"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Pembunuhan Pencuri Sawit, Massa Tuntut Pengungkapan Otak Peristiwa

Kasus Pencurian Sawit di Rohul: Babak Baru dan Kecurigaan Terhadap Aktor Intelektual

Kasus pencurian buah sawit yang menimpa korban bernama Suparman di wilayah Rokan Hulu (Rohul) kini memasuki babak baru. Dua remaja terduga pelaku telah diamuk massa setelah tertangkap tangan melakukan aksi pencurian. Kini, pihak korban meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengungkap siapa aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

Pengacara korban, Efesus Dewan Marlan Sinaga, SH, MH, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengharapkan Polres Rohul dapat memberikan keadilan dengan menelusuri siapa yang memerintahkan para pelaku. “Kita minta pihak Polres mengusut tuntas kasus ini. Siapa aktor intelektualnya,” ujarnya saat mendampingi korban, Suparman, di Polres Rohul.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat dari Polres Rohul dalam menangani kasus ini. Saat ini, satu tersangka sudah ditahan, sementara satu lagi sedang diperiksa karena masih di bawah umur. Tersangka yang sudah ditahan adalah berinisial PP, sedangkan yang sedang diperiksa berinisial R.

Menurut pengacara tersebut, aksi pencurian ini tidak mungkin dilakukan tanpa adanya pihak yang memerintah. Kedua pelaku mengaku disuruh oleh seseorang saat diamankan oleh massa. Selain itu, mobil pick up yang digunakan untuk mengangkut buah sawit hasil curian juga diamankan oleh warga. Mobil tersebut, menurut keterangan pelaku, akan menjadi petunjuk penting untuk mengungkap aktor intelektual di balik kasus ini.

“Kita juga minta jangan sampai ada playing victim,” tambahnya. Pengacara khawatir jika ada laporan balik dari pihak terduga pelaku yang mengaku sebagai korban padahal sebenarnya adalah pelaku.

Mobil pick up jenis Grand Max yang digunakan dalam aksi pencurian ini diduga pernah digunakan dalam aksi serupa pada 1 Oktober 2024 lalu di Desa Rambah Tengah Utara. Saat itu, mobil ditinggal pelaku akibat dikejar warga. Meski sempat diamankan oleh Polsek Rambah, mobil tersebut kembali digunakan dalam aksi pencurian. Menurut pengacara, hal ini harus didalami lebih lanjut oleh penyidik.

Suparman, korban pencurian, mengatakan bahwa aksi pencurian buah sawit sering terjadi di wilayahnya. Aksi ini telah meresahkan masyarakat sekitar. Ia meminta pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas.

Kejadian Curat buah sawit ini terjadi pada Senin malam (23/2/2026). Pengawasan kebun sawit dilakukan oleh warga sekitar karena resah dengan aksi pencurian. Namun, meskipun ada pengawasan, pencurian tetap terjadi.

Pada hari kejadian, Suparman mengecek kebunnya dan menemukan buah sawit yang sudah dicuri. Ia pun berkeliling kebun dan menemukan buah sawit hasil panen yang teronggok di sekitar pinggiran kebun. Ia kemudian mengajak beberapa warga untuk memantau siapa yang akan mengambil onggokan tersebut.

Sebelum pukul 9 malam, sebuah mobil pick up Grand Max masuk ke kebun dan mengambil onggokan buah sawit tersebut. Ada tiga orang dalam mobil tersebut. Saat memuat buah sawit ke mobil, Suparman memergoki ketiga pelaku. Dari tiga orang tersebut, dua berhasil diamankan, sementara satu lainnya kabur.

Dua terduga pelaku inilah yang diamuk massa. Video mereka yang babak belur menjadi viral di media sosial. Massa yang mengamuk merupakan warga setempat yang heran dengan aksi pencurian yang terjadi selama ini.

Kapolsek Rambah, AKP Yani Marjoni, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya dihubungi masyarakat terkait adanya dua terduga pelaku pencurian sawit yang diamankan warga. Pihaknya segera datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku dari amukan massa.

“Kita datang untuk mengamankan pelaku dari amukan massa. Kalau ngak, bisa babak belur lagi,” katanya.

Kedua pelaku sudah diserahkan ke Polres Rohul. Mobil pick up jenis Grand Max yang digunakan dalam aksi pencurian juga sudah diserahkan ke Polres. Video dua terduga pelaku pencurian ini memang sudah menyebar. Dalam video, kedua pelaku diamankan dalam sebuah rumah yang dipenuhi warga. Saat itu kondisi sedang hujan.

Satu terduga pencuri tergeletak di lantai. Sedangkan satunya lagi duduk dimana pada bagian wajahnya terlihat mengeluarkan darah. Seorang warga pun membantu mengusah darah yang keluar.


Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *