tertutup. Namun Allegri tetap mempertahankan pendekatan klasiknya: merendah di depan publik, menempatkan Inter sebagai favorit, dan menegaskan bahwa target Milan hanyalah kembali bermain di Liga Champions.
Apakah itu sekadar realisme atau justru strategi psikologis untuk menjaga tekanan tetap berada di pihak lain? Meski begitu, persaingan di zona Liga Champions cukup ketat. Milan berjarak empat poin saja dari Napoli dan sembilan poin dari Como di posisi empat.
Langkah Milan berikutnya tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi Lazio, tim yang dikenal disiplin dan sulit ditembus, terutama di bawah arahan Maurizio Sarri. Selain itu, Rossoneri juga harus tampil tanpa Adrien Rabiot yang terkena skorsing. Sementara Santiago Gimenez masih absen karena cedera.
Di sisi lain, Allegri mendapat kabar baik dari peningkatan performa beberapa pemain kunci seperti Christian Pulisic dan Rafael Leao yang dinilai terus berkembang. Kemenangan di laga tersisa di satu sisi akan terus membuat harapan untuk mengangkat scudetto terus hidup, sekaligus akan terus mengamankan mereka di zona finis Liga Champions.











