"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Identitas Pria di Parit SPBU Bengkulu Terungkap

Penemuan Mayat di Parit Depan SPBU Bengkulu

Pada dini hari tanggal 14 Februari 2026, seorang pria berusia 26 tahun ditemukan tewas dalam kondisi tergeletak di dalam parit yang berada tepat di depan SPBU di Jalan Putri Gading Cempaka, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu. Kejadian ini mengejutkan warga setempat dan langsung mendapat perhatian dari aparat kepolisian.

Korban diketahui bernama Dendi Tri Saputra, seorang warga Jalan Depati Payung Negara, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Identitasnya baru terungkap setelah pihak keluarga datang ke lokasi kejadian dan memastikan bahwa jenazah yang ditemukan adalah anggota keluarganya.

Awal Penemuan Mayat

Peristiwa penemuan mayat bermula ketika warga sekitar melihat seorang pria tergeletak di dalam parit depan SPBU Penurunan pada dini hari. Kondisi korban saat itu sudah tidak bergerak, sehingga warga yang khawatir langsung melaporkan kejadian tersebut kepada personel piket Satreskrim Polsek Ratu Samban.

Petugas kepolisian segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan awal. Di lokasi, petugas mengamankan area sekitar dan memastikan kondisi korban. Situasi di lokasi sempat membuat warga sekitar berkumpul dan menyaksikan proses penanganan awal oleh aparat.

Lokasi penemuan mayat di Bengkulu ini menjadi perhatian karena berada di jalur yang cukup ramai pada waktu tertentu. Hal ini memperkuat kebutuhan untuk segera menangani kasus ini dengan cepat dan akurat.

Pemeriksaan dan Identifikasi Korban

Setelah melakukan pengecekan awal, petugas kemudian menghubungi Tim INAFIS Satreskrim Polresta Bengkulu untuk melakukan identifikasi serta olah TKP secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kronologi penemuan mayat di Bengkulu sekaligus mencari petunjuk terkait identitas dan penyebab kematian korban.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan kartu identitas maupun dokumen yang melekat pada tubuh korban. Hal tersebut sempat menyulitkan proses identifikasi pada awal kejadian. PS Kanit Pidum Satreskrim Polresta Bengkulu, Revi Harisona menjelaskan bahwa saat pertama kali ditemukan, korban tidak membawa tanda pengenal apa pun.

“Semalam itu kami tidak menemukan identitas korban. Namun pagi harinya pihak keluarga datang dan memastikan bahwa korban adalah anggota keluarga mereka,” ungkap Revi.

Setelah identitas korban diketahui, proses penanganan penemuan mayat di Bengkulu pun dilanjutkan dengan prosedur medis guna memastikan penyebab kematian secara lebih rinci.

Dugaan Kondisi Mabuk Sebelum Terjatuh

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, korban diduga berada dalam kondisi mabuk sebelum akhirnya terjatuh ke dalam parit. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan secara pasti penyebab kematian korban dalam kasus penemuan mayat di Bengkulu ini. Dugaan sementara tersebut masih akan didukung dengan hasil pemeriksaan medis dan visum.

Usai proses olah TKP, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut meliputi visum luar guna memastikan apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau faktor lain yang menyebabkan kematian dalam peristiwa penemuan mayat di Bengkulu tersebut.

Langkah ini merupakan prosedur standar kepolisian dalam menangani kasus penemuan mayat di Bengkulu, terutama ketika identitas korban belum diketahui secara langsung di lokasi kejadian. Dengan adanya visum, penyebab kematian dapat dianalisis secara medis dan objektif.

Penyerahan Jenazah kepada Keluarga

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah Dendi Tri Saputra diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Penyerahan jenazah dilakukan setelah pihak keluarga menyatakan menerima dan memahami hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh kepolisian.

Peristiwa penemuan mayat di Bengkulu ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan diri, terutama saat berada di luar rumah pada waktu dini hari. Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kejadian serupa agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Hingga saat ini, kepolisian memastikan tidak ditemukan indikasi kuat adanya tindak kriminal dalam kasus penemuan mayat di Bengkulu tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan awal. Namun, penyelidikan tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar guna memastikan tidak ada unsur lain yang terlewatkan.

Dengan berakhirnya proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga, kasus penemuan mayat di Bengkulu di parit depan SPBU Penurunan ini dinyatakan telah ditangani sesuai prosedur.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *