Drama Pencarian Ayah Biologis Ressa Rizky Rossano
Drama pencarian sosok ayah biologis Ressa Rizky Rossano memasuki babak baru setelah aktor senior Adjie Pangestu secara tegas membantah keterlibatan dirinya dalam masa lalu penyanyi Denada. Spekulasi yang muncul di media sosial membuat Adjie merasa tidak nyaman dan mengungkapkan ketidakpuasan terhadap isu yang menyeret namanya.
Adjie Pangestu, yang sebelumnya dituduh sebagai ayah biologis dari Ressa, memberikan bantahan tegas. Ia menyatakan bahwa ia sama sekali tidak mengenal Denada baik secara profesional maupun pribadi. “Gue nggak ada hubungan sama Denada. Kenal pun nggak, baik profesional maupun personal,” ujarnya saat ditemui di kawasan Tangerang.
Tidak hanya itu, Adjie juga meminta maaf kepada putranya, Rafi Pangestu, karena spekulasi tersebut mulai merembet ke kehidupan pribadinya. Netizen mulai membanjiri akun media sosial Rafi dengan menandai (tagging) namanya di berbagai unggahan terkait kasus Ressa. Khawatir sang anak merasa terganggu, Adjie pun segera menemui Rafi untuk meminta maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat rumor tersebut.
Respons Santai Rafi Pangestu
Alih-alih merasa tertekan atau marah, Rafi Pangestu justru menunjukkan reaksi yang sangat dewasa sekaligus santai. Jawaban Rafi pun membuat Adjie yang awalnya tegang menjadi lega. “Kata Rafi, ‘Aman’. Dia mengerti dan nggak merasa tertekan sama sekali. Terganggunya cuma karena notifikasi saja, selebihnya dia paham kalau itu cuma ‘keseruan’ netizen,” kata Adjie.
Melihat respons sang anak yang begitu santai, Adjie memilih untuk tidak ambil pusing dan hanya menertawakan spekulasi tersebut. Bagi Adjie, selama keluarga intinya tidak terpecah dan saling percaya, ocehan netizen hanyalah angin lalu.
Adik Denada Sentil Mantan Kekasih yang Tak Tanggung Jawab
Sementara itu, adik Denada, Enrico Tambunan, muncul memberikan klarifikasi hingga menyinggung soal mantan pacar kakaknya. Lewat video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Enrico mengaku juga belum mendapat kepastian tentang sosok lelaki tersebut. Namun, ia mengungkapkan dugaannya terhadap siapa mantan Denada saat itu.
Enrico sendiri mengaku baru mengetahui Ressa adalah anak kandung Denada pada Juni 2025 lalu. Saat itu ia diberi tahu langsung oleh Ratih, tante Denada sekaligus ibu angkat Ressa. “Saya tidak tahu bahwa Ressa adalah anak Mbak Dena pada waktu itu, mungkin karena saya tidak tinggal di Indonesia, kalau pun saya ke Indo saya tinggal di rumah papah, keluarga papa tidak ada yang tahu juga,” jelas Enrico dikutip dari Instagram @enricotambunan, Selasa (3/2/2026).
Enrico pun mengaku sudah mencoba bicara dengan Denada tentang masalah ini. Namun, kakaknya itu belum mau membuka masa lalunya. Meski begitu, Ressa masih ingat siapa pria yang jadi kekasih kakaknya saat itu. “Saya bisa mungkin meraba-raba kira-kira siapa orangnya, antara yang mana dengan yang mana. Tapi kan tentunya saya tidak tahu secara pasti, karena saya tidak di Indonesia,” jelasnya.
Menurut Enrico, Denada langsung sedih setiap kali ditanya soal ayah kandung Ressa. “Setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih langsung. Seperti orang yang PTSD, langsung seperti orang yang mukanya sedih, campur marah, gak mau omongin. Seperti ada rasa sakit hari yang luar biasa, setiap saya mencari tahu siapa ayahnya,” ujar Enrico.
Di sisi lain, Enrico juga merasa kecewa pada tantenya yang mengaku tahu siapa sosok ayah kandung Ressa. Hal ini memang sempat dibeberkan oleh Ratih saat muncul di Podcast Curhat Bang Denny Sumargo. “Kekecewaan saya luar biasa, kalau di podcast itu tante bilang tahu siapa bapaknya, kenapa yang tante serang adalah malah keponakan sendiri, bukan orang lain, yang justru dia lah bapaknya, dia lah harusnya yang memberikan nafkah utama, kalau menurut saya, yang bertanggung jawab,” tegas Enrico.
Persidangan yang Masih Menjadi Perdebatan
Sebagai informasi, pada Senin (2/2/2026), Denada akhirnya mengakui Ressa sebagai anak kandung yang ia tinggalkan 24 tahun lalu. Akan tetapi hingga saat ini, teka-teki mengenai siapa ayah biologis Ressa masih menjadi perdebatan hangat di media sosial, namun satu hal yang pasti: bukan Adjie Pangestu orangnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











