"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Bangunan Tahan Gempa Tenjo di Sukabumi Resmi Berdiri, Bantalan Karet Kuat hingga 2 Abad

Sejarah dan Fungsi Bangunan Tahan Gempa Tenjo Resmi di Sukabumi

Bangunan tahan gempa Tenjo Resmi yang terletak di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu bangunan paling unik di Indonesia. Bangunan ini merupakan hasil kerja sama antara tujuh negara di bawah naungan PBB (UNIDO) dan memiliki konstruksi khusus yang mampu menahan guncangan gempa besar.

Konstruksi Khusus yang Menopang Beban Berat

Bangunan dengan empat lantai ini menggunakan 16 bantalan karet khusus yang dilapisi serat baja. Bantalan karet tersebut mampu menahan beban hingga 786 ton dan memiliki masa pakai hingga 200 tahun. Struktur bangunan ini dibangun dalam bentuk panggung, sehingga tidak langsung menapak tanah. Hal ini memungkinkan bangunan untuk tetap stabil meskipun terkena guncangan gempa.

Meski eksteriornya mulai memudar, struktur bangunan ini terbukti kokoh dan tidak mengalami kerusakan apapun, bahkan ketika diguncang oleh gempa besar. Ujang Sutardi, seorang karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), menjelaskan bahwa bantalan karet yang digunakan telah teruji selama puluhan tahun dan tidak pernah mengalami perubahan struktur.

Sejarah Pembangunan Bangunan Tahan Gempa

Bangunan Tenjo Resmi dibangun sekitar tahun 1990-an dan resmi diresmikan pada 26 Oktober 1994. Lokasinya berada di lahan milik PTPN 1 Regional 2. Tujuan pembangunan bangunan ini adalah untuk meningkatkan penggunaan karet alam dalam kehidupan manusia, sesuai dengan rencana dari Badan Penelitian dan Pengembangan Karet Internasional (IRRDB).

Pembangunan bangunan ini sepenuhnya dibiayai oleh organisasi PBB (UNIDO) untuk pengembangan industri. Proyek ini melibatkan kolaborasi antara beberapa negara seperti India, Indonesia, Malaysia, China, serta lembaga penelitian internasional seperti Asosiasi Penelitian Produsen Karet Malaysia (MRPRA) di Inggris dan Universitas California Barkeley.

Pengujian dan Keberhasilan Konstruksi

Awalnya, lokasi pembangunan dipilih karena dekat dengan sumber gempa terbesar di Pelabuhan. Namun, setelah uji coba simulasi gempa, ternyata tidak ada perubahan pada struktur bangunan. Hal ini membuktikan bahwa konstruksi bangunan tahan gempa ini sangat efektif.

Bantalan karet yang digunakan dalam struktur bangunan juga terlihat jelas di lobi bangunan. Ujang Sutardi menyebutkan bahwa terdapat sekitar 16 bantalan karet yang mendukung bangunan empat lantai ini. Selain itu, bangunan ini juga memiliki tiga lantai utama dan ruang rapat di lantai atas.

Fungsi dan Pengelolaan Saat Ini

Saat ini, bangunan Tenjo Resmi difungsikan sebagai Agrowisata. Kamar-kamar di dalamnya disewakan dengan harga Rp 750 ribu per malam, lengkap dengan fasilitas AC. Pengelolaannya berada di bawah naungan Gunung Mas, yang mengelola segala aspek bisnis agro wisata.

Namun, fasilitas bangunan yang mulai usang sedang dalam proses renovasi. Beberapa kamar sudah terpasang AC baru, dan rencananya akan dilakukan pengecatan ulang. Ujang Sutardi menjelaskan bahwa renovasi ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan menjaga keawetan bangunan.

Kondisi Bangunan yang Tetap Kokoh

Selama puluhan tahun, bangunan ini tetap stabil dan tidak mengalami kerusakan apapun. Bahkan saat terjadi gempa besar, tidak ada perubahan struktur atau keretakan pada bangunan. Hal ini membuktikan bahwa konstruksi bangunan tahan gempa ini sangat aman dan layak dipertimbangkan untuk proyek serupa di masa depan.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *