Kehidupan Atalia Praratya di Bulan Ramadan Setelah Bercerai dengan Ridwan Kamil
Setelah hampir 30 tahun berumah tangga, Ramadhan 2026 menjadi bulan suci pertama yang dijalani oleh Atalia Praratya tanpa Ridwan Kamil. Perceraian mereka resmi terjadi setelah Pengadilan Agama Bandung mengabulkan gugatan cerai Atalia pada 7 Januari 2026. Sejak saat itu, Atalia menjalani kehidupan sebagai janda dan menghadapi perubahan besar dalam hidupnya.
Meski begitu, Atalia tidak merasa kalah dalam menjalani tradisi Ramadan. Ia tetap menjalankan rutinitas seperti biasanya, termasuk berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan teman-temannya. “Biasa aja karena saya juga ada Mamah di rumah. Jadi biasa. Tidak ada masalah berarti dengan kondisi sekarang,” ujarnya.
Atalia menekankan bahwa ia tetap fokus pada niat untuk memperbaiki diri. “Ada yang beda, tapi ya kita hadapi saja semuanya kan ya. Yang paling penting adalah niatnya adalah kita untuk selalu memperbaiki diri,” kata Atalia.
Selain itu, Atalia juga masih aktif dalam kegiatan sosial, termasuk mengunjungi saudara-saudaranya yang sedang kesulitan di beberapa wilayah, seperti Karawang dan Kabupaten Bandung Barat. Ia juga turut serta dalam acara Eddies Adelia yang memuliakan anak-anak yatim.
Perasaan Atalia Selama Ramadan
Atalia mengaku merasakan perbedaan ketika menyambut Ramadan kali ini. Namun, ia tidak ingin membesar-besarkan perasaan tersebut. Ia percaya bahwa Ramadan adalah waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. “Yang paling penting adalah, kita niatkan di bulan Ramadan ini semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Bahwa setiap langkah kita selama ini selalu disibukkan dengan urusan duniawi, sekarang saatnya kita fokus lebih banyak untuk kegiatan ibadah,” tambahnya.
Isu Terkait Ridwan Kamil dan Lisa Mariana
Sebelum perceraian dengan Atalia, Ridwan Kamil sempat menjadi sorotan publik akibat isu hubungan gelap dengan Lisa Mariana, mantan model majalah dewasa. Lisa mengklaim memiliki anak dari Ridwan Kamil, namun klaim tersebut dibantahkan melalui tes DNA. Hasil tes menunjukkan bahwa DNA putri Lisa tidak sesuai dengan DNA Ridwan Kamil.
Selain itu, Ridwan Kamil juga sempat diterpa isu miring tentang orang ketiga yang menyeret nama sejumlah artis dan model. Namun, kuasa hukum Atalia, Debi Agusfriansa, menegaskan bahwa perceraian mereka adalah proses internal yang dilakukan secara bertahap. “Putusan ini sudah melalui beberapa tahapan ya, sehingga ini yang terbaik untuk kedua belah pihak. Dan juga dia mohon doanya, tidak untuk berspekulasi menduga-duga hal yang tidak benar,” ujar Debi.
Pembagian Harta dan Hak Asuh Anak
Ridwan Kamil juga telah mengonfirmasi bahwa perceraian dengan Atalia dilakukan dengan cara baik-baik. “Ini adalah urusan pribadi yang tidak mudah, namun harus kami hadapi dengan kedewasaan dan tanggung jawab,” katanya. Ia juga menyatakan bahwa pembagian harta gono-gini dan hak asuh anak telah sepenuhnya diselesaikan.
Dari pernikahan mereka, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya memiliki dua anak, termasuk seorang anak laki-laki yang diangkat. Meski bercerai, keduanya sepakat untuk terus menjaga kepentingan anak sebagai prioritas utama.
Zara Kembali Aktif di Media Sosial
Putri kandung Ridwan Kamil dan Atalia, Camillia Laetitia Azzahra atau dikenal sebagai Zara, mulai kembali aktif di media sosial setelah sebelumnya menonaktifkan akun Instagramnya. Zara sempat menutup diri di media sosial di tengah kisruh rumah tangga orang tuanya sejak pertengahan Desember 2025. Akun @camilliazr sempat tidak tersedia dan menampilkan notifikasi ‘Profile tidak tersedia’.
Namun, sekitar satu bulan setelah keputusan cerai terbit di Pengadilan Agama Bandung, Zara kembali mengaktifkan akun Instagramnya. Ia juga membagikan potret terbaru dengan penampilan yang berubah, seperti rambut pendek dan warna pirang kecoklatan. Zara juga membagikan aktivitas harian seperti memasak.

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











