"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Nasib Pep di Tengah Lawan Madrid dan Gol Mencurigakan Savinho Bawa Man City Kalahkan Newcastle

Manchester City Melaju di Piala FA, Tapi Masalah Muncul dengan Pep Guardiola

Manchester City berhasil melaju ke babak berikutnya dalam ajang Piala FA setelah mengalahkan Newcastle United dengan skor 3-1. Meskipun kemenangan ini menjadi angin segar bagi tim, ada sejumlah pertanyaan yang muncul terkait kehadiran pelatih kepala, Pep Guardiola, dalam laga penting melawan Real Madrid mendatang.

Pada pertandingan tersebut, Guardiola mendapat kartu kuning yang membuatnya dilarang berada di pinggir lapangan selama dua pertandingan. Kartu kuning ini merupakan yang keenam musim ini, sehingga ia tidak bisa hadir dalam pertandingan Liga Premier melawan West Ham dan perempat final Piala FA pada 4 atau 5 April. Namun, larangan ini tidak berlaku untuk pertandingan Eropa, jadi Guardiola tetap akan hadir saat City bertemu Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions.

Selain itu, larangan ini juga tidak mencakup final Piala Carabao, sehingga Guardiola akan berada di bangku cadangan saat City menghadapi Arsenal di Stadion Wembley akhir bulan ini.

Setelah pertandingan, Guardiola bercanda bahwa ia akan pergi berlibur selama masa skorsingnya. Ia menyampaikan pendapatnya tentang keputusan wasit yang menolak tendangan bebas Jeremy Doku. “Saya tidak meminta kartu kuning, tapi tolong—itu pelanggaran,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan terus membela timnya, bahkan jika ada hal-hal yang masih tidak ia pahami.

Awal musim ini, Guardiola juga pernah dilarang bertanding satu pertandingan setelah mengumpulkan tiga kartu kuning. Kartu kuning ketiganya, yang diterimanya saat melawan Brighton and Hove Albion, membuatnya harus menyaksikan pertandingan Piala FA melawan Exeter City dari tribun penonton.

Gol Aneh Savinho Jadi Perbincangan

Salah satu momen yang mencuri perhatian dalam pertandingan ini adalah gol aneh yang dicetak oleh Savinho. Gol tersebut terjadi saat ia hanya berdiri diam di area penalti sementara bola memantul darinya dan melewati garis gawang.

Harvey Barnes memberi Newcastle keunggulan 1-0 di awal pertandingan, namun kerja bagus Jeremy Doku di sisi kiri memberi peluang kepada Savinho untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Meski situasi ini cukup aneh, gol ini menjadi momentum kebangkitan bagi Manchester City.

City menurunkan susunan pemain yang banyak dirotasi malam ini, dengan Guardiola mengakui bahwa semua perubahan ini diperlukan karena banyaknya pertandingan yang akan mereka mainkan. Meski begitu, tim kuat ini melakukan pekerjaan yang cukup baik, dengan Guardiola tetap mampu memilih banyak pemain berkualitas meskipun ia mengistirahatkan beberapa pemain utama seperti Erling Haaland, Gianluigi Donnarumma, Rodri, Ruben Dias, Antoine Semenyo, dan Marc Guehi.

Savinho, yang sebelumnya kesulitan memberikan kesan yang berarti, kini menunjukkan potensinya. Ini menjadi momen yang tepat baginya setelah bergabung dengan Stadion Etihad.

Kondisi Tim dan Persaingan Berat

Meski kemenangan atas Newcastle United menjadi angin segar, satu hal yang sangat diharapkan oleh City adalah menghindari skor tetap seperti ini dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Arsenal juga melakukan banyak rotasi pemain dalam pertandingan mereka sebelumnya hari ini, tetapi mampu menyelesaikan tugas dalam 90 menit. Hal ini bisa menjadi penting karena kedua tim ini menghadapi jadwal yang padat saat bersaing memperebutkan gelar Liga Premier dan bersiap untuk saling berhadapan di final Piala Carabao akhir bulan ini.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *