Perubahan Mendasar di Juventus Berkat Pelatih Spalletti
Juventus kembali menunjukkan performa yang luar biasa setelah dilatih oleh Luciano Spalletti. Dalam pertandingan terbaru, mereka mengalahkan Parma dengan skor 4-1 di Stadio Tardini pada Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini membawa Juventus masuk ke empat besar Serie A dan memperlihatkan perubahan signifikan dalam mentalitas serta gaya bermain tim.
Permainan Juventus sejak ditangani oleh Spalletti jauh lebih agresif dan produktif. Mereka kini mampu menempel ketat Napoli dan AC Milan di papan klasemen. Performa yang lebih berani dan cair di depan gawang membuat tim asal Turin kembali menjadi ancaman serius bagi para rival.
Pada laga melawan Parma, beberapa pemain tampil menonjol. Bek tengah Gleison Bremer mencuri perhatian dengan mencetak dua gol, sebuah pencapaian langka bagi seorang pemain bertahan. Gol lainnya disumbangkan oleh Weston McKennie lewat tendangan voli akrobatik serta Jonathan David melalui penyelesaian jarak dekat. Sementara itu, Parma hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol bunuh diri Andrea Cambiaso, dan gol Lois Openda di masa tambahan waktu dianulir karena offside.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif Juventus di Serie A. Mereka kini berada di posisi empat besar, berjarak satu poin dari Napoli di posisi tiga, dan dua poin dari AC Milan di posisi runner up. Sejak Spalletti datang, Juventus telah mengumpulkan 30 poin, jumlah yang hanya kalah dari Inter Milan dengan 37 poin pada periode yang sama, seperti dicatatkan Opta.
Dari sisi produktivitas, Juventus juga menjadi tim kedua tersubur dengan koleksi 27 gol, hanya berada di bawah Inter yang mencetak 30 gol. Meski begitu, Spalletti menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu terpaku pada statistik semata. Menurutnya, sepak bola lebih ditentukan oleh intensitas, duel, dan kemampuan membaca momen di lapangan.
“Lebih baik tidak melihat statistik, karena sering kali itu berasal dari situasi statis yang tidak menentukan hasil. Sepak bola adalah tentang perubahan tempo, duel, dan bola kedua. Siapa yang lebih siap di momen-momen itu bisa memenangkan pertandingan,” ujar Spalletti kepada DAZN Italia, dikutip dari Football Italia.
Pendekatan tersebut tampaknya mulai meresap ke dalam diri para pemain. Bremer dan McKennie secara terbuka memuji sang pelatih. Keduanya bahkan menyebut Spalletti sebagai sosok yang “unik” dan berbeda dari pelatih-pelatih yang pernah mereka temui sebelumnya.
Bagi Bremer, kebangkitan performanya terasa sangat spesial. Bek asal Brasil itu sempat menepi cukup lama akibat cedera, namun kini kembali menjadi pilar penting di lini belakang sekaligus ancaman di situasi bola mati. Dengan dua golnya melawan Parma, Bremer bahkan menjadi bek dengan sundulan terbanyak dari lima top Liga Eropa, dengan 15 gol yang dibuat sejak debut di Serie A 2019/2020, menyalip Virgil van Dijk dan Gabriel Magalhães (14 gol).
“Rasanya luar biasa bisa mencetak gol, apalagi setelah saya hampir setahun absen. Kaki saya merespons dengan baik, dan yang terpenting kami menang,” kata Bremer. Ia menambahkan bahwa perubahan terbesar terlihat pada mentalitas tim.
“Pelatih benar-benar mengubah cara kami bermain. Bahkan saat menang, dia tetap menuntut kami berkembang. Ini adalah semangat Juventus terbaik yang saya rasakan sejak berada di sini,” ucapnya. “Spalletti tiba dengan mentalitasnya dan Anda dapat melihat perbedaan yang dia buat,” pungkas Bremer.
Sementara itu, McKennie menambahkan pujiannya untuk sang pelatih. “Spalletti unik, karena saya belum pernah bekerja dengan pelatih seperti ini dalam karir saya. Dia sangat bagus, bekerja dengan semangat tim, saya sangat senang dan saya pikir semua orang di sini senang bekerja dengannya,” kata pemain Amerika Serikat itu.
Kebangkitan Juventus juga tidak lepas dari meningkatnya kontribusi pemain-pemain yang sebelumnya dianggap belum maksimal. Jonathan David kini mencatat tiga gol dan dua assist dalam lima penampilan terakhir, Khephren Thuram tampil dominan di lini tengah. Sementara Manuel Locatelli, ia berperan besar dalam membangun serangan, termasuk lewat assist ciamik untuk gol pembuka ke gawang Parma.
Juventus bahkan telah mencetak tujuh gol dalam dua laga terakhir Serie A, setelah sebelumnya menghajar Napoli 3-0. Meski sempat ditahan imbang 0-0 oleh AS Monaco di Liga Champions, performa domestik mereka menunjukkan tren menanjak yang konsisten.
Dengan sejumlah laga berat menanti, termasuk menghadapi Lazio, Inter Milan, dan Como, Spalletti menyadari bahwa proses ini masih panjang. Namun, fondasi yang mulai terbentuk memberi harapan besar bahwa Juventus kembali ke jalur sebagai penantang serius papan atas.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











