Kasus Keracunan Massal di Gereja Mawar Sharon (GMS) Manado
Sebanyak 94 anggota jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) di Kota Manado, Sulawesi Utara, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengikuti kegiatan gereja. Kejadian ini memicu penanganan medis intensif terhadap para korban yang dirawat di beberapa rumah sakit di kota tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (16/1/2026) saat berlangsungnya Prayer Conference. Para korban mengalami gejala kesehatan seperti mual, demam, dan diare setelah mengonsumsi makanan yang disediakan selama acara tersebut. Sejumlah jemaat langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Polresta Manado telah melakukan penyelidikan terkait insiden ini. Menurut AKP Elwin Kristanto, Kasat Reskrim Polresta Manado, pihaknya telah memeriksa sembilan saksi, termasuk pendeta, ketua panitia, dua penyedia makanan, satu jemaat, serta empat korban yang sudah dipulangkan. Penyebab pasti dari keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium dari Puslabfor Polda Sulawesi Utara.
Beberapa rumah sakit yang menjadi tempat perawatan para korban antara lain RSUP Prof. RD Kandou, RS Siloam Sam Ratulangi, dan RS GMIM Pancaran Kasih. Saat ini, sebagian besar jemaat yang terkena dampak keracunan telah pulih dan kembali beribadah.
Kondisi Gereja Setelah Kejadian
Gereja Mawar Sharon yang berada di kawasan Bahu Mall, Malalayang, Manado, tampak kembali normal. Pada hari Minggu (18/1/2026), gereja tersebut menggelar ibadah seperti biasanya. Suara ratusan orang bernyanyi terdengar dari dalam ruangan. Banyak jemaat yang hadir, terutama dari kalangan pemuda. Beberapa dari mereka memarkirkan kendaraan motor di depan gereja atau di sekitar area sejauh 100 meter dari lokasi.
Seorang petugas satpam menjelaskan bahwa pengurus gereja juga turut serta dalam ibadah. Ia mengatakan bahwa Tribun manado.com dapat melakukan konfirmasi lebih lanjut pada waktu kerja. Namun, ia meminta untuk kembali besok.
Saat proses konfirmasi sedang berlangsung, seorang ibu datang dan mengaku sebagai staf gereja. Menurut dia, pihak gereja telah menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib. “Pihak Gereja menyerahkan semua masalah ini pada pihak kepolisian,” kata dia.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar jemaat yang terkena dampak keracunan sudah pulih. Banyak dari mereka kembali beribadah. “Banyak yang sudah beribadah lagi,” tambahnya.
Peran Menu dalam Insiden
Tribun manado.com berhasil mendapatkan foto menu yang diduga menjadi penyebab keracunan. Dalam foto tersebut, terlihat tatakan plastik yang berisi nasi putih, ikan tuna dengan warna coklat dan hitam, kacang panjang, serta tempe. Menu ini disajikan selama acara Prayer Conference.
Menurut penyidik Polresta Manado, makanan yang dikonsumsi oleh jemaat berasal dari swadaya jemaat sendiri. “Itu swadaya jemaat,” ujar AKP Elwin Kristanto. Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan menyerahkan sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut.
Catatan Penting
Kasus keracunan ini adalah yang kedua kalinya menarik perhatian nasional dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada September 2025, puluhan mahasiswa UKIT Tomohon mengalami keracunan setelah menyantap makanan di asrama.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











